HomeKonsultasiAksesoris Sticker Kaligrafi

Aksesoris Sticker Kaligrafi

0 2 likes 97 views share

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Untuk memperindah peralatan yang dipakai sehari-hari, banyak di antara teman-teman yang menambahkan aksesoris, salah satunya ialah aksesoris yang berupa sticker kaligrafi. Ada yang ditempelkan di kaca mobil, cashing handphone, kaca rumah, dan lain sebagainya. Bagaimanakah syariat menanggapi hal tersebut? Terimakasih.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Sholeh – Lamongan.

_____________________

Admin – Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada bapak Sholeh yang kami hormati.

Sebagian besar tulisan kaligrafi yang ada dalam sticker merupakan penggalan ayat al-Qur’an, shalawat, doa, dan lain sebagainya. Yang mana hampir dapat dipastikan dalam tulisan tersebut terdapat kata-kata yang wajib dimuliakan (asma’ mu’addzom). Sehingga dalam penggunaannya diharuskan tetap memegang etika untuk memuliakan tulisan tersebut.

Pemilahan hukum menggunakan asma’ muadzhom itu sesuai dengan keterangan dalam kitab Mausu’ah al-Fiqhiyyah:

كِتَابَةُ الْقُرْآنِ عَلَى الْحَائِطِ: ذَهَبَ الشَّافِعِيَّةُ وَبَعْضُ الْحَنَفِيَّةِ إِلَى كَرَاهَةِ نَقْشِ الْحِيطَانِ بِالْقُرْآنِ مَخَافَةَ السُّقُوطِ تَحْتَ أَقْدَامِ النَّاسِ، وَيَرَى الْمَالِكِيَّةُ حُرْمَةَ نَقْشِ الْقُرْآنِ وَاسْمِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى الْحِيطَانِ لِتَأْدِيَتِهِ إِلَى الاِمْتِهَانِ. وَذَهَبَ بَعْضُ الْحَنَفِيَّةِ إِلَى جَوَازِ ذَلِكَ

Pembahasan menulis al-Quran di tembok. Ulama madzhab Syafi’i dan sebagian ulama madzhab Hanafi berpendapat hukum makruh apabila mengukir tembok dengan tulisan al-Qur’an. Karena dikhawatirkan akan jatuh sampai di bawah telapak manusia. Adapun ulama madzhab Maliki berpendapat haram mengukir tulisan al-Qur’an atau lafadz Allah di tembok karena akan berpotensi terlecehkan. Adapun sebagian ulama madzhab Hanafi memperbolehkan hal tersebut.”[1]

Merujuk dari keterangan di atas, pemasangan sticker kaligrafi yang ditempelkan di alat-alat yang sering digunakan setiap hari dapat diperinci sebagai berikut:

Boleh, apabila dipasang pada tempat yang aman dan tidak berpotensi menyebabkan sticker itu dilecehkan. Makruh, apabila dipasang pada tempat yang berpotensi menyebabkan sticker itu dilecehkan. Haram, apabila dipasang di tempat yang jelas-jelas hina dan terlecehkan.[] waAllahu a’lam

____________

[1] Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyah, XXVI/235.