Tradisi Bersalaman dengan Guru ala Santri

Setiap selesai shalat Jumat, santri Lirboyo membiasakan diri untuk ikut tahlil bersama di makam para pendiri dan pendahulu pondok ini. Biasanya rutinitas ini dipimpin langsung oleh KH. M. Anwar Manshur. Selepas wiridan dan melaksanakan shalat badiyah Jumat, beliau langsung menuju makam keluarga yang terletak tepat di belakang Masjid Agung Lirboyo.

Sebelum beliau tiba di lokasi, para santri sudah memenuhi area. Bahkan, tak sedikit santri yang tidak mendapatkan tempat duduk. Ada sebagian santri yang mengikuti tahlil dari dalam kamarnya sendiri. Karena selain tempat tidak mencukupi, speaker yang menggemakan suara tahlil bisa terdengar sampai kamar.

Sesaat sebelum tahlil bersama usai, ada petugas khusus yang menyiapkan kursi untuk beliau yang di letakkan di samping pintu keluar masjid bagian barat. Di situlah beliau menerima bersalaman dengan para santri hingga usai.  Sebelum beliau beranjak dari makam, para santri sudah bergegas memasang sajadahnya ke tempat yang akan dilewati oleh beliau, agar terkena pijakan kaki beliau. Kenapa harus begitu? mereka ingin ngalap berkah kepada ulama sekaligus guru mereka.

Setelah beliau duduk di kursi, serentak kang-kang santri meraih tangan beliau dan menciumnya. Satu-persatu dengan telaten. Beliau melayani semua santri yang ingin berjabatan hingga usai. Padahal, musafahah ini berlangsung tidak kurang dari setengah jam.

Para santri jelas mempunya banyak tujuan untuk bersalaman, yang jelas bersalaman merupakan tindakan sunnah dan banyak sekali fadlilahnya, sabda beliau Nabi Saw :

Para Sahabat Nabi sewaktu beliau masih sugeng juga membiasakan berjabat  tangan dengan beliau, dengan harap mendapatkan berkah beliau. Sebuah riwayat mengatakan :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أنْ يَتَفَرَّقَا

“Tidaklah ada dua orang muslim yang saling bertemu kemudian saling bersalaman kecuali dosa-dosa keduanya diampuni oleh Allah sebelum berpisah.” (H.R. Abu Dawud)

عَنْ سَيِّدِنَا يَزِيْد بِنْ اَسْوَدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: اَنَّهُ صَلَّى الصُّبْحَ مَعَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَليْهِ وَسَلّمْ. وَقالَ: ثُمَّ ثَارَ النَّاسُ يَأخُذوْنَ بِيَدِهِ يَمْسَحُوْنَ بِهَا وُجُوْهَهُمْ, فَأَخَذتُ بِيَدِهِ فَمَسَحْتُ بِهَا وَجْهِيْ. رواه البخارى

“Diriwayatkan dari sahabat Yazid bin Aswad bahwa ia shalat subuh bersama Rasulullah. Aetelah shalat para jamaah berebut untuk menyalami Nabi, lalu mereka mengusapkan ke wajahnya masing-masing. Begitupun saya, menyalami tangan Nabi dan mengusapkan ke wajah.” (H.R. Bukhari, hadits ke 3360).

Tawaran menggiurkan dari Nabi juga sangat menarik untuk membudayakan bersalaman:

“Sesungguhnya dua orang Islam jika bertemu terus bersalaman dan saling menanyakan (khabar), maka Allah menurunkan diantara keduanya 100 rahmat, yang 99 rahmat bagi yang lebih berseri-seri, lebih ceria, lebih baik dan lebih bagus pertanyaannya”. (HR. Thabrani, dha’if).

Salah satu spirit khusus kenapa disyariatkannya bersalaman, yakni dengan bersalaman kepada sesama, seseorang akan merasa lebih dekat. apalagi bersalamannya orang yang pernah berbuat salah, akan mencairkan suasana yang semula beku.

One thought on “Tradisi Bersalaman dengan Guru ala Santri

  1. Assalaamu ‘alaikum,

    Mohon maaf pak yai, ijin bertanya pada link halaman ini https://lirboyo.net/tradisi-bersalaman-ala-santri-dengan-guru/

    Alenia keterangan:
    عَنْ سَيِّدِنَا يَزِيْد بِنْ اَسْوَدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: اَنَّهُ صَلَّى الصُّبْحَ مَعَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَليْهِ وَسَلّمْ. وَقالَ: ثُمَّ ثَارَ النَّاسُ يَأخُذوْنَ بِيَدِهِ يَمْسَحُوْنَ بِهَا وُجُوْهَهُمْ, فَأَخَذتُ بِيَدِهِ فَمَسَحْتُ بِهَا وَجْهِيْ. رواه البخارى

    “Diriwayatkan dari sahabat Yazid bin Aswad bahwa ia shalat subuh bersama Rasulullah. Aetelah shalat para jamaah berebut untuk menyalami Nabi, lalu mereka mengusapkan ke wajahnya masing-masing. Begitupun saya, menyalami tangan Nabi dan mengusapkan ke wajah.” (H.R. Bukhari, hadits ke 3360).

    Mohon screenshoot kitabnya. Karena kami kesulitan menemukan halaman berapa dan kitab cetakan mana. Terima kasih atas bantuannya.

    Wassalaamu ‘alaikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.