Tag Archives: ponpes

Peringatan Isro’ Mi’roj Ponpes Putri Al- Baqoroh

Lirboyonet, Kediri – Pondok Pesantren Putri Al- Baqoroh kemarin baru saja menggelar Peringatan Isro’ Mi’roj & Jam’iyyah Kubro, acara yang diadakan setiap tahun ini juga diisi dengan pelantikan kepengurusan yang baru untuk Ponpes Putri Al- Baqoroh, bertempat di  aula peringatan tersebut dimulai jum’at malam (09/03/18).

Namun sebelumnya telah diselenggarakan berbagai lomba untuk memeriahkan acara, seperti lomba MHQ, CCI dan Khitobah. Lomba yang pertama MHQ diadakan pada tanggal 24 – 25 Februari untuk CCI diadakan pada tanggal 1 Maret dan Khitobah yang dibalut dalam acara MUSIK BOQ (Musabaqoh Siar Keagamaan Al- Baqoroh) ini diadakan tanggal 8 Maret.

Selain pelantikan kepengurusan baru Ponpes Putri Al- Baqoroh peringatan tersebut juga menyisipkan penyerahan piala kepada para pemenang lomba yang dihaturkan oleh Ning Sheila Hasina.

Acara peringatan tersebut juga dihadiri KH. Hasan Syukri Zamzami Mahrus dan Ibu nyai Hj. Nur Hannah.

“jika sudah nderes tapi belum lancar berarti nderesnya kurang dan jangan takut tidak lancar akan tetapi takutlah tidak bisa nderes secara istiqomah”, dawuh Ibunyai Hj. Nur Hannah dalam mauidzoh beliau.

KH. Hasan Syukri Zamzami juga berpesan kepada para santri putri Al- Baqoroh dalam mauidzoh beliau “mondok mempeng itu lebih nikmat daripada mondok sering keluar, nikmatnya mempeng bisa dirasakan kalau sudah di rumah, di pondok yang tidak kalah pentingnya adalah barokah dan di pondok juga diajarkan empat perkara yang menjadikan seseorang bertambah drajatnya yakni ilmu, adab, jujur dan amanah”.

Saat Haji, Mbah Manab Umrah 70 Kali

Kisah ini terjadi sekitar tahun 1920-an. Di masa itu, Mbah Manab berangkat haji ditemani sahabat karibnya, KH. Hasyim Asy’ari. Ada yang membuat kagum KH. Hasyim Asy’ari kepada beliau. Tiada lain adalah kezuhudan beliau.

Mbah Hasyim heran, Mbah Manab yang kemampuan duniawinya biasa saja, mampu melaksanakan haji. Mbah Hasyim lantas bertanya kepada beliau, apakah sudah siap segalanya. Ternyata memang sudah semuanya. Cuma yang bikin beliau semakin heran adalah ketika ditanya berapa jumlah uang beliau, Mbah Manab hanya menjawab pendek, “Mboten ngertos (tidak tahu).”

Kontan Mbah Hasyim meminta uang itu untuk beliau hitung. Ternyata, malah lebih dari cukup untuk menunaikan ibadah haji. Kemudian, Mbah Manab dan Mbah Hasyim berangkat bersama ke tanah suci. Beliau berdua berada dalam satu kapal. Di tanah suci, Mbah Manab mampu melakukan umrah sampai 70 kali. Itu pun beliau lakukan dengan berjalan kaki dari Tan’im (tempat miqat umrah).

Untuk beliau berdua, Lahumal Fatihah.

 

*Dikutip secara ringkas dari buku Pesantren Lirboyo, Sejarah, Peristiwa, Fenomena dan Legenda.

Apel Kebangsaan Banser Meneguhkan Kedaulatan Bangsa

LirboyoNet, Kediri—Dalam rangka hari lahir Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-83, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur memperingatinya dengan melakukan Kirab Kebangsaan. Kirab ini adalah bentuk napak tilas Banser akan pergerakan Ansor, di mana Ansor dilahirkan di Banyuwangi, tepat saat diselenggarakan Muktamar NU ke-9, pada 10 Muharram 1353 H./24 April 1934 M. Kirab yang dimulai dari Banyuwangi sejak beberapa hari lalu, diakhiri pada Sabtu, (20/05) kemarin di lapangan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Apel Kebangsaan ini diikuti oleh tidak kurang dari 10.000 anggota Banser se-Jawa Timur. Mereka datang dari berbagai daerah, baik se-karesidenan Kediri, hingga kota dan kabupaten lain di Jawa Timur. Mereka yang datang itu terdiri dari beberapa elemen Banser. Antara lain, Detasemen Khusus Asmaul Husna 99 (Densus 99), Satuan Khusus Banser Lalu Lintas (Balantas), hingga Banser Maritim (Baritim).

Dalam amanatnya, Dr. Soekarwo, Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa apel ini berguna untuk merefleksikan diri pada perjuangan ulama terdahulu. Dengan begitu, makna kemerdekaan yang telah diraih akan bergelora di batin para nahdliyin, khususnya anggota Banser. “Kita patut berterima kasih kepada para ulama. Mereka telah bersusah payah membangun dan mendidik kita ilmu agama, disertai balutan nilai-nilai kebangsaan.”

Lebih dari itu, ia memuji peran Banser bagi kedaulatan negara Indonesia. “Banser telah mampu membuktikan diri dalam menjaga keutuhan NKRI dengan berbagai kegiatannya yang positif,” tukas pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini.

Dalam Orasi Kebangsaan, satu sesi setelahnya, Ketua Umum GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas memberi peringatan yang tegas bagi siapapun yang berusaha mengganggu kedaulatan NKRI. “Ansor tidak sepakat dengan HTI, terutama dalam konsep bernegara dan berbangsa. Ansor membela sungguh-sungguh keutuhan bangsa Indonesia.” “Sahabat-sahabat,” sapanya kepada para hadirin, “negara ini didirikan oleh para ulama dan kiai-kiai panutan kita. Jika ada yang mengatakan negara ini negara thoghut, negara kafir, ini sama saja menginjak harga diri kita. Jika ada yang ingin mengacaukan bangsa Indonesia, apa yang kita lakukan?” sontak hadirin berteriak, “Lawan!”.

Tentu, Gus Yaqut meneruskan, perlawanan kita harus patuh pada aturan hukum. “Tetaplah dalam satu komando. Jangan terprovokasi oleh adu domba yang dilancarkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab.”

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut juga menginstruksikan kepada seluruh anggota GP Ansor dan Banser, untuk mengenakan atribut Ansor dan Banser dalam berbagai kegiatan keagamaan, terutama dalam segala bentuk kegiatan dalam bulan Ramadan. “Ini sebagai bukti bahwa Banser tidak lupa terhadap masjid, mushola, langgar, dan kiai sebagai pondasi dalam memperoleh ilmu agama.”

Turut hadir dalam Apel Kebangsaan ini segenap pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, yakni KH. M. Anwar Manshur, KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus. Juga terlibat dalam apel ini, KH. M. Anwar Iskandar selaku Wakil Rois Syuriah PWNU, Kapolda Jawa Timur  Irjen Pol Machfud Arifin, Walikota Kediri Abdulloh Abu Bakar, dan tokoh-tokoh kebangsaan lain.