All posts by Amar Zouchi

Ngaji Ihya Ulumuddin Bersama Syekh Yasir Syria & Habib Sholeh Al-Jufri Solo

LirboyoNet, Kediri—Disela-sela kesibukan menjelang liburan akhir tahun, selasa (16/4), Lanjah Bahtsul Masa’il Pondok Pesantren Lirboyo menggelar kegiatan Dauroh Ilmiah kitab ihya ulumuddin bab amar ma’ruf nahi munkar bersama para mahasantri Ma’had Aly Lirboyo, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula LBM ini khusus dihadiri oleh 100 mahasantri terpilih.

Pada kesempatan ini, panitia mengundang Direktur Zawiyah Ghozaliyah Syria Syekh Muhammad Yasir Al-Qudmani hadir sebagai narasumber dan didampingi dengan Al-Habib Sholeh bin Muhammad Al-Jufri Solo sebagai penerjemah sekaligus moderator. Dalam acara itu juga turut dihadiri dewan rois LBM P2L, Agus H Muhammad Sa’id Ridlwan, Agus M. Aminulloh, Agus Arif Ridhwan Akbar.

“sebagai dasar dalam kaitannya dengan bab ‘amar ma’ruf nahi munkar’, dulu sewaktu saya hendak belajar di Yaman, saya diberi pesan sama almarhum KH. Ahmad Idris Marzuqi “aku titip, nanti kalo kamu sudah pulang dari Yaman, tolong jangan ‘ngarabne’ Indonesia (mengarabkkan Indonesia, Red) ini kiblatnya biar walisongo”. Artinya kalau kita bicara amar ma’ruf nahi munkar secara prinsipil seluruhnya sudah ada dalam kitab-kitab kuning. Tetapi kalu kita mau mendakwahkan, harus menyesuaikan daerah masing-masing”. Tutur Agus H Muhammad Sa’id Ridlwan dalam sambutannya.

Dan beliau berpesan kepada para peserta “bahwa Indonesia ini sudah menjadi barometer dunia dalam kesuksesan dakwahnya, yaitu mampu mendamaikan berbagai unsur yang ada di masyarakat. Dan ini menjadi percontohan dunia”. Imbuh beliau.

“kitab Ihya Ulumuddin ini adalah kitab yang berhubungan dengan suluk, tetapi bukan hanya sekedar berbicara tentang haal dan bathil yang sangat tersembunyi antara hamba dengan Allah. Tetapi juga didalamnya membahas tentang ilmu-ilmu”. Tutur Syekh Yasir dalam pembukaan pengajiannya.

Diakhir kesempatan beliau berkunjung ke Lirboyo. Malamnya syekh Yasir bersama Habib Sholeh menyempatkan sowan dikediaman KH. M Anwar Manshur dan dilanjutkan dengan memberikan ceramah kepada para santri di serambi masjid setelah jama’ah isya.

Haflah Pondok Pesantren Putri Tahfizhil Qur’an

LirboyoNet, Kediri—Sabtu 13 April 2019 M yang bertepatan dengan 8 Sya’ban 1440 H, Pondok Pesantren Putri Tahfizhil Qur’an Lirboyo Kediri, menggelar agenda tahunan yaitu Haflah Akhirussanah P3TQ sekaligus Takhtiman Tamatan Madrasah Hidayatul Mubtadi-aat Fittahfizhi Wal Qiro’at.

Dalam acara tersebut turut mengundang segenap dzuriyah pondok pesantren Lirboyo diantaranya KH. An’im Falahuddin Mahrus, dan KH. Abdul Kholiq Ridlwan. Dalam memeriahkan acara ini, pihak P3TQ turut mengundang Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, beliau adalah pakar ilmu al-Qur’an dan pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Qur’an yang tidak lain beliau adalah saudara kandung dari istri KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus.

“Dalam kesempatan ini kita semua para hadirin bersama-sama menyaksikan santri-santri putri mengkhatamkan dan menghafalkan al-Qur’an. Dan mereka semua memperjuangkan sesuatu yang berkaitan dengan kalamulloh, dan apa saja yang berkaitan dengan kalamulloh itu pasti mempunyai nilai yang sangat positif”. Tutur Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad dalam ceramahnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan “berkhidmah kepada al-Qur’an itu tidak ada yang percuma. Dengan kita berkhidmah kepada al-Qur’an, kita akan mendapatkan keberkahan dari al-Qur’an itu sendiri. Bahkan ada satu riwayat ‘barang siapa yang melihat mushaf; maka, melihatnya adalah ibadah”.

Dengan diadakannya acara haflah seperti ini diharapkan kepada seluruh santri bisa mendapatkan motivasi dalam proses belajar di pondok pesantren dan bisa mendapatkan manfaat dan keberkahan berkumpul dengan para kyai.

Kader Penggerak NU Siap meneruskan Perjuangan Ulama

LirboyoNet, Kediri—Untuk meningkatkan pemahaman dan pengkaderan NU, PCNU Kota Kediri, bekerjasama dengan Mahad Aly Lirboyo Kediri Jawa Timur menyelenggarkan Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) angkatan III pada tanggal 4-6 April 2019 di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur.

PKPNU sangat penting diikuti khususnya oleh semua Mahasantri Ma’had Aly Lirboyo. Pasalnya, kegiatan itu merupakan langkah konkret untuk melahirkan kader-kader NU yang berkualitas dan mampu memahami tatakelola organisasi dengan baik. Dan kegiatan PKPNU sendiri menjadi syarat kelulusan mahasantri Ma’had Aly jenjang akhir.

Malam senin (6/4/2019) merupakan malam puncak kegiatan Pendidikan Kader Penggerak (PKP) NU yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Lirboyo. Kurang lebih sebanyak 490 Mahasantri dikarantina untuk mengikuti kegiatan PKPNU. Selama tiga hari itu para peserta benar-benar dididik dengan sangat ketat mulai dari olahraga, olah pikir, dan olah dzikir.

“Ini merupakan sebuah anugerah yang patut kita syukuri bersama, bahwa sampai saat ini masyayikh lirboyo terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan secara lahir maupun batin untuk mempersiapkan para santri agar menjadi pejuang Nahdlatul Ulama khususnya saat nanti kalian berkecimpung dimasyarakat. Dan kami mewakili segenap keluarga besar pondok pesantren Lirboyo mengucapkan banyak terima kasih kepada para instruktur PKPNU pusat yang selalu komitmen terus memberikan bimbingan tiap kali diadakan PKPNU di pondok Lirboyo. Dan kami berharap kepada seluruh kader penggerak NU para mahasantri bahwa dengan nanti kalian telah di wisuda sebagai kader penggerak NU supaya betul-betul menyadari secara lahir dan batin agar benar-benar memiliki militansi untuk ‘izul islam, NU, dan ahlusunah wal jamaah an-nahdiyah.” Tutur Agus H. M Dahlan Ridlwan dalam sambutannya atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo.

Dalam akhir acara KH. Abdul Mun’in DZ selaku intruktur PKPNU pusat mengatakan “syukur alhamdulillah pada malam ini adalah malam yang sangat bersejarah, karena pada hari ini muncul kader-kader baru Nahdlatul Ulama yang siap untuk menggerakan NU, menjaga ASWAJA, dan membela Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Terakhir beliau bertanya, “apakah kalian siap membela NU? Apakah kalian siap meneruskan perjuangan ulama?” tanpa komando seluruh peserta seraya berteriak “siap!”.

Festival Rebana Santri Ke-9

LirboyoNet, Kediri—Dalam rangka menyabut Haul & Haflah Akhirusanah Pondok Pesantren Lirboyo 109 banyak kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan Haul & Haflah, diantaranya Festival Rebana Santri ke-9. Acara yang dilaksanakan (4/4) di Aula Muktamar ini menampilkan dua seni terbang, yakni Banjari dan Habsyi. Dari dua seni terbang yang dilombakan, kurang lebih diikuti oleh 20 peserta dari masing-masing Himpunan Pelajar Daerah & Unit pondok pesantren Lirboyo.

“Festival rebana santri ini sudah menjadi aktifitas rutin dari kegiatan haul haflah pondok dan madrasah. Selanjutnya disamping kegiatan festival rebana ini, dalam acara haul haflah banyak kegiatan pendukung, seperti yang kita ikuti kemarin kegiatan lomba ilmiah, dan kegiatan pra acara yakni tadarus khotmil qur’an bil ghoib putra pada 23 April 2019 dan juga diikuti 109 khitmil qur’an secara serentak oleh seluruh santri pondok pesantren Lirboyo. Kemudian dilanjutkan dengan tahlil akbar yang insyaallah diimami oleh KH. M Anwar Manshur di Maqbaroh pondok pesantren Lirboyo. Dan malamnya ialah acara inti haul haflah selasa malam rabu dengan penceramah KH. A Musthofa Bisri”. Tutur Bapak Hasbiyallah Abdul Karim dalam sambutannya atas nama ketua Haul & Haflah.

Selanjutnya sambutan sekaligus pembukaan festival rebana santri oleh pimpinan pondok pesantren Lirboyo, Agus H. Adibussoleh Anwar. Pesan beliau kepada peserta ialah “kami sangat mengharapkan dengan diadakannya kegiatan semacam ini (sholawatan) bisa menjadi salah satu metode kita dalam berdakwah dilingkungan masyarakat, dan yang lebih penting lagi ialah kita betul-betul mengharapkan syafa’at dari Nabi Muhammad SAW”.

Festival yang sudah dimulai sejak pukul 09.00 Wis ini diawali dengan sesi Banjari dan siangnya dilanjutkan dengan Habsyi. Dari masih-masih peserta menampilkan kualitas terbaiknya dari mulai kekompakan, lantunan suara, dan kreasi nada. Sehingga membuat para juri kebingungan dalam menyeleksi dari masing-masing peserta. Dan baru menjelang maghrib panitia baru bisa menyeleksi siapa saja yang lolos dalam final festival rebana santri ini.

Acara final festival rebana santri dilanjutkan ba’da isya, dan dari sekian peserta yang lolos dengan menampilkan performa terbaiknya segenap panitia dan dewan juri memutuskan, untuk kotegori Banjari juara 1 diraih oleh grup rebana Salsabila (Surabaya), juara 2 grup rebana Ihya’ussunah (Madura), juara 3 grup rebana Arridwal (Unit HMC), dan untuk kategori jingle terbaik kategori banjari diraih oleh grup rebana Arridwal (Unit HMC). Untuk kategori Habsyi juara 1 diraih oleh grup rebana La Roiba (Banyuwangi), juara 2 grup rebana An Tadula (Luar Jawa), juara 3 grup rebana Al Mujtaba (Unit HY), dan jingle Habsyi terbak diraih oleh grup rebana Ahbabunnabi (Tegal).

Demikian para pemenang festival rebana santri ke-9 pondok pesantren Lirboyo. Dan semoga dengan diadakannya festival rebana santri seperti ini dapat memacu kreatifitas teman-teman untuk bisa lebih baik lagi dalam kesempatan selanjutanya.

Pembekalan Wajib Khidmah

LirboyoNet, Kediri—Dalam rangka mempersiapkan program wajib khidmah bagi mahasantri semester akhir Ma’had Aly Lirboyo, Pondok Pesantren Lirboyo bekerjasama  dengan Lembaga Itihadul Mubalighin (LIM) Lirboyo mengadakan acara pengukuhan & pembekalan wajib khidmah (23/3) kepada para mahasantri jenjang akhir Ma’had Aly Lirboyo. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang akhir semester 7.

Acara yang bertempat di Aula Muktamar ini turut dihadiri pula para pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, MHM & LIM Lirboyo. Acara diawali dengan pembekalan oleh Pimpinan Madrasah Hidayatul Mutadiin sekaligus Ma’had Aly Lirboyo Agus H. M Dahlan Ridlwan.

“Masa khidmah yang cuma 1 atau 2 tahun ini hanya masa uji coba kalian (santri) dalam berkhidmah, artinya dalam satu dua tahun ini adalah masa uji coba sejauh mana yang bisa kalian lakukan setelah sekian tahun belajar di pondok pesantren. Dan khidmah yang sesungguhnya adalah ketika kalian kembali ke masyarakat”. Tutur beliau.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “mengawali pembekalan dalam berkhidmah yang perlu kalian persiapkan adalah dengan menguatkan mental, semangat juang, menata hati dan niat, dalam rangka menghadapi khidmah ditengah masyarakat. Caranya adalah dengan menanamkan dalam hati kita pentingnya amanah berkhidmah kepada masyayikh dan ilmu yang telah kita pelajari dipondok pesantren. Dan khidmah adalah bagian yang sangat penting bagi seseorang yang mempelajari ilmu”.

Pembekalan selanjutnya oleh pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus pimpinan LIM Lirboyo Agus Abdul Qodir Ridlwan. Dalam kesempatan ini beliau lebih tepatnya menyampaikan teknis dan aturan dalam program wajib khidmah. Dan acara inipun diakhiri dengan do’a penutup oleh Agus H. M Dahlan Ridlwan.