KH. Abdulloh Kafabihi: Syukur atas Kelahiran Nabi

syukur atas kelahiran nabi

KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus dalam salah satu mauidzahnya menjelaskan bahwa memperingati Maulid Nabi Muhammad saw bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk nyata syukur kita kepada Allah atas kelahiran Rasulullah saw.

“Adapun memperingati maulid merupakan ungkapan syukur kepada Allah atas dilahirkannya Nabi.”

Baca juga: KH. M. Anwar Manshur: Perintah Rasulullah untuk Para Pelajar

Manfaat Maulid Nabi

Beliau menjelaskan, orang yang berbahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad saw akan memperoleh manfaat. Misalnya, dengan mengadakan pengajian, umat bisa mengambil sekaligus memberi manfaat melalui ilmu dan nasihat yang disampaikan.

Perayaan Maulid sendiri tidak terikat pada waktu tertentu. Ungkapan syukur dapat kita wujudkan dalam berbagai bentuk, seperti pengajian, sedekah, atau puasa. Yang terpenting, tidak kita sertai dengan hal-hal yang mengandung maksiat.

Baca juga: KH. M. Anwar Manshur : Keutamaan Birrul Walidain

“Silakan melaksanakan maulid dengan pengajian, shodaqoh, atau puasa—ini baik-baik saja. Ungkapan syukur tidak terikat dengan waktu. Namun, jika dilakukan di bulan Maulid tentu lebih pas.”

Ibrah dari Kisah Abu Lahab

KH. Abdulloh Kafabihi menuturkan kisah Abu Lahab yang merasa gembira mendengar kelahiran Nabi Muhammad saw. Sebagai bentuk ungkapan rasa senang, ia memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah.

Dalam sebuah riwayat, sahabat Abbas bermimpi melihat Abu Lahab mendapat keringanan siksa setiap hari Senin, hanya karena kegembiraannya atas kelahiran Rasulullah saw. Padahal, Abu Lahab adalah orang yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an sebagai penentang Nabi.

Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Syafaat Nabi Muhammad

KH. Abdulloh Kafabihi menekankan, jika orang kafir saja bisa memperoleh manfaat dari rasa bahagianya terhadap kelahiran Nabi. Maka, betapa besar manfaat yang akan seorang mukmin peroleh yang merayakan kelahiran Rasulullah dengan niat ikhlas dan amal baik.

Penutup Syukur atas Kelahiran Nabi Muhammad saw

Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus memberikan pelajaran penting bahwa Maulid adalah momentum syukur, bukan sekadar ritual. Melalui Maulid, umat Islam meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah, memperkuat iman, dan berharap keberkahan serta syafaat beliau di akhirat kelak.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

One thought on “KH. Abdulloh Kafabihi: Syukur atas Kelahiran Nabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses