71 views

Tutorial Ijab Kabul, Apa Saja yang Harus Dipersiapkan? [1]

Banyak yang masih merasa bingung apa saja yang harus dipersiapkan saat ijab kabul. Sebelum ke tutorial ijab kabul perlu kita ketahui dalam pernikahan terdapat 5 rukun yang harus terpenuhi ;

Pertama, sudah ada kedua calon mempelai, laki-laki dan perempuan. Kedua, Shighat, atau ungkapan yang mengisyaratkan tanda jadi dalam pernikahan, meliputi ijab dan kabul. Ketiga, adanya wali nikah. Keempat, Hadir setidaknya dua orang wali saat prosesi acara.

Kita langsung beranjak ke rukun yang kedua, yakni ijab dan kabul. Sebelum pelaksanaan akad, biasanya perwakilan dari penghulu (KUA) akan menanyakan terkait mas kawin (mahar) kepada mempelai pria dengan sepengetahuan saksi.

Jika mas kawin berbentuk uang, maka sebutkan berapa nominal yang diberikan. Sedang jika berupa barang, maka sebutkan rinciannya. Agar nanti bisa dita’yin (ditentukan, dirinci) saat prosesi akad.

Pengajian Bulan Puasa Nantinya Bisa Anda Ikuti Di Channel Youtube atau Halaman Facebook Kami

Ijab dan cara mewakilkannya

Ijab adalah bentuk pemasrahan dari pihak wali mempelai perempuan, kalimat yang digunakan harus jelas, tidak boleh dengan sindiran. Dalam pelaksanaannya, ijab bisa dilakukan oleh walinya langsung (Seperti Ayah atau Kakek) atau diwakilkan kepada orang lain. Kalimat yang digunakan wali jika ingin mewakilkan kepada orang lain sebagai berikut, boleh juga menggunakan bahasa selain arab ;

Wali yang mewakilkan;

وَكَّلْتُكَ فِى تَزْوِيْجِ هِنْدٌ بِنْتِيْ عَنْ فُلَانٍ بِمَهْرِ أَلَافِ رُوْبِيَةٍ حَالًا / مُؤَجَّلًا

“Saya wakilkan padamu untuk menikahkan putriku Hindun dengan Fulan, dengan mahar seratus ribu rupiah, tunai/tempo.”

Wakil menerimanya dengan ;

قَبِلْتُ تَوْكِيْلَكَ فِى تَزْوِيْجِهَا عَنْ فُلَانٍ بِالْمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ

“Saya terima perwakilanmu untuk menikahkan putrimu pada Fulan dengan mahar yang disebutkan.”

Setelah itu wali atau wakil mulai melakukan ijab dengan menggunakan redaksi sebagaimana berikut, bisa menggunakan bahasa selain arab ;

Kalimat Ijab yang langsung dilakukan oleh wali

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ : أُوْصِيْكُمْ عِبَادَاللهِ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ, أُزَوِّجُكَ عَلَى مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ مِنْ إِمْسَاكٍ بِمَعْرُوْفٍ أَوْ تَسْرِيْحٍ بِإِحْسَانٍ, وَأَحَلَّ اللهُ لَكُمُ النِّكَاحَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ السَّفَاحَ, يَا …. (فلان) أنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ بِنْتِيْ (فلانة) بِمَهْرِ آَلَافِ رُوْبِيَةٍ حَالًا / مُؤَجَّلًا.

Bacaan Ijab oleh wakil

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ : أُوْصِيْكُمْ عِبَادَاللهِ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ, أُزَوِّجُكَ عَلَى مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ مِنْ إِمْسَاكٍ بِمَعْرُوْفٍ أَوْ تَسْرِيْحٍ بِإِحْسَانٍ, وَأَحَلَّ اللهُ لَكُمُ النِّكَاحَ وَحَرَّمَ عَلَيْكُمُ السَّفَاحَ, يَا …. (فلان) أنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ (فلانة بنت فلان) مُوَكِّلِيْ بِمَهْرِ آَلَافِ رُوْبِيَةٍ حَالًا / مُؤَجَّلًا.

Note : Ijab boleh tanpa menggunakan kalimat pembuka seperti di atas, langsung pada intinya yakni أنْكَحْتُكَ وَزَوَّجْتُكَ atau “Saya nikah dan kawinkan…”.

Informasi Pondok Unit yang Ada di Lirboyo.

Kabul dan Cara Mewakilkannya

Kabul adalah ungkapan penerimaan dari mempelai pria atau orang yang sudah mendapatkan mandat untuk mewakilkan.

Bila ingin mewakilkan, mempelai pria bisa menggunakan redaksi berikut, atau dengan bahasa lain yang mengindikasikan akad untuk mewakilkan ;

Mempelai pria ;

وَكَلْتُكَ فِيْ قَبُوْلِ نِكَاحِ هِنْدٌ بِنْتِ بَكْرٍ

“Saya wakilkan kepadamu untuk menerima nikahnya Hindun putri dari Bapak Bakar.”

Wakil menjawab ;

قَبِلْتً تَوْكِيْلَكَ فِى قَبُوْلِ نِكَاحِهَا

“Saya terima perwakilanmu untuk menerima nikahnya.”

Kalimat kabul oleh mempelai pria ;

Setelah wali atau wakilnya selesai dari kalimat ijabnya, mempelai pria atau wakil harus segera menyambutnya dengan kalimat kabul berikut, antar ijab dan kabul tidak boleh ada pemisah ;

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا لِنَفْسِيْ بِالْمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ

“Saya terima nikah dan kawinnya untuk diriku dengan maskawin tersebut.”

Kalimat kabul oleh pihak wakil ;

قَبِلْتُ نِكَاحَهَا وَتَزْوِيْجَهَا لِفُلَانٍ / لَهُ بِالْمَهْرِ الْمَذْكُوْرِ

“Saya terima nikah dan kawinnya untuk Fulan dengan maskawin tersebut.”

Dari sini jika semua syarat sudah terpenuhi, akad nikah sudah sah. Part selanjutnya kami ulas tentang doa-doa manten anyar. Sekian, semoga bisa bermanfaat. []

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.