Tiga Waktu Mustajab untuk Berdoa yang Sering Terlewatkan

Seorang pria berdoa di waktu mustajab Seorang lelaki berdoa di kala hujan turun

Doa merupakan intisari ibadah. Dengannya, akan tampak penghambaan seorang makhluk kepada Sang Khalik. Dan menariknya, dalam berdoa ternyata ada waktu-waktu tertentu yang memiliki keistimewaan sehingga doa tersebut bisa lebih dekat untuk terkabul di sisi Allah Swt.

Oleh karenanya, seorang Muslim hendaknya memanfaatkan momen-momen mustajab tersebut agar doa yang ia panjatkan bukan saja makin mendekatkan dirinya kepada Sang Pencipta, tapi juga mendapatkan ijabah atau terkabul. Berikut adalah beberapa waktu mustajab untuk berdoa yang sering kali luput dari perhatian banyak orang.

Baca juga: KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar

Berdoa di Antara Adzan dan Iqamah

Salah satu waktu mustajab untuk berdoa adalah di antara adzan dan iqamah. Hal ini sebagaimana hadis dari Anas ibn Malik:

 الدَّعَاءُ بَيْنَ الأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ

“Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak”

(HR. Nasa’i dan lainnya)

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan waktu menjelang shalat berjamaah. Sayangnya, banyak orang justru menghabiskan waktu tersebut untuk berbincang atau bermain handphone.

Padahal, momen ini sangat tepat untuk bersungguh-sungguh munajat kepada Allah Swt.

Baca juga: Pembasmian Ikan Sapu-Sapu: Bolehkah Mengubur Hidup-Hidup?

Berdoa Saat Hujan Turun

Waktu mustajab berikutnya adalah ketika hujan turun. Dalam hadis yang merupakan riwayat Makhul al-Shami, Rasulullah saw. bersabda:

عن مكحول رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أَطْلَبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثلاث: عِنْدَ التِقَاءِ الجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنَزُول الْغَيْثِ. (رواه البيهقي)

Dari Makhul ra berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Burulah do’a yang mustajab pada tiga keadaan. Kala bertemunya dua pasukan, menjelang shalat dilaksanakan, dan saat hujan turun.” (HR. Al-Baihaqi)

Turunnya hujan dalam Islam identik dengan rahmat dan keberkahan dari Allah. Oleh sebab itu, para ulama menganjurkan memperbanyak doa ketika hujan turun.

Berdoa Di Antara Dua Khutbah Jumat

Waktu mustajab lainnya yang sering terlupakan adalah ketika khatib duduk di antara dua khutbah Jumat.

Ibn Hajar al-Haytami dalam kitab Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra menjelaskan:

وَيُؤْخَذُ مِمَّا ذكر عن الْقَاضِي أَنَّ السُّنَّةَ لِلْحَاضِرِينَ الاشتغال وقتَ هذه الجلسةِ بِالدُّعَاءِ لِمَا تَقَرَّرَ أَنَّهُ مُسْتَجَابٌ حينئذ

“Dan dapat diambil kesimpulan dari statement al-Qadli Husain bahwa sunah bagi hadirin jamaah Jumat adalah menyibukkan diri dengan berdoa saat duduknya khatib di antara dua khutbah, sebab telah dinyatakan bahwa berdoa pada waktu tersebut diijabah.”

Meskipun jedanya singkat, justru pada waktu inilah momen berharga untuk memanjatkan doa-doa terbaik kepada Allah.

Baca juga: Jangan Zina! Inilah 4 Kerugian yang Ditanggung Anak Hasil Zina

Mengapa Waktu Mustajab Penting?

Berdoa, pada dasarnya tetap bisa kapan saja. Namun, memilih waktu yang memiliki keutamaan khusus adalah bentuk mengikuti tuntunan Rasulullah saw.

Selain itu, waktu-waktu mustajab membantu seorang Muslim untuk:

  • Lebih disiplin dalam berdoa
  • Memiliki kedekatan spiritual dengan Allah
  • Menumbuhkan harapan dan optimisme
  • Membiasakan hati selalu bergantung kepada Allah

Sebab, Islam mengajarkan bahwa doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah. Maka tak heran jika doa menjadi intisari ibadah.

Semoga kita termasuk hamba yang tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk bermunajat kepada Allah dan memperoleh keberkahan dari setiap doa mustajab yang kita panjatkan.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses