1.868 views

Bijak Memilih Bestie

Pada belakangan ini kerap kita mendengar “hai bestie” atau “ok bestie”, yang mana dilontarkan oleh sebagian orang pada orang lain.

Lantas sebenarnya apa itu Bestie?

Kalau coba kita teliti sebenarnya kata Bestie merupakan pengembangan dari asal kata Best friend yang memiliki arti sahabat karib, atau secara definitif adalah seseorang yang secara memiliki hubungan emosional dengan kita, dimana saat senang dan duka kita ia akan ikut merasakannya.

Dalam agama Islam memiliki bestie sangatlah dianjurkan bagi tiap muslim. Karena dengannya seseorang akan mendapat support dalam setiap aktivitas yang akan dilakukan. Lebih memiliki keberanian menghadapi realita kehidupan. Juga mendapat banyak jalan keluar dari setiap problematika kehidupan yang ia alami.

Oleh karenanya ada ungkapan (kategori yang pertama)


أَخَاكَ أَخَاكَ إِنَّ مَنْ لَا أَخَا لَهُ # كَسَاعٍ إِلَى الهَيْجَا بِغَيْرِ سِلَاحِ
Artinya: “Bestie, jagalah bestiemu karena sesungguhnya seorang tanpa bestie bagai ia yang menerjang medan perang tanpa membawa weapon (senjata)”


Selanjutnya Islam mengajarkan untuk memilih teman yang baik. Bagaimana tidak, adanya lingkungan tertentu secara spontanitas dan berkala memang mampu mempengaruhi ekosistem yang ada dilingkungan tersebut. Sebagai contoh bila seekor sapi ganas dikumpulkan bersama kerumunan sapi jinak, maka yang ganas akan berubah menjadi jinak.

Sehingga penting bagi seseorang untuk pandai dalam memilih circle pergaulan agar ia terhindar dari pergaulan toxic atau pergaulan yang negatif. Terlebih di era digitalisasi sekarang ini hendaknya pihak orang tua juga bijak dalam mengawasi serta memilih lingkungan dimana anaknya bermain.

Dalam hal ini lingkungan yang paling positif menurut kami adalah lingkungan pesantren. Karena di pesantren selain setiap harinya akan diberi pelajaran nilai-nilai agama, segala aktivitas di pesantren juga pastinya sangat positif serta dikelilingi oleh lingkungan yang positif pula. Sehingga dengan demikian karakter anak akan menjadi karakter yang saleh spiritual juga saleh sosial.

Senada dengan ungkapan Al-Ghazali dalam memilih teman
فإذا طلبت رفيقا ليكون شريكك في التعلم، وصاحبك في أمر دينك ودنيا فراع فيه خمس خصال: الأولى: العقل: فلا خير في صحبة الأحمق، فإلى الوحشة والقطيعة يرجع آخرها، وأحسن أحواله أن يضرك وهو يريد أن ينفعك، والعدو العاقل خير من الصديق الأحمق

Artinya, “Bila kau ingin mencari sahabat yang menemanimu dalam belajar, atau mencari sahabat dalam urusan agama dan dunia, maka perhatikanlah lima hal ini. Pertama, akalnya. Tiada mengandung kebaikan persahabatan dengan orang dungu. Biasanya berakhir dengan keengganan dan perpisahan. Perilaku terbaiknya menyebabkan kemudaratan untukmu, padahal dengan perilakunya dia bermaksud agar dirinya berarti untukmu. Peribahasa mengatakan, ‘Musuh yang cerdik lebih baik daripada sahabat yang dungu,’”
Yang kedua adalah etika yang baik.

الثانية: حسن الخلق: فلا تصحب من ساء خلقه، وهو الذي لا يملك نفسه عند الغضب والشهوة

Artinya, “Kedua, akhlak yang baik. Jangan bersahabat dengan orang yang berakhlak buruk, yaitu orang yang tidak sanggup menguasai diri ketika sedang marah atau berkeinginan,”

Ketiga, kesalehan.


الثالثة: الصلاح: فلا تصحب فاسقا مصرا على معصية كبيرة، لأن من يخاف الله لا يصر على كبيرة، ومن لا يخاف الله لا تؤمن غوائله، بل يتغير بتغير الأحوال والأعراض،

Artinya, “Kesalehan. Jangan bersahabat dengan orang fasik yang terus menerus melakukan dosa besar karena orang yang takut kepada Allah takkan terus menerus berbuat dosa besar. Orang yang tidak takut kepada Allah tidak bisa dipercaya perihal kejahatannya. Ia dapat berubah seketika seiring perubahan situasi dan kondisi,”

baca juga: Hukum Menghadiri Resepsi Pernikahan Tanpa Diundang

Keempat, tingkat keserakahan terhadap dunia.


الرابعة: ألا يكون حريصا على الدنيا: فصحبة الحريص على الدنيا سم قاتل؛ لأن الطباع مجبولة على التشبه والاقتداء، بل الطبع يسرق من الطبع من حيث لا يدري فمجالسة الحريص تزيد في حرصك، ومجالسة الزاهد تزيد في زهدك

Artinya, “Keempat, jangan cari sahabat yang gila dunia. Persahabatan dengan orang yang gila dunia (serakah) adalah racun mematikan karena watak tabiat itu meniru dan meneladani. Bahkan tabiat itu mencuri tabiat orang lain dari jalan yang tidak disadari. Pergaulan dengan orang serakah dapat menambah keserakahanmu. Sementara persahabatan dengan orang zuhud dapat menambah kezuhudanmu,”

Kelima, kejujuran.

الخامسة: الصدق: فلا تصحب كذابا، فإنك منه على غرور، فإنه مثل السراب، يقرب منك البعيد، ويبعد منك القريب.
Arinya, “Kelima, jujur. Jangan bersahabat dengan pendusta. Kau dapat tertipu olehnya. Pendusta itu seperti fatamorgana, dapat mendekatkan sesuatu yang jauh dan menjauhkan yang dekat darimu,” (Lihat Imam Al-Ghazali, Bidayatul Hidayah, [Indonesia: Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah, tanpa catatan tahun], halaman 92).

Yang insyaallah di lingkungan pesantren kelima kriteria tersebut akan lebih mudah dijumpai. Wallahu a’lam

tonton juga: INFORMASI PONDOK CABANG ZONASI | KH. ATHO’ILLAH S. ANWAR

Bijak Memilih Bestie Bijak Memilih Bestie Bijak Memilih Bestie

24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.