Kapan Lailatul Qadar Ramadan 2026? Simak Perhitungan Imam Al-Ghazali

Ilustrasi bulan sabit kuning keemasan yang besar di tengah langit malam berbintang dengan gradasi warna hijau tua, di bawahnya terdapat siluet perbukitan, masjid, dan pemukiman kecil dalam gaya seni kartun yang lembut. Cahaya rembulan yang tenang di atas cakrawala hijau berbintang. Sebuah ilustrasi yang memadukan kehangatan cahaya bulan sabit dengan kedamaian malam di pemukiman yang asri.

Tidak terasa Ramadan tahun ini telah memasuki sepuluh hari terakhir. Bagi umat Islam, fase ini memiliki keistimewaan yang sangat besar. Pada malam-malam inilah Allah menyimpan sebuah anugerah agung, yaitu Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Karena itu, para ulama selalu mengingatkan umat Islam agar meningkatkan kesungguhan ibadah ketika Ramadan mencapai fase ini. Rasulullah ﷺ sendiri telah memberikan contoh yang sangat jelas tentang bagaimana seharusnya seorang Muslim menyambut sepuluh malam terakhir Ramadan.

Baca juga: Memahami Akhlak Rasulullah Via Cerita Sederhana

Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ meningkatkan kesungguhan ibadahnya ketika memasuki sepuluh malam terakhir. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:

كَانَ رَسُوْلُ الله إِذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak hanya memperbanyak ibadah secara pribadi, tetapi juga mengajak keluarganya untuk ikut meraih keberkahan malam-malam tersebut.

Perintah Nabi Mencari Lailatul Qadar

Kesungguhan Rasulullah ﷺ dalam sepuluh malam terakhir Ramadan tentu memiliki alasan yang sangat kuat. Sebab, pada rentang waktu inilah seorang hamba berkesempatan menemukan malam Lailatul Qadar.

Baca juga: Delapan Perkara yang Membuatmu Berhenti Mokel

Dalam hadis lain Rasulullah ﷺ bersabda:

تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (Muttafaq ‘alaih)

Namun demikian, Nabi ﷺ tidak pernah menyebutkan secara pasti kapan malam tersebut terjadi. Beliau justru mengarahkan umatnya untuk mencarinya dalam sepuluh malam terakhir Ramadan. Bahkan dalam riwayat lain, Nabi ﷺ memberikan petunjuk yang lebih spesifik, yaitu pada malam-malam ganjil.

Beliau bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir Ramadan.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa kemungkinan terbesar Lailatul Qadar jatuh pada salah satu malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Baca juga: Santri Pertama dan Pondok Lama

Perhitungan Lailatul Qadar Menurut Imam Al-Ghazali

Berangkat dari petunjuk hadis tersebut, sejumlah ulama mencoba meneliti kemungkinan datangnya Lailatul Qadar. Salah satu di antaranya adalah Imam Al-Ghazali.

Dalam beberapa literatur kitab kuning ada keterangan bahwa Imam Al-Ghazali memberikan rumusan sederhana untuk memperkirakan malam Lailatul Qadar. Rumusan ini mengaitkan malam tersebut dengan hari pertama Ramadan.

Beliau menjelaskan:

قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر

Artinya: Sesungguhnya malam Lailatul Qadar bisa diketahui dari hari pertama datangnya bulan (Ramadan).

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

Awal Ramadan Jatuh PadaKemungkinan Malam Lailatul Qadar
Ahad atau RabuMalam ke-29
SeninMalam ke-21
Selasa atau JumatMalam ke-27
KamisMalam ke-25
SabtuMalam ke-23

Salah satu ulama bahkan menyatakan bahwa ia hampir tidak pernah luput mendapatkan Lailatul Qadar dengan mengikuti rumusan tersebut.

Meski demikian, para ulama tetap menegaskan bahwa rumusan ini tidak bersifat pasti. Rumus tersebut hanya membantu seorang Muslim untuk memperkirakan malam yang memiliki peluang lebih besar.

Perkiraan Lailatul Qadar Ramadan 2026

Lantas, kapan Lailatul Qadar 2026 kemungkinan terjadi?

Jika mengacu pada perhitungan Imam Al-Ghazali, kita perlu melihat terlebih dahulu hari pertama Ramadan tahun ini. Pada tahun 2026, 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada hari Kamis.

Berdasarkan rumusan Imam Al-Ghazali, apabila Ramadan dimulai pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar kemungkinan jatuh pada malam ke-25 Ramadan.

Jika perhitungan ini kita cocokkan dengan kalender Masehi, malam tersebut bertepatan dengan 15 Maret 2026.

Tentu saja perkiraan ini tidak bersifat mutlak. Sebab, hikmah dirahasiakannya Lailatul Qadar justru agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.

Karena itu, langkah terbaik tetap mengikuti teladan Rasulullah ﷺ: memperbanyak ibadah, menghidupkan malam, serta memanfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Siapa pun yang bersungguh-sungguh pada malam-malam tersebut memiliki peluang besar untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses