Oleh: M. Maliki Ilham (III Tsanawiyah Bag. M. 03)
Tersebarnya pondok pesantren di seluruh pelosok Indonesia merupakan wujud nyata dari ikhtiar para ulama dalam memperkokoh ajaran Islam di bumi Nusantara. Jika para Walisongo dahulu menyebarkan Islam melalui metode (thariqah) dakwah dan keteladanan mereka di tengah masyarakat. Maka para ulama setelahnya menanamkan ajaran Islam dengan cara yang lebih sistematis. Mengisi ruang-ruang spiritual dan intelektual umat melalui pendidikan pesantren.
Baca juga: Dimensi Ta’abbudi: Seni Tuhan Menguji Hamba-Nya
Makna thariqah
Secara harfiah, thariqah berarti “jalan”. Yakni petunjuk dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran yang diturunkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw., kemudian diamalkan oleh para sahabat, tabi’in, hingga sampai kepada para guru kita hari ini. Dalam konteks spiritualitas Islam, thariqah merupakan metode penting yang menuntun seorang hamba untuk mencapai satu tujuan utama: mengenal dan mendekat kepada Allah Swt.
Dalam Nazham Kifayah al-Athqiya’ disebutkan perumpamaan indah mengenai hubungan antara syariat, thariqah, dan hakikat:
فَشَرِيعَةٌ كَسَفِينَةٍ وَطَرِيقَةٌ # كَالْبَحْرِ ثُمَّ حَقِيقَةٌ نُورٌ غَلَا.
“Syariat itu ibarat perahu, thariqah bagaikan lautan, dan hakikat adalah cahaya yang tersembunyi di dalamnya.”
Bait tersebut menggambarkan bahwa syariat adalah sarana, thariqah adalah perjalanan, dan hakikat adalah tujuan akhir dari perjalanan spiritual seorang hamba menuju Tuhannya.
Baca juga: Latar Belakang Berdirinya Sumpah Pemuda
Thariqah ta’lim wa taallum
Di lingkungan pesantren, salah satu bentuk thariqah yang paling menonjol adalah ta’lim wa ta’allum. Yaitu jalan menuju Allah melalui proses belajar dan mengajar. Metode ini diyakini sebagai salah satu cara paling efektif bagi santri untuk memahami agama secara utuh. Tidak hanya dari sisi hukum dan fiqih, tetapi juga dari dimensi makna dan hikmah yang mendalam.
Pemahaman ini memiliki landasan kuat dalam sabda Rasulullah saw.:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الجَنَّةِ.
“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Hadis tersebut menegaskan bahwa pengabdian terhadap ilmu (khidmah al-‘ilm) merupakan salah satu jalan terbaik untuk mendekat kepada Allah. Melalui ta’lim (pengajaran) dan ta’allum (pembelajaran), seseorang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperbaiki ibadah, mengenal Tuhannya, serta menata akhlaknya.
Dengan demikian, thariqah ta’lim wa at-ta’allum bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan perjalanan spiritual yang menuntun seorang hamba menuju ridha dan kedekatan dengan Allah Swt.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
