Dalam tradisi pesantren, dawuh para masyayikh selalu menjadi pegangan hidup santri. Salah satunya adalah nasihat KH. M. Anwar Manshur yang disampaikan pada acara pelepasan guru bantu di Gedung Lajnah Bahtsul Masail pada 24 Juni 2019. Beliau menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ telah memberikan arahan yang jelas bagi para pelajar yang mencari ilmu agar tidak keluar dari empat golongan utama.
Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus Menjelaskan Isi Kitab Perihal Perayaan Maulid Nabi
Pertama, ‘Āliman, yakni menjadi orang yang berilmu, seorang guru, pengajar, atau ulama yang bermanfaat bagi umat. Kedua, Muta‘alliman, yaitu mereka yang tekun mencari ilmu. Ketiga, Mustami‘an, orang yang dengan penuh kesungguhan mendengarkan nasihat dan wejangan dari orang-orang sholeh. Keempat, Muhibban, orang yang mencintai ilmu serta mencintai ahli ilmu. Empat posisi ini adalah jalan selamat yang Rasulullah ﷺ sabdakan, sehingga siapa pun yang ingin meraih keberkahan tidak boleh berada di luar lingkaran tersebut.
Khidmahnya Orang yang Mencari Ilmu
Lebih lanjut, KH. Anwar Manshur mengingatkan agar setiap pengabdian atau khidmah selalu kita niati dengan benar. Segala aktivitas di luar pondok hendaknya kita niati sebagai nasyrul ‘ilmi (menyebarkan ilmu), ta‘āwun ‘alal birri wat-taqwā (tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan), serta untuk memudahkan urusan masyarakat. Dengan niat demikian, santri tidak hanya menjaga nama baik diri sendiri, tetapi juga membawa harum nama pondok pesantren.
Baca juga: Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi di Ta’dhim Maulid Lirboyo 1447
Hal lain yang ditekankan adalah pentingnya menjaga akhlāqul karīmah. Dimanapun santri berada, akhlak menjadi cermin utama. Jangan merasa diri paling utama, tetapi jagalah sifat tawadhu‘. Rendah hati akan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah dan manusia. Sebaliknya, kesombongan justru meruntuhkan kehormatan ilmu.
Menyampaikan Ilmu
Terakhir, beliau berpesan agar setiap penyampaian ilmu dilandasi keikhlasan. Ilmu bukan sarana untuk mencari keuntungan duniawi, melainkan jalan untuk menggapai pahala Allah SWT. Dengan ikhlas, seorang guru maupun santri akan mendapatkan barakah, meskipun mungkin tidak terlihat secara kasat mata. Keberkahan inilah yang menjadikan ilmu bermanfaat sepanjang zaman.
Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Syafaat Nabi Muhammad
Nasihat KH. M. Anwar Manshur ini menjadi pengingat berharga bagi santri maupun masyarakat luas. Bahwa dalam perjalanan mencari dan menyebarkan ilmu, empat kedudukan mulia yang disebut Rasulullah harus selalu dipegang teguh, dengan niat yang lurus, akhlak yang terjaga, dan keikhlasan yang mantap.
*Disampaikan dalam acara pelepasan guru bantu di gedung Lajnah Bathsul Masail 24 jun 2019 M.(TB)
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
