HomePojok LirboyoBahtsul Masa’il: Pesantren Menolak Pelesir Dewan dengan Kedok Kunker

Bahtsul Masa’il: Pesantren Menolak Pelesir Dewan dengan Kedok Kunker

3 0 likes 621 views share

LirboyoNet, Kediri – Maraknya kegiatan kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat keluar negeri, ternyata juga mengusik aktifis Musyawarah dunia pesantren untuk urun rembug terhadap kegiatan ini, mereka beranggapan bahwa tindakan tersebut sangat merugikan Negara dan seluruh rakyat Indonesia. Hal ini terbahas dalam Bahtsul Masa’il yang diselenggarakan oleh LBM (Lajnah Bahtsul Masa’il) Pondok Pesantren Lirboyo dalam rangka penutupan aktifitas Bahtsul Masa’il tahunan, kamis lalu (19/05).

Lebih lanjut forum yang diikuti oleh puluhan santri perwakilan dari masing-masing tingkatan di Pondok Pesantren Lirboyo ini, juga menyoroti rencana DPR untuk membangun gedung baru dengan anggaran dana milyaran rupiah, padahal secara kwalitas, anggota dewan masih belum maksimal dalam membela kepentingan rakyat, utamanya kaum minoritas, namun ironisnya anggota dewan justru menambahkan fasilitas baru ditengah jeritan rakyat Indonesia.

Akhirnya secara bulat dan berdasarkan dari rujukan kitab-kitab yang Mu’tabar, forum menyepakati menolak dengan tegas kunjungan kerja dan pembangunan gedung baru tanpa ada maslahat yang jelas bagi rakyat Indonesia. Selain memberikan kritikan terhadap para wakil rakyat tersebut, forum juga memberikan sumbangsih pemikiran agar kinerja anggota Dewan bisa maksimal, terutama dalam penataan financial.

Dalam Bahtsul Masa’il yang dihelat selama 2 hari tersebut, selain membahas tentang fenomena anggota dewan, Bahtsul masa’il ini juga membahas beberapa peristiwa aktual yang sedang terjadi di masyarakat, seperti fenomena pergaulan bebas di kota-kota pendidikan, Aqdun nikah, guru ngaji TPQ dan lain-lain.

Untuk menyimak dengan detail, kami persilahkan kepada pengunjung lirboyo.net, men-download hasil Bahtsul Masa’il tersebut disini, Komisi A dan Komisi B

rIFF