KH. Muhsin Ghozali: Tiga Tipologi Orang Mondok dan Kesan Mendalam Terhadap KH. Mahrus Aly

Menurut analisa saya ketika ngaji tafsir kepada Mbah Juki (KH. Marzuqi Dahlan) bahwa orang mondok itu ada tiga komponen: terdiri dari akal, pikiran, dan jasad. Jika yang mondok hanya jasadnya, sedangkang akalnya tidak, maka dia taat dengan peraturan tetapi malas belajar. Jika yang mondok akalnya, maka dia selalu belajar, tetapi suka melanggar peraturan dan malas…

lanjutkan

Kesuksesan Hakiki Menurut Rumi

Aku ini anak seorang petani tulen. Dari situ aku belajar apa falsafah bertani, bahwa untuk menuju hasil, ada beberapa hal yang menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan: biji, tanah, dan kerja tani. Biji itu bisa diartikan niat, tanah adalah bahan atau materi, dan kerja adalah prosesnya. Jadi nasi yang kita makan setiap hari itu bukan…

lanjutkan

Maulid Sebagai Ekspresi Kegembiraan

Perintah bergembira atas kehadiran Rasullulah Saw di muka bumi ini datang langsung dari Allah Swt, melalui firmannya: قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ “Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”.(QS. Yunus:58) Menurut sahabat Ibnu Abbas Ra, pakar tafsir…

lanjutkan

Hasil Keputusan Bahtsul Masail FBM P3TQ

LirboyoNet, Kediri- Agenda Forum Bahtsul Masail (FBM) Pondok Pesantren Putri Tahfizil Qur-an (P3TQ) Lirboyo  telah usai. Ajang diskusi para santri putri yang dilaksanakan selama satu hari, Kamis, 17 Oktober 2019 dihadiri hampir puluhan para santri putri dari berbagai pesantren. Bertempat di Pondok Pesantren Putri Tahfizil Qur-an Lirboyo Kediri, para diskusi yang menjadi ciri khas keilmuan…

lanjutkan

Dari Kami, dari Santri untuk Negeri

Panggil mereka, Kang Santri. Namanya selalu harum di penjuru negeri, sebutkan namanya di antara masyarakat luas, maka kesan positif yang muncul. Orang-orang baik, beriman, santun, sederhana, calon menantu yang sholeh. Setidaknya begitu menurut khalayak. Hmm… baiklah. Semoga setiap apa yang mereka nilai tentang Kang Santri senantiasa berbanding lurus dengan realita. Dalam perjalanan Nusantara, dari masa…

lanjutkan

KH. Hamdani Lasmani: Barokah Tawasul ke Mbah Karim

Pada tahun 1983 saya dipanggil Kiai Mahrus Aly. Saya didawuhi disuruh membantu Pondok Sidogiri. “Kamu saya suruh ke Sidogiri, karena kiai sana minta tenaga bantu dari sini. Ini kamu yang saya kirim kesana,” begitu ngendika-nya beliau dalam bahasa indonesianya. Waktu itu saya susah, bagaimana ini? Saat saya disana memang belum ada utusan ngajar di pondok…

lanjutkan

Santri Lirboyo gelar upacara

LirboyoNet, Kediri – Selasa (22/10), untuk memperingati Hari Santri Nasional 2019, bersama dengan PCNU Kota Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo kembali menggelar upacara dalam APEL Hari Santri. Acara tersebut diselenggarakan di lapangan barat Aula al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo. Dalam kesempatan itu, para santri pun bersama-sama membacakan Ikrar Santri yang dipimpin oleh Agus H. Adibussholeh Anwar. Tampak…

lanjutkan

Atmosfer Islam di Bumi Nusantara

Mengapa corak Islam di Indonesia begitu beda dibanding Negara Islam pada umumnya ? Tema ini menduduki rating teratas dan selalu menghiasi di setiap forum diskusi. Mengapa ? Lewat keunikan dan budayanya yang khas telah mengantarkan Indonesia sebagai kiblat Negara islam yang moderat. Pemikiran, pemahaman dan pengamalan Islam di Indonesia ini menunjukkan kesejukan dan kedamaian, setidaknya…

lanjutkan

KH. Masdain: Metode ngajar Mbah Marzuqi

Metode belajar yang dipakai oleh KH. Marzuqi dahlan adalah metode klasik, seperti memaknai dengan sistem mubtadak-khabar. Saya dan Gus Bahru disuruh membaca kemudian di-maknai lalu di-tarkib. KH. Marzuqi Dahlan tidak menyuruh untuk menerangkan. Kemudian KH. Marzuqi Dahlan membaca kembali dan di-Murodi. KH. Marzuqi Dahlan dalam membacakan kitab dan memaknai tidak perlu di-murodi seperti halnya para…

lanjutkan

Beda, Ngaji Al-Hikam Lirboyo

Anda sering dengar kitab al Hikam kan? Itu adalah kitab tasawuf babon yang dikarang oleh Syekh Ibnu Athaillah as Sakandari, orang Mesir. Kitab al Hikam ini banyak dikaji oleh para kiai sepuh di banyak pesantren di Indonesia. Biasanya pengajian dilaksanakan secara mingguan atau selapanan (36 hari sekali). Di Pesantren Tambakberas Jombang, Kiai Jamaluddin Ahmad mengadakan…

lanjutkan