Dahsyatnya Doa Ibu

Nabi Musa suatu ketika menanyakan kepada Allah Swt. “Ya Rabb, siapa nanti yang menemaniku di surga?” Allah Swt. menjawab, “Yang menjadi temanmu di surga adalah orang yang pertama kali lewat.” Penasaran dengan orang yang dimaksud, beliau menunggu di depan rumah, siapakah orang yang pertama kali lewat. Nabi Harun kah? Para sahabat beliau kah? Tidak lama…

Lanjutkan

Mentalitas Berpikir

Pada umumnya seni berpikir sangatlah kental dengan nilai filosofis yang ada dalam jagat raya ini. Setidaknya kita bisa lebih bijak menggunakan kemampuan otak untuk berpikir lebih peka dan praktis dari lini setiap persoalan yang ada. Hal ini sebagai manifestasi rasa syukur atas anugerah yang diberikan Allah kepada manusia sebagai pembeda dengan mahluk yang lainya. Pernahkah…

Lanjutkan

Ketika Syair Cinta Ditukar Jubah Kekasih

Beberapa waktu lalu, KH. Said Aqil Siraj, ketua Umum PBNU yang juga mutakharij Pondok Pesantren Lirboyo, melakukan hal istimewa di tayangan live di salah satu stasiun televisi swasta. Beliau membeberkan bagaimana perjuangan Nahdlatul Ulama untuk kukuh dalam merawat persatuan dan perdamaian bangsa. Nahdlatul Ulama ingin rasa kebencian yang mulai merasuki masyarakat Indonesia, hilang dan berganti…

Lanjutkan

KH. Muhsin Ghozali: Tiga Tipologi Orang Mondok dan Kesan Mendalam Terhadap KH. Mahrus Aly

Menurut analisa saya ketika ngaji tafsir kepada Mbah Juki (KH. Marzuqi Dahlan) bahwa orang mondok itu ada tiga komponen: terdiri dari akal, pikiran, dan jasad. Jika yang mondok hanya jasadnya, sedangkang akalnya tidak, maka dia taat dengan peraturan tetapi malas belajar. Jika yang mondok akalnya, maka dia selalu belajar, tetapi suka melanggar peraturan dan malas…

Lanjutkan

Maulid Sebagai Ekspresi Kegembiraan

Perintah bergembira atas kehadiran Rasullulah Saw di muka bumi ini datang langsung dari Allah Swt, melalui firmannya: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(QS. Yunus:58) Menurut sahabat Ibnu Abbas Ra, pakar tafsir…

Lanjutkan

KH. Masdain: Metode ngajar Mbah Marzuqi

Metode belajar yang dipakai oleh KH. Marzuqi dahlan adalah metode klasik, seperti memaknai dengan sistem mubtadak-khabar. Saya dan Gus Bahru disuruh membaca kemudian di-maknai lalu di-tarkib. KH. Marzuqi Dahlan tidak menyuruh untuk menerangkan. Kemudian KH. Marzuqi Dahlan membaca kembali dan di-Murodi. KH. Marzuqi Dahlan dalam membacakan kitab dan memaknai tidak perlu di-murodi seperti halnya para…

Lanjutkan

Beda, Ngaji Al-Hikam Lirboyo

Anda sering dengar kitab al Hikam kan? Itu adalah kitab tasawuf babon yang dikarang oleh Syekh Ibnu Athaillah as Sakandari, orang Mesir. Kitab al Hikam ini banyak dikaji oleh para kiai sepuh di banyak pesantren di Indonesia. Biasanya pengajian dilaksanakan secara mingguan atau selapanan (36 hari sekali). Di Pesantren Tambakberas Jombang, Kiai Jamaluddin Ahmad mengadakan…

Lanjutkan

KH. Ilham Nadzir: Ngaji pada KH. Marzuqi Dahlan Seperti Minum Madu Murni

Kesederhanaan KH. Marzuqi Dahlan yang saya tahu tidak pernah berdandan (gak tahu macak, blas). Aktifitas keseharian beliau mengaji ke daerah Jampes dengan hanya bersepeda ontel (sepeda kuno tempo dulu). Bannya masih berupa ban ungkul (ban sepedanya terbuat dari karet utuh), sadel sepedanya yang  jengat dengan hanya diberi lilitan tali. Beliau juga suka berziarah ke makam-makam…

Lanjutkan