Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus tentang Ciri Rahmat dari Allah
Lemah Lembut di Dunia
“Orang yang mendapat rahmat Allah, dia akan lemah lembut, akan lunak. Di dunianya demikian. Padahal, kalau orang mendapat rahmat Allah, di akhirat tentu akan dimasukkan ke surga-Nya Allah. Allah madkhilna al-jannah. Amin ya Rabbal ‘Alamin.”
Baca juga: Merawat Pakaian, Sandal, dan Kitab di Pesantren
Demikian dawuh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus ketika menjelaskan ciri seseorang yang memperoleh rahmat dari Allah swt. Menurut beliau, kelembutan hati bukan sekadar watak bawaan, melainkan tanda adanya kasih sayang Allah yang turun kepada seorang hamba.
Memiliki Sifat Kasih Sayang
Beliau kemudian mengutip sabda Rasulullah saw.:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمٰنُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Orang yang welas asih, orang yang karakternya kasihan pada orang lain, berbelas kasih pada orang lain, bil irsyad memberi arahan dan nasihat. Maka, orang yang demikian, orang yang karakternya kepada orang lain menebarkan kasih sayang, menebarkan perdamaian, menebarkan kebaikan-kebaikan, maka orang tersebut akan disayangi oleh Allah swt,”
Baca juga: KH. Nurul Huda: Wasiat KH. A. Idris kepada Pengajar
Menurut beliau, kasih sayang kepada sesama tidak hanya berbentuk bantuan materi, tetapi juga sikap lembut, nasihat yang baik, serta upaya menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat. Orang yang hidupnya penuh dengan kasih sayang akan memperoleh balasan kasih sayang dari Allah swt.
“Tidak diragukan, kalau orang diberi rahmat oleh Allah, disayangi oleh Allah, maka tentu akan dimasukkan ke surga-Nya Allah. Allah madkhilna al-jannah. Amin ya Rabbal ‘Alamin,” lanjut beliau.
Doa Malaikat kepada Orang yang Mendapat Rahmat Allah
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan makna lanjutan hadis Rasulullah saw.:
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Supaya kalian berbelas asih pada makhluk yang lain di atas bumi, maka niscaya kalian akan disayangi oleh malaikat, akan didoakan oleh malaikat. Tentu doa malaikat akan dijabah oleh Allah swt.”
Baca juga: Tertib Ngaji, Tertib Sekolah, dan Makna Takzir sebagai Riyāḍah Santri
Beliau menerangkan bahwa doa malaikat adalah doa yang sangat mulia dan mustajab. Sebab, malaikat adalah makhluk yang suci dari dosa dan kemaksiatan.
“Doa malaikat adalah murni, sebab malaikat tidak pernah berbuat maksiat, tidak berdosa, sebab malaikat tidak punya hawa nafsu, tidak punya syahwat. Dan malaikat tidak bisa dijangkau oleh iblis, oleh setan. Sehingga malaikat itu tentu tidak melakukan kemaksiatan, hanya beribadah kepada Allah,” dawuh beliau.
Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Larangan Berlebihan dalam Menggunakan Air
Dari dawuh tersebut dapat dipahami bahwa kelembutan hati, kasih sayang kepada sesama, serta menebarkan perdamaian merupakan jalan untuk memperoleh rahmat Allah swt. Sebaliknya, hati yang keras sering kali menjadi penghalang turunnya kasih sayang dan keberkahan. Seperti kata para ulama, hati yang lembut lebih mudah menerima cahaya hidayah.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Aamiiin 99x YRA semoga selalu bisa mengamalkan ajaran beliau sang guru kita