Doa yang Dianjurkan Setelah Melaksanakan Sholat Witir

Oleh: Muhammad Fihri

Pentingnya berdoa

Berdoa adalah sebuah ibadah yang sangat begitu urgent bagi umat islam. Selain karena menampakkan kelemahan sebagai seorang hamba-Nya, pun juga sebagai reperentasi bahwa sebaik-baik tempat pengaduan adalah kepada-Nya.

Allah berfirman dalam Al-Quran:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗ

 “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan,” (Surat Al-Ghafir ayat 60).

Dalam ayat ini mengindikasikan bahwa Allah senang jika dimintai segala sesuatu. Hal ini berbandingan terbalik ketika kita meminta kepada sesama makhluk.

Di lain sisi, ada masanya doa yang kita panjatkan pasti terkabul, salah satunya adalah berdoa seusai menjalankan sholat, tak terkecuali sholat witir, apalagi jika melakukannya pada bulan Ramadhan.

Lantas, sebenarnya apa doa yang diajarkan oleh syariat tatkala kita selesai menjalankan sholat witir?

Doa setelah sholat witir

Dalam keterangan hadist shahih yang tertuang pada kitab Sunan Abu Dawud, doa setelah witir itu berupa:

سُبْحَانَ الْمَلكِ القُدُّوس

“Wahai dzat yang memiliki asma al-Qudus (Yang Maha Suci dari segala kekurangan”

Lafadz tersebut diulangi 3 kali seraya membacanya dengan keras.[1]

Sedangkan dalam riwayat Imam Ahmad dan an-Nasa’i menambahkan, setelah itu membaca:

اللهم إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِن سَخَطِكَ، وَبِمَعَافَتِكَ مِن عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung—dengan Ridha-Mu—dari murka-Mu, dengan sifat belas kasih-Mu dari siksa-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu yang tidak pernah terhitung pujian untuk-Mu, sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu sendiri”[2]

Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho al-Dimyati dalam kitab ‘Ianah at-Thalibin-nya yang menukil dalam kitab al-Ihya-nya Imam al-Ghazali juga menambahkan doa sebagaimana berikut:


سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ، جَلَّتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ بِالْعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوتِ، وَتَعَزَّزَتْ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَرَتِ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ.

“Wahai dzat yang memiliki asma al-Qudus (Yang Maha Suci dari segala kekurangan) yang menguasai Malaikat dan ruh. Langit dan bumi besar dengan keagungan dan keperkasaan-Mu, dan keduanya mulia dengan kuasa-Mu, dan para hamba yang terbelenggu dengan kematian”[3]

Penutup

Demikianlah doa yang termuat dalam hadist-hadist Nabi Muhammad, semoga kita bisa mengamalkannya. Amiin


[1] Mughni al-Muhtaj hal. 455 vol. 1

[2] Mughni al-Muhtaj hal. 455 vol. 1

[3] I’anah at-Thalibin hal. 291 vol.1

Ikuti kami:

Pondok Lirboyo

Baca juga:

Amalan dan Doa Sesudah Tarawih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses