Tag Archives: khutbah jumat 2020

Khutbah Jumat: Peran Sedekah dalam KeHidupan

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحاتُ, أَشهد أَنْ لاإِلهَ إلَّا الله وأَشهد أَنَّ سَيَّدَنا محمدًا عبدُهُ ورَسُولُهُ, اللهمَّ  صَلِّ على سَيِّدِنا محمدٍالْفاتِحِ لِمَا أُغْلِقِ والْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ  وَالْهادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيمِ و على آله  حَقَّ قَدْرِهِ ومِقْدارِهِ الْعَظِيمِ. اللهمَّ  صَلِّ وسَلِّمْ علَى نُورِ الْأَنْوارِ و سِرِّ الْأَسْرارِ وتِرْياكِ الْأَخْيارِ و مِفْتاحِ بابِ الْيَسارِ, سَيِّدِنا محمدٍ الْمُخْتارِ وآله الْأَدْهار وأَصْحابِهِ الْأَخْيارِ,  عَدَدَ نِعَمِهِ وإِفْضالِهِ.

أمّا بعد. فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : أَعُوذُ بالله مِنَ الشَّيطان الرَّجيم: فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ,وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ,فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

فَياعِبادَ اللهِ. اتَّقُوااللهَ  حَقَّ تُقاتِهِ  ولا تَمُوتُنَّ إِلَّا وأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang dimuliakan Allah …

Di hari dan tempat yang mulia ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakaan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dalam arti menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan menjauhi serta meninggalkan apa yang telah dilarang-Nya.

Hadirin Sidang Jum’at yang berbahagia …

Jika tangan kita terasa berat memberi kepada sesama maka ringankanlah lisan kita untuk mendoakannya. Orang yang berakhlak mulia akan menafkahkan kelebihan hartanya dan menahan kelebihan ucapannya, berbuat baik kepada sesama seraya mengikuti sunah Rasulullah Saw.. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’anul Karim :

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. ( Q.S al-Lail : 5-7 )

Dalam ayat ini terdapat kandungan tentang penjelasan tingkah laku manusia yang terbagi menjadi tiga :

Pertama, suka memberi. Artinya suka menolong kepada sesama, ia tidak hanya mengeluarkan zakat kekayaannya yang merupakan kewajiban, tetapi juga berinfak, bersedekah serta hal-hal lain yang merupakan sebuah kesunahan.

Kedua, bertakwa. Yaitu takut mengabaikan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya. Istiqomah dalam iman, istiqomah dalam tauhid, dan istiqomah dalam amaliyah.

Ketiga, membenarkan kebaikan Allah. Yaitu mengakui nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, lalu mensyukuri nikmat tersebut. Di antara nikmat terbesar Allah adalah Surga. Oleh karena itu ia tidak segan-segan beramal baik di dunia. Hal ini penting kita yakini karena keyakinan melebihi dari ilmu pengetahuan, bahwa orang yang memberi itu kaya. Orang yang takut miskin sebenarnya sudah jatuh miskin. Saat kita memberi kita akan menerima. Saat kita menolong orang lain pada saat yang sama sejatinya kita menolong diri kita sendiri. Inilah rahasia kehidupan yang tersembunyi bagi banyak orang. Bukan mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi karena mereka tidak mempercayainya. Karena itu banyak orang yang lebih suka menerima dari pada memberi, dan lebih suka ditolog dari pada menolong.

Hadirin Jama’ah Shloat Jum’at yang bersahaja …

Rasulullah Saw. telah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنْ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنْ الْجَنَّةِ قَرِيبٌ مِنْ النَّاسِ بَعِيدٌ مِنْ النَّارِ وَالْبَخِيلُ بَعِيدٌ مِنْ اللَّهِ بَعِيدٌ مِنْ الْجَنَّةِ بَعِيدٌ مِنْ النَّاسِ قَرِيبٌ مِنْ النَّارِ وَلَجَاهِلٌ سَخِيٌّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ عَالِمٍ بَخِيلٍ ( رواه الترمذي ).

Artinya :” Dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Orang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan surga, dekat dengan manusia, dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari menusia, dan dekat dengan neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih Allah cintai dari pada seorang ‘alim yang bakhil. ( H.R. at-Tirmidzi ).

Hadirin Sidang Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Begitu indahnya sabda Rasulullah Saw. Mari kita hayati, kita renungkan, dan kita aplikasikan dalam praktik kehidupan nyata bahwa memberi itu kaya. Dalam kesempatan lain rasulullah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن رَسُولِ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم قَالَ : مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً، وَمَا تَوَاضَعَ أحَدٌ للهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللهُ.  رواه مسلم

Artinya : “Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, : Tidaklah sedekah itu mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan pemberian maafnya (kepada saudaranya,) kecuali kemuliaan (di dunia dan akhirat), serta tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Dia akan meninggikan (derajat)nya (di dunia dan akhirat).” (HR. Muslim).

Hadirin Sidang Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Berbahagialah orang yang rendah hatinya, halal penghasilannya, bersih jiwanya, dan mulia akhlaknya. Orang yang berakhlak mulia akan menafkahkan kelebihan hartanya, menahan kelebihan ucapannya, berbuat baik kepada sesama dan mau berbagi kesejahteraan dengan sesama. Karena sikap dermawan dan tulus adalah konsistensi keimanan seseorang dalam dimensi kemanusiaan. Dari dua hadis ini mempunyai makna dan cakupan yang cukup luas dan mengandung beberapa pelajaran yang sangat berharga.

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Sedekah memiliki kemanfaatan dalam kehidupan kita sebagai umat Islam, di antaranya :

Memperkuat keimanan. Pengakuan iman seseorang tidak cukup pada tatanan lisan, tapi harus diwujudkan dalam praktik kehidupan nyata. Salah satunya adalah sedekah. Sebuah kesadaran dan kemauan untuk mau berbagi kesejahteraan kepada sesama hanya semata-mata karena Allah.

Meningkatkan rasa empati sosial. Konsep sedekah secara esensi adalah dengan cara memberikan apa yang kita punya baik materil maunpun non meteril untuk orang yang membutuhkan. Perilaku bersedekah mensyaratkan adanya sesuatu yang bisa diberikan kepada yang diberi. Bagi orang-orang yang bersedekah semata-mata untuk membantu dan meringankan beban orang yang dibantu serta akan melatih sikap empati kita kepada orang lain.

Terhindar dari nilai materialisme.  Dalam arti kita menyadari bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan dari Allah. Sehingga menyisihkan sebagian harta kita untuk disedekahkan kepada yang membutuhkan akan menambah syukur kita kepada Allah dengan dijadikan sebagai orang yang memberi bukan orang yang menerima. Sebab,tangan di atas lebih mulia dari pada tangan di bawah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah Saw. :

عَنْ حَكِيْمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللهُ ( رواه البخاري )

Artinya :” Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.” ( H. R. Bukhari).

Hadirin Jam’ah Sholat Jum’at yang di rahmati Allah …

Sekian khutbah pada kesempatan ini, semoga kita semuanya dimudahkan oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang Ahli sedekah, agar hidup kita lebih berkah. Amin.

بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Youtube Pondok Pesantren Lirboyo

Follow juga:
instagram @pondoklirboyo

Khutbah Jumat: Menempuh Jalan Lurus

KHUTBAH I

الحَمْدُ لِلَّهِ الّذي جَعَلَ لِكُلِ أُمَّةٍ شِرْعَةً ومِنْهاجًا وخَصَّ هَذِهِ الْأُمَةَ بِأَوْضَحِهِما أَحْكَامًا وحُجَجًا والصَّلاةُ والسَّلامُ على سَيِّدِنا وحَبِيْبِنا مُحمَّدٍ مِفْتاحِ بَابِ رَحْمَةِ اللهِ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صلاةً وسَلامًا دائِمَيْنِ بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ. وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. يآأَيُّهاالَّذِيْنَ آمنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُوْلُوا قَوْلًا شَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ويَغْفِرْ لَكُمْ دُنُوْبَكُمْ ومَنْ يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Dalam momentum yang penuh dengan keberkahan ini, marilah kita sebagai umat Islam untuk senantiasa menguatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. Cobaan dan ujian yang selalu menerpa kehidupan kita tak lain adalah cara Allah untuk mengukur kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada-Nya. Berbekal iman dan takwa, kelak kita akan selamat dunia dan akhirat.

Hadirin Kaum Muslimin yang berbahagia …

Dalam mengahadapi kehidupan sehari-hari, terkadang kita berfikir untuk menghindar dari sebuah resiko yang begitu besar dan mengharapkan keuntungan yang amat besar. Padahal dalam kehidupan, segala tindakan dan perbuatan pasti akan ada sebuah resiko, tinggal bagaimana kita menimbang, mana yang lebih besar. Sebab jika dalam melangkah selalu takut akan sebuah resiko maka kehidupan kita tidak bisa berkembang. Akan tetapi juga  jika selalu menuruti gengsi semata kita bisa terombang-ambing dalam tatanan kehidupan. Maka dalam melakukan hal apapun, kita sebagai umat Islam mintalah petunjuk dan bimbingan Allah dengan banyak berdo’a dan berdzikir agar selamat sampai tujuan.

Allah Swt. berfirma  dalam al-Qur’anul Karim :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya :” Barang siapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” ( Q. S. An- Nahl : 97 ).

Jalan lurus, dalam Bahasa Arab disebut shirothol mustaqim. Jalan lurus berarti bermakna jalan kebenaran, yang menghantarkan kita menuju kebahagiaan dan keberuntungan.

Hadirin Jama’ah Sholat Jumat yang berbahagia …

              Berjuta-juta perkara yang kita butuhkan di dunia ini, yang paling penting adalah jalan lurus. Di dunia ini hanya ada dua jalan yang menjadi pilihan untuk kita lewati yaitu jalan lurus atau jalan bengkong. Jika kita melewati jalan bengkong seperti halnya sering melakukan kemaksiatan dan melanggar aturan- aturan agama maka kita akan kehilangan kebahagian. Sebaliknya, jika kita melewati jalan lurus dengan selalu menjalani aturan-aturan agama tentu kita akan meraih kebahagiaan.

Akan tetapi, menempuh jalan lurus dan kebenaran itu tidaklah mudah. Di dunia ini banyak jalan yang bercabang-cabang. Sedikit terlena dan salah melangkah, pastilah kita akan terjebak ke jurang penderitaan.

               Dalam lingkungan kehidupan kita di muka bumi ini, kita pastinya selalu berdampingan dengan alam, tumbuhan, dan binatang. Ada tumbuhan yang berbuah dan ada yang tidak. Dari tumbuhan itu ada yang dapat di makan, dan ada pula yang menyimpan racun yang sangat berbahaya. Begitu pula binatang, ada yang menyimpan bisa, beracun dan mencelakakan, sementara banyak pula yang bisa dimakan. Apabila kita salah memilih dan melangkah, berarti kita tidak menempuh jalan lurus dan melakukan sebuah kesalahan.

               Dalam kancah kehidupan sehari-hari juga demikian. Salah memilih berarti salah melangkah, dan pasti menuju jalan sesat. Betapa seorang pemuda yang dibesarkan dari keluarga baik-baik akhirnya menjadi rusak karena salah memilih pergaulan di luar sana. Betapa seorang laki-laki yang awalnya begitu bakti kepada orang tuanya namun ketika salah memilih istri, akhirnya lupa kepada orang tuanya.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Dalam sehari semalam kita selalu memanjatkan permohonan do’a kepada Allah melalui sholat :

ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ

Artinya: “Tunjukilah kami di jalan yang lurus.”

Tetapi sudahkah ucapan dalam setiap roka’at shalat itu benar-benar kita pahami? ataukah hanya sebuah bacaan yang tak membekas dalam hati?

Pertanyaan yang muncul sekarang adalah menempuh jalan lurus itu bagaimana? Jika yang kita maksudkan adalah sebuah keselamatan, keberkahan, dan kenikmatan hidup, maka tentu jalan-jalan orang yang diberi kenikmatan bukanlah jalan orang-orang yang mendapat kemakmuran Allah.

Dalam al-Qur’anul Karim Allah Swt. berfirman :

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ (7).

Artinya : “Tunjukkan jalan yang lurus, jalan orang yang Kauberi nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurka, dan bukan (jalan) mereka yang sesat” (Q.S. Al-Fatihah : 6-7 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Kita sebagai manusia memang punya akal. Tetapi tidak selamanya akal itu cerdas. Ia tidak selamanya pula dapat memastikan pilihannya menempuh jalan lurus. Kadang-kadang akal menjadi bodoh ketika hati dikuasai hawa nafsu. Sering kali jalan bengkong di sangka jalan lurus. Bahkan telah menapaki jalan lurus, hati menjadi ragu-ragu karena di hadapan kita tampak jalan yang bercabang-cabang. Terlebih hal yang paling besar yaitu memilih keimanan dan keyakinan. Oleh karena itu kita tetap membutuhkan bimbingan dan petunjuk dari Allah. Tunjukkanlah jalan yang lurus yaitu jalannya  orang-orang yang telah Engkau beri kenikmatan, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan sesat.

               Yang dimaksud Allah jalan yang lurus dan jalan yang benar ialah jalan yang ditempuh, dijalani, atau digariskan oleh orang-orang yang mendapatkan nikmat dari Allah Swt. yaitu para Nabi, Rasul, Orang-orang yang saleh, serta orang–orang yang sejalan dengan pemikiran, pendapat dan kepercayaan yang sama dengan para Nabi dan Rasul. Hal ini selajan pula dengan firman Allah Swt.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا (69) ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا (70).

Artinya : “Dan barang siapa taat kepada Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para siddiqin, para syuhada, dan orangorang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yanh demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui” (Q.S. An-Nisa’ ayat 69-70).

Kaum Muslimin Yang berbagia …

               Nikmat dalam konteks ini adalah sebuah ilmu dan iman. Keduanya akan membimbing langkah kita menuju ke jalan yang benar dan bahagia. Banyak orang yang kaya tetapi hidupnya tak bahagia. Hatinya mejadi kering dalam berkasih sayang, ketika mendapai masalah ia menjadi berat dan putus asa, depresi, cemas, dan takut. Hal ini didasari karena di hati mereka tidak terdapat iman kepada Allah. Seandainya ia iman dan yakin kepada Allah, pastilah akan mengadu kepada Allah bila menemui masalah-masalah yang pelik.

               Iman adalah percaya. jika seorang telah beriman kepada Allah berarti ia percaya dengan segala sesuatu yang datang dari-Nya. Agama Islam menjelaskan tentang kebaikan dan keburukan. Kebaikan adalah jalan lurus, sedangkan keburukan adalah jalan sesat. Telah nyata ajaran tersebut dan mudah untuk diterapkan, akan tetapi sering kali diabaikan.

               Sesungguhnya Islam itu begitu sederhana dan mudah sekali diamalkan. Hanya ada dua ajaran utama dalam agama kita yaitu menjalani jalan yang lurus dan menghindari jalan yang sesat. Setiap rokaat dalam shalat, kalimat permohonan itu senantiasa kita ucapka kepada Allah. Oleh karena itu seharusnya kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hidup kita ini berkah dan mendapat kebahagiaan yang sempurna.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Mungkin itu saja khutbah singkat pada kesempatan kali ini, semoga kita semua selalu di mudahkan untuk menuju jalan yang lurus , jalan yang di ridhai Allah dan terhindar dari jalan yang sesat. Amin.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ.

فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ

اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga:
KHUTBAH JUMAT: MUHASABAH MEMBUAT DIRI BERUBAH

Subscribe juga:
Channel Pondok Pesantren Lirboyo

# KHUTBAH JUMAT: MENEMPUH JALAN LURUS
# KHUTBAH JUMAT: MENEMPUH JALAN LURUS

Khutbah Jumat: CERDAS MENGGALI HIKMAH DALAM SETIAP PERISTIWA

الْحمدُ لله رَبِّ الْعالَمينَ قَيُّوْمِ السَّمواتِ والأَرَضِيْنَ , مُدَبِّرِ الْخَلَائِقِ الْأَجْمَعِيْن, باعِثِ الرُّسُلِ صلَواتُ اللهِ وسَلَامُهُ عَلَيْهِمْ إِلَى الْمُكَلَّفِيْن, لِهِدايَتِهِمْ وبيانِ شَرائِعِ الدِّيْنِ,  في الدَّلائِلِ الْقَطْعِيَّةِ, وَاضِحاتِ الْبَراهِيْن,  أحْمَدُهُ على جَميعِ نِعَمِهِ ,  وأَسْأَلُهُ الْمَزِيْدَ مِنْ فَضْلِهِ وكَرَمِهِ.

أمّا بَعْدُ,  فَيا عِبادَ اللهِ أُوصِيْكُمْ  ونَفْسِي  بِتقوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ فَقَدْ قالَ الله تعالى في كِتابِهِ الكَرِيْمِ : يَا أيُّه الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُو اللهَ ولْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَاقَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Hadirin Jama’ah sholat Jum’at yang dirahmati Allah …

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita senantiasa tak henti-hentinya untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab Iman Seseorang itu sebagaimana ombak, kadang pasang dan kadang surut. Oleh karenanya  dengan iman dan ketakwaan yang semakin bertambah, maka kita akan semakin dekat dengan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang  dalam  meraih ridha-Nya. Amin.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

Setiap peristiwa yang kita alami senantiasa selalu mengandung hikmah yang diselipkan oleh Allah Swt. Tujuan Allah meletakkan hikmah itu, tidak lain agar menjadi pelajaran bagi kita sebagai manusia dan mengambil manfaat darinya untuk kemudian dijadikan dasar dalam menapaki kehidupan.

Dalam cerita-cerita yang disampaikan Allah Swt. melalui al-Qur’an, Allah senantiasa menekankan betapa pentingnya kecerdasan sebagai wasilah untuk memahami hikmah di balik peristiwa–peristiwa yang terjadi. Allah Swt. berfirman :

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأولِي الألْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya : Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.( Q.S. Yusuf : 111 )

Dalam ayat lain Allah Swt. menegaskan :

وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman “.( Q.S Huud : 120 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang bersahaja …

Ayat ini diturunkan oleh Allah Swt. untuk menguatkan hati Nabi Muhammad Saw. Agar jangan sampai terpengaruh oleh cacian orang-orang yang memusuhinya. Dalam ayat ini, Allah juga menjelaskan bahwa para rasul terdahulu juga mengalami peristiwa sama yang di alami oleh Nabi Muhammad Saw. Sehingga diharapkan Nabi Muhammad Saw. Benar-benar memperhatikan kisah-kisah para Nabi terdahulu yang telah diwahyukan kepada Beliau. Beliau menghayati segala peristiwa yang menimpa para pendahulunya, dan menjadi tahu bahwa medan perjuangan yang dialami penyampai ajaran Allah sangatlah berat. Berbagai bentuk ujian dan rintangan harus mereka hadapi dengan penuh kesabaran dan ketawakalan. Semunya telah diatur oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

            Kecerdikan Nabi dalam menghayati setiap peristiwa yang telah terjadi pada para pendahulunya ternyata berpengaruh besar dalam menentukan sikap ketika menangani setiap persoalan yang sedang menimpa. Buah penghayatan Nabi dari setiap kisah para Nabi terdahulu antara lain adalah menjadi lebih sabar dalam menghadapi umatnya, bijak dalam bertindak, cerdas dalam mengambil langkah-langkah strategis, dan tak kalah penting adalah kesadaran akan sebuah peran serta Allah dalam setiap peristiwa yang di alaminya.

Kesadaran akan peran serta Allah dalam setiap peristiwa, hendaknya diiringi dengan prasangka baik kepada Allah Swt. Sebab, manusia yang hidupnya selalu diliputi prasagka buruk, jangankan memperoleh hikmah dari peristia-peristiwa yang dialaminya, mendapatkan hidayah saja boleh dikatakan hal yang sulit bahkan mustahil. Sehingga hidupnya selalu dirundung kegalauan berkala. Karenanya, untuk mengetahui hikmah setiap peristiwa yang sedang menimpa, hendaknya kita yang merupakan manusia selalu mengedepankan sikap prasangka baik kepada Allah Sang Maha Penguasa. Terlebih berprasangka baik kepada Allah merupakan bentuk ibadah yang lain. Nabi Muhammad Saw. Bersabda :

إِنَّ حُسْنَ الظَّنِّ بِاللهِ مِنْ حُسنِ عِبادَةِ اللهِ.

Artinya : Sesungguhnya berbaik sangka kepada Allah sebagian baiknya beribadah kepada Allah “.(H.R. Ahmad ).

            Selain itu jika kita telah berbuat baik sangka kepada Allah, maka berarti kita telah percaya terhadap semua kepastian Allah. Dan tentunya kita juga harus yakin bahwa di balik tindakan Allah pasti terkandung hikmah, kebaikan, dan manfa’at bagi diri kita. Karena tidak ada tindakan Allah tergolong sia-sia. Allah Swt. berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لاعِبِينَ

Arinya :Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main ”. ( Q.S al-Anbiya’ : 16 ).

 Dalam ayat lain Allah Swt. berfirman :

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلا

Artinya :Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah. ( Q.S. Sdod : 27 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Di antara kelompok yang dikenal sebagai ahli dalam mencari hikmah adalah Ulama Sufi. Para ulama memiliki teknis khusus dalam menggali hikmah. Yakni dengan mengamalkan ilmu-ilmu yang telah dipelajari. Karena Nabi Muhammad mengatakan :

مَنْ عَمِلَ بِمَاعَلِمَ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ مالَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang iapa yang mengamalkan ilmu yang telah ia dapat, maka Allah akan memberikan pengetahuan yang belum ia ketahui.( H.R. Imam Ahmad )

            Imam al-Ghozali mengatakan bahwa, hikmah terbesar terjadi dimana-mana dan tak terhitung jumlahnya, karena terlalu banyak dan begitu luasnya. Hikmah hanya akan dibuka dengan mujahadah, muraqabah, dan mengerjakan amalan-amalan baik lahir maupun bathin. Duduk bersama Allah dalam kesendirian dan penuh kesadaran, itulah pintu ilham dan sumber keterbukaan ( Hikmah). Banyak sekali pelajar-pelajar yang belama-lama dalam menuntut ilmu, namun tidak mampu untuk mengamalkan ilmu yang telah ia peroleh, meski hanya satu kalimat. Sementara tidak sedikit orang-orang yang membatasi dirinya dengan hal-hal yang penting, namun maksimal dalam beramal mengawasi hati. Allah telah membukakan pintu hatinya sebuah rahasia, hikmah, dan pengetahuan yang halus, yang membuat bingung orang-orang yang berotak cemerlang.

            Di balik sebuah peristiwa pasti ada hikmahya. Ulama Ushul Fiqh mengartikan hikmah sebagai manfaat yang diperoleh dan marabahaya yang dapat dijauhi. Jika kita terapkan dalam setiap peristiwa yang kita alami, berarti ada pengamalan-pengamalan yang dapat kita ambil manfaatnya, dan dapat kita gunakan dalam menangkal hal-hal yang membahayakan serta membuat usaha kita gagal. Dengan demikian, kita telah berusaha menjadi orang yang cerdas  dalam memanfaatkan hikmah Ilahiyyah, yaitu pengajaran Allah untuk kita sebagai makhluk yang lemah. Sunguh beruntung orang-orang yang dianugrahi hikmah. Allah Swt. brfirman :

يُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرًا كَثِيرًاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ

Artinya: “Allah memberikan hikmah (kepahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.” ( Q.S al-Baqoroh : 269 ).

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah Swt. …

            Syehk Ibrahim an-Nakha’i mengatakan bahwa, arti al-hikmah dalam ayat di atas adalah pemahaman. Jadi oarang yang dianugerahi pemahaman terutama hal-hal yang menjadikan lebih dekat kepada Allah telah mendapatkan anugerah dan karunia yang banyak, baik karunia keduniawian amuapu karunia keukhrowian.

Hadirin Jama’ah Sholat Jum’at yang berbahagia …

            Mungkin itu saja khutbah pada kesempatan hari ini semaoga kita semua bisa menjadi orang yang mampu megambil hikmah dari setiap peristiwa.

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنِي وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ أَقُلُ قَوْلِي  هذا وَأَسْتَغفِرُ اللهَ لِيْ ولَكُمْ ولِجَمِيعِ الْمٌسلِمِين فاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Baca juga :

KHUTBAH JUMAT: SEJARAH SEEBAGAI PEMBANGKIT JIWA

Dawuh Masyayikh:
Puncaknya Ilmu | K.H. Abdulloh Kafabihi Mahrus

Khutbah Jumat: Pemuda Pemegang Estafet Agama, Bangsa & Negara

اَلْحَمْدُ للهِ العظِيمِ شَأْنُهُ الدَّائِمْ سُلْطانُهُ الْحَمِيْمْ إِحْسانُهُ الْجَزِيْل اِمْتِنَانُه.
فَسُبْحانَ مَنْ أَطلَعَ شَمْسَ مَعْرِفَتِه فِي قُلُوْبِ أَهْلِ مَحَبَّتِه. وَأَكْمَلَ عَلَيْهِمْ فَضْلَهُ وَإِحْسَانَه.
وَأَرْسَلَ غَيْثَ إِعانَتِهِ إِلَى قُلُوْبِ أَهْلِ وِلَاَيتِه.
أَحَمَدُهُ سُبْحانَهُ على مَا أَوْلَاهُ مِنْ عَمِيْمِ كَرَمِه  وَوَاسِعِ إِحْسانِه.وَأَشْكُرُ شُكْرِيْ مِنْ مَنِّهِ فَكَيْفَ أَبْلُغُ شُكْرَانَه.
وأشهدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ شَهادَةً شاهِدَةً بِصِدْقِ شاهِدِها وإِيْقانِه. وأشهدُ أَنَّ سَيِّدَنا محمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُه الْمُطَهَّرُ سِرُّهُ وإِعْلَانُه نَبيٌّ أَظْهَرَ اللهُ بهِ الْحَقَّ وأَبانَه. اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على عَبدِك ورَسُولِك مُحَّمدٍ وعَلى آلِهِ وأَصْحَابِه  بُدُوْرِ الدُّجَى ونُجُوْمِ الاِهْتِدْاء  وَلُيُوْثِ الْعِدا وسَحائِبِ النَّدَى الْهَتَّانَه .أمّا بعدُ. فَيآأَيُّها النَّاس اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقاتِه ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنْتُم مُسلِمُون.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang berbahagia…

Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita tingkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Swt. dengan selalu berusaha mejalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan iman dan ketakwaan kita bisa meraih ridha dari Allah Swt. Amin.

            Perlu kita ketahui bersama bahwa Allah Swt. telah menganugerahkan kepada kita semua sebagai manusia yaitu sesuatu yang begitu berharga, bernilai tinggi, yang dapat mengahantarkan manusia mencapai kemuliaan melebihi makhluk yang lainnya. Anugerah tersebut tak lain adalah akal fikiran. Tanpa akal dan fikiran munusia hanyalah sosok makhluk yang tak lebih dari seekor hewan, ia tak berbeda dengan kambing, kerbau, sapi, dan hewan-hewan yang lain. Allah Swt. Berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ( Q.S At-Tiin : 4).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

            Allah Swt. memberi anugerah yang berupa akal kepada manusia untuk mengangkat derajat manusia. Dengan akal  ia bisa menemukan jalan, membedakan antara hitam dan putih, antara baik dan buruk, dan membuatnya selamat atau celaka. Kita diberi akal yang cerdas, kita dianugerahi fikiran agar menjadi pandai. Cerdas dan pandai menurut Rasulullah Saw. adalah sebagaimana yang di jelaskan dalam sabda beliau :

اَلْكَيْسُ مَنْ دانَ نَفْسَهُ وعَمِلَ لِما بَعْدَ الْمَوْتِ. وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وتَمَنَّى علَى اللهِ.

Artinya : Orang cerdas adalah orang yang mau memaksa diri beribadah dan beramal untuk ( bekal ) setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang menuruti nafsu pada keinginannya, sementara ia berharap ( Surga ) kepada Allah. ( H.R. Baihaqi).

            Anugerah agung ini harusnya tidak kita sia-siakan. Karunia berharga ini mestinya tidak kita biarkan berlalu tanpa guna. Kita harus mensyukuri dengan menggunakannya sesuai tujuan penciptaannya. Kita harus memafaatkan secara maksimal untuk menimba dan menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Sebab, ilmu agama adalah kunci kebaikan seseorang. Rasulullah Saw.  bersabda :

مَنْ يُرِدِ اللهُ بهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ.

Artinya : Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memintarkannya dalam urusan agama. ( H.R Bukhari dan Muslim )

Hadirin jama’ah Jum’at yang di rahmati Allah…

Usia remaja adalah usia yang sangat produktif untuk menuntuk ilmu. Tubuh yang masih bugar dan akal fikiran yang  masih tajam harus terus diasah selagi kesempatan masih terbuka lebar. Tantangan zaman yang akan dihadapi kelak tentunya lebih berat daripada masa sekarang. Generasi muda sekarang harus bersiap menjadi generasi yang tangguh menatap gelombang badai yang siap menghantam.

Generasi muda muslim zaman sekarang harus menjadi pemimpin masa depan. Karena masa depan agama dan bangsa tergenggam di tangan, terpikul di atas pundak generasi muda. Selagi pintu masih terbuka lebar, tuntutlah ilmu sebanyak mungkin. Tapi, bukan hanya dicari dan di simpan. Setelah di peroleh, ilmu juga harus diamalkan semaksimal mungkin. Allah Swt. akan membuka pengetahuan baru tentang hal-hal yang belum diketahui. Rasulullah Saw. bersabda :

مَنْ عَمِلَ بِما عَلِمَ وَرَّثَهُ اللهُ عِلْمَ ما لَمْ يَعْلَمْ

Artinya : Barang siapa mengamalkan apa yang telah ia ketahui, niscaya Allah akan menganugerahkan pengetahuan tentang apa yang belum ia ketahui. ( H.R. Abu Nu’aim ).

Kepada para orang tua khusunya, melihat kenyataan zaman yang kian rusak moralnya dan budaya hidup yang kian merosot, kita harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anak kita. Pengawasan yang lebih terhadap pergaulan mereka agar tidak terjerembab dalam jurang kenistaan. Sebagai orang tua, kiranya kita perlu belajar kepada Nabi Ya’qub As. . Saat mendekati ajal, beliau bertanya kepada putra-putra beliau perihal nasib agama mereka sepeninggal beliau kelak.  Akankah mereka memegang teguh agama yang mereka selama ini diajarkannya, ataukah mereka akan kembali mengulangi kesesatan? Kisah ini telah diabadikan dalam Al-Qur’an :

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ.

Artinya : “Adakah kalian hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kalian sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” ( Q.S.Al- Baqarah : 133 ).

Hadirin jama’ah Jum’at yang berbahagia…

            Dari kisah itu, kita tahu bahwa perhatian terpenting orang tua kepada anaknya adalah pada masalah agama dan keselamatan moral putra-putrinya. Bukan hanya nasib kehidupan duniawi saja, melainkan ilmu dan adab sebagai bekal dalam menjalani hidup yang penuh rintangan dan tantangan. Warisan harta benda cenderung membuat anak-anak kita tidak rukun karena memperebutkannya, jika mereka tidak dibekali ilmu dan adab.

Sedangkan warisan ilmu akan menunjukkannya menjadi generasi yang bermoral dan berbudi luhur. Rasulullah Saw. juga tidak meninggalkan harta benda sebagai warisan untuk keluarga dan umatnya. Beliau meninggalkan dua perkara yang akan menjadi penuntun umat sepanjang masa, menunjukkan mereka pada jalan kebahagian Dunia dan Akhirat. Dua perkara itu tak lain adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. Rasulullah bersabda :

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلّوُا ما تَمَسَّكْتُمْ بِهِما كتابَ اللهِ وسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya : Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu: kitabullah ( Al-Qur’an) dan  Sunnah Rasulullah. ( H.R. Malik ).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang bersahaja…

Demikianlah khutbah Jumat pada kesempatan ini, semoga kita selalu dianugerahi hidayah dan inayah oleh Allah Swt. dalam menjalankan segala aktivitas hidup ini. Sehingga, kelak kita akan menjemput keselamatan dan keberuntungan Dunia dan Akhirat. Menjemput ridha Allah Swt di Akhirat Kelak.  Amin

أَعُوذُ بِاالله مِنَ الشَّيطانِ الرَّجِيمِ. وَلِكُلِّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيها فَاسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ أَيْنَ ما تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَميعًا إِنَّ اللهَ علَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيرٌ. بارَكَ اللهُ لِي ولَكُمْ فِي الْقُرْءانِ الْعَظِيمِ  ونَفَعَنَا وإِيَّاكُمْ مِنَ الْآياتِ  وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ إِنَّه تعالى جَوادٌ كَرِيمٌ مَلِكُ بَرٌّ رَءُوْفٌ رَحِيمٌ.

Khutbah II

اَلحمْدُ للهِ حَمْدًا كما أَمَرَ.وأَشْهدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ إِرْغامًا لِمَنْ جَحَدَ بِه وكَفَرَ. وأَشْهَدُ أَنَّ سَيّدَنا محمَّدًا عَبدُهُ ورسُولُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ والْبَشَرِ.اللَّهمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ على سيِّدِنا على عَبْدِكَ  ورَسُولِك محمَّدٍ وآلِه وصَحْبِه مَااتَّصَلَتْ عَينٌ بِنَظَرٍ وأُذُنٌ بِخَبَرٍ. ( أمّا بعدُ ) فيَآايُّهاالنّاسُ اتَّقُوا اللهَ تعالى وَذَرُوا الْفَواحِشَ ما ظهَرَ مِنْها وما بَطَنَ وحافَظُوا على الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الْجُمُعَةِ والجَماعَةِ . وَاعْلَمُوا  أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ  فِيه بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلائكةِ قُدْسِهِ. فَقالَ تعالى ولَمْ يَزَلْ قائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللهَ وَملائكتَهُ يُصَلُّونَ على النَّبِيِّ يَآ أَيّها الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا اللَّهمَّ صَلِّ وسَلِّمْ على سيِّدِنا محمَّدٍ وعلى آلِ سيِدِنَا محمَّدٍ  كَما صَلَّيْتَ على سيِّدِنا إِبراهِيمَ وعلى آلِ سيِّدِنَا إِبراهِيمَ في الْعالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللَّهمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاء الرّاشِدِينَ الَّذينَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكانُوا بِهِ يَعْدِلُونَ أَبي بَكْرٍ وعُمرَ و عُثْمانَ وعلِيٍّ وَعَنِ السَتَّةِ الْمُتَمِّمِينَ لِلْعَشْرَةِ الْكِرامِ وعَنْ سائِرِ أَصْحابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعينَ وَعَنِ التَّابِعِينَ وتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسانٍ إِلَى يَومِ الدِّينِ.

اللَّهمَّ لا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ مِنْهُمْ فِي عُنُقِنَا ظَلَامَة ونَجِّنَا بِحُبِّهِمْ مِنْ أَهْوالِ يَومِ الْقِيامَةِ. اللَّهمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ والمُسلمينَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ والمُشْركِينَ. ودَمِّرْ أَعْداءَ الدِّينِ. اللَّهمَّ آمِنَّا فِي دُوْرِنا وأَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُورِنا. وَاجْعَلِ اللَّهمَّ وِلَايَتَنا فِيمَنْ خافَكَ وَاتَّقَاكَ. اللَّهمَّ اغْفِرْ لِلمُسلِمينَ والمُسلماتِ والمُؤْمنينَ والمُؤْمِناتِ الْأَحْياءِ مِنْهُمْ والْأَمْواتِ بِرَحْمَتِكَ يَا وَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اللَّهمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ والوَباءَ والزِّنا والزَّلَازِلَ وَالمِحَنَ وَسُوءَ الفِتَنِ ما ظَهَرَ مِنْها وما بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا هَذا خاصَّةً وعَنْ سائِرِ بِلَادِ الْمُسلمينَ عامَّةً يا رَبَّ الْعَالَمِينَ.رَبَّنا آتِنا في الدّنيا حَسَنَةً وَفي الآخرة حَسَنَةً  وقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ والْإِحْسان وإِيتاءَ ذِي الْقُرْبَى  ويَنْهَى عَنِ الْفَحْشاءِ والْمُنْكَرِ       وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَكْبَرُ.

Khutbah Jumat: Kebaikan Membuahkan Keberuntungan


الحَمدُ لِلّهِ الذِي جَعَلَ قُلُوبَنَا بِذِكْرِهِ مُطْمَئِنَّة. أَشهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه, إلهٌ اطَّلَعَ عَلَى ضَمَائِرِنَا وَمَكْنُونِ سَرَائِرِنَا فَلَا يَخْفَى عَلَيهِ مَا أَضَرَّ العَبْدَ وَأَكَنَّه. وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا محمدًا عَبدُهُ وَرَسُولُه أَفضَلُ المَخْلُوقِينَ مِنْ مَلَكٍ وَإِنسٍ وَجِنَّةٍ.
اللهمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا محمدٍ وَعَلَى آلِهِ كَالنُّجُومِ المُنِيرَة.
أمَّا بَعدُ. فَيَآ أَيُّهَا الحَاضِرُون اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُسلِمون.

Hadiri Jama’ah Jumat yang berbahagia.

Marilah kita senantiasa melatih diri untuk selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita. Nikmat berupa kesehatan dan keimanan yang sehingga pada kesempatan ini kita bisa melaksanakan sholat Jum’at dengan kekhusyuan. Nikmat berupa kasih sayang yang Allah berikan kepada kita di saat kondisi terhimpit maupun sulit. Terlebih kita diberi nikmat berupa petunjuk untuk memeluk agama Islam dan mengimani apa yang ada di dalamnya. Sungguh sebuah nikmat yang sangat luar biasa jika kita mau merenungi. Oleh sebab itu, patutlah jika kita selalu memuji dengan kata-kata yang agung sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya.

Hadirin Jam’ah Jum’at yang dimuliakan Allah Swt.

Kita hidup di dunia ini diakui atau tidak, pasti segalanya akan membutuhkan dan melibatkan sesama. Karena hidup kita tidak sendiri, dalam arti segalanya ada campur tangan orang lain. Maka penyebutan makhluk sosial itu adalah gambaran bahwa segala aktivitas diri kita tak lepas dari campur tangan dan bantuan orang lain. Sementara masing- masing individu pastinya memiliki karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan lingkungan yang madani serta sebisa mungkin untuk saling memahami dan mengerti satu sama lain. Hindari perbuatan yang menimbulkan kegaduhan, keresahan, dan perbuatan-perbuatan yang kurang terpuji. Jika di antara kita ada yang membutuhkan pertolongan maka kita berusaha membantu dan menolongnya semampu kita baik berupa materi, solusi atau yang lainnya. Rasulullah berpesan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Umar R.A.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَال:الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya :”Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah saudara, tidak boleh mendzoliminya dan tidak menyerahkannya kepada (musuh). Barang siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan barang siapa yang menghilangkan satu kesusahan dari orang muslim, maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan dari berbagai kesusahan di hari Kiamat. Dan barang siapa yang menutupi (aib) orang muslim, maka kelak di hari Kiamat Allah akan menutupi (aib) nya “. ( H.R. Muttafaq ‘Allaih, Shohih).

Itulah tuntunan kita sebagai orang Islam. Mampu menciptakan kerukunan. Jika di antara saudara kita tertimpa musibah atau kesusahan, hendaknya kita sebisa mungkin tanggap dalam membantunya. Sesama muslim adalah saudara. Tidaklah pantas jika sesama muslim saling melakukan kezaliman. Hadis tersebut memberitahukan kepada kita tentang balasan orang yang mau membantu saudaranya, terlebih jika saudara kita sangat membutuhkan. Kelak pada hari Kiamat kita akan diberi kenyamanan.

Pada hari itu, semua pertolongan manusia tidaklah berguna.

Hanya Allah Swt. yang bisa memberikan pertolongan  dan orang-orang yang diizinkan oleh-Nya. Pada hari itu pula semua makhluk merasakan kesusahan yang tiada tara. Peristiwa menggemparkan yang pernah ada di dunia tidaklah sebanding dengan peristiwa yang akan terjadi kelak di hari Kiamat. Satu ayat yang menceritakan tentang sebagian kejadian di hari Kiamat.

وَحُمِلَتِ الۡأَرۡضُ وَالۡجِبَالُ فَدُکَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةً

Artinya : “ Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur ”. ( Q.S. Al-Haqqoh : 14).

Cobalah bayangkan jika semua gunung-gunung diangkat di atas kepala kita lalu dihancurkan. Kita bayangkan bongkahan-bongkahan dari gunung itu jika jatuh kembali, sementara semua makhluk berada di bawahnya. Lebih mengerikan dan lebih dahsyat  dibandingkan gempa, tsunami, tanah longsor, dan bencana-bencan lain yang pernah ada di bumi ini. Dan hal ini benar-benar nyata ada dalam kitab suci al-Qur’an. Oleh karenanya, sungguh beruntung jika di hari yang begitu mengerikan kita mendapat kenyamanan dan keselamatan. Maka dari itu, jika ingin diberikan kenyamanan dan keselamatan di hari Kiamat kelak, tanamkanlah dalam diri kita untuk membiasakan berbuat baik dan menolong kepada sesama muslim.

Hadirin kaum muslimin yang bersahaja.

Perlu kita ketahui, bahwa amal baik yang diajarkan dalam Islam sangatlah banyak dan beragam. Akan tetapi pada kenyataannya sangat jarang sekali yang melakukannya. Nabi Muahmmad S.A.W. bersabda :

الخَيرُ كثيرٌ ومَنْ يعملُ بهِ قَلِيلٌ

Artinya :”( Amal) kebaikan banyak, sementara orang yang mau mengamalkan sedikit “. ( H.R. Tabrani).

Sebenarnya manfaat dari kebaikan pada hakikatnya akan kembali kepada diri pribadi masing-masing. Jika kita berbuat baik kepada Allah dengan selalu taat atas segala perintah-Nya, maka Allah akan mencintai kita, sehinga kita akan mendapatkan pahala dari-Nya. Sementara dalam bersosialisasi dengan sesama, kita akan terhindar dari keburukan-keburukan yang akan menimpa kita, baik secara ucapan ataupun tindakan yang keluar dari mereka. Maka jika kita ingin terhindar dari keburukan mereka, kerjakanlah kebaikan, niscaya kita akan dicintai mereka. Bahkan tidak menutup kemungkinan kita juga akan mendapatkan balasan dan perlakuan mereka seperti apa telah kita lakukan.

Para Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah Swt.

ikat masa hidup yang ideal menurut Islam adalah jika diberi umur yang panjang kemudian umur tersebut digunakan untuk selalu melakukan hubungan yang baik, baik dengan Allah sebagai Tuhan atau kepada sesama sebagai bentuk sosial. Rasulullah Bersabda :

خَيرُ النَّاس مَنْ طالَ عُمْرُهُ وحَسُنَ عملُهُ

Artinya : “ Manusia yang paling baik adalah orang yang umurnya panjang dan amalnya juga bagus “. ( H.R. Ahmad dan Tirmidzi )

Bahkan tidak hanya di dunia saja, kelak di akhirat, pelaku kebaikan akan mendapatkan keistimewaan yang tak terhingga. Dengan demikian, para pelaku kebaikan akan mendapatkan siratan pahala dari para pengikutnya. Dan sebaliknya, jika yang ditanam adalah perbuatan yang buruk, kemudian perbuatan buruknya diikuti oleh pengikutnya, kelak pelakunya akan mendapatkan dosa berlipat ganda. Dosa dari yang telah diperbuat dan dosa dari para pengikut yang megikuti perbuatan buruknya. Sebuah hadist Nabi memberitahun akan hal itu :

مَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْءٌ ، وَمَنْ سَنَّ فِـي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِـّئَةً ، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Artinya : “Barang siapa yang memberi teladan (contoh) perbuatan yang baik, ia akan mendapatkan pahala perbuatan tersebut serta pahala orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang memberikan contoh kejelekan, maka ia akan mendapatkan dosa perbuatan tersebut serta dosa orang-orang yang mengikutinya (sampai hari kiamat) tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun”. ( H. R. Tirmidzi dan Ahmad ).

Betapa beruntungnya jika di akhirat kelak kita bisa memetik hasil jerih payah kita selama di dunia. Dan sangatlah menyedihkan jika kita termasuk dalam golongan yang disiksa dan dimasukkan ke dalam api Neraka.

Hadirin Jama’ah Jum’at yang berbahagia.

Kiranya khutbah kali ini bisa menjernihkan hati kita untuk selalu menjadi insan yang terbaik dan semoga pesan dalam khutbah ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Amin.

أعوذ بالله من الشيطان الرَّجيم : يَآأَيُّهَاالذينَ  ءَامَنُوا ارْكَعُوا  وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ , بَارَك اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْءَانِ الْعَظِيمِ . وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ التَّوابُ الرَّحِيْمِ.

Khutbah II


اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلمُقَرَّبِيْنَ اللّهُمَّ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أكبر