Tag Archives: KH. Abdul Aziz Manshur

Kebesaran Hati Ibunda KH. Abdul Karim

KH. Abdul Karim ketika masih muda biasa disebut Mbah Manab, menjadi kyai besar seperti itu karena apa?

Kisah ini bermula ketika Ibunda KH. Abdul Karim ditinggal wafat oleh suaminya, kemudian berjualan di pasar.

Ketika beliau mendapatkan keuntungan, beliau tukarkan keutungan itu untuk membeli sebuah kain. Di mana kain tersebut sudah sangat lama diinginkan oleh beliau.

Pada suatu saat, beliau berjalan di samping rumah tetangganya dan mendengar suara tangis dari tetangganya tersebut. Kemudian beliau menghampiri dan menanyakan: “Kenapa menangis yu?”

Tetangganya menjawab: “Ini, saya itu habis melahirkan, bapaknya tidak bisa membeli apa-apa, sekarang pergi ke sawah mencari kerja, tidak tau sudah dapat atau belum. Sedangkan pakaianku tinggal satu kain saja, kalau saya pakai, anak saya kedinginan, kalau saya gunakan untuk dibuat selimut anak saya, saya tidak memakai pakaian.”

Ibunda KH. Abdul Karim kemudian teringat bahwa beliau telah membeli kain baru. Beliau kemudian pulang mengambil kain yang sangat disukainya, yang baru dipakai dua tiga kali saja.

Kain tersebut diambil, kemudian diantarkan dan beliau berkata: “Ini pakai saja, kainmu yang lama gunakan untuk anakmu.”

Seketika saja, waktu itu orang yang ditolong menangis terharu sambil mengatakan: “Terimakasih, semoga kamu dibahagiakan oleh Allah SWT lewat anakmu, sebabnya saya susah karena anak, dan kamu menlongnya.”

Bisa saja do’a tersebut diamini oleh Malaikat.

Allah SWT mengabulkan do’a tersebut dan Ibunda KH. Abdul Karim dikaruniai putra yang namanya telah masyhur dengan sebutan KH. Abdul Karim Lirboyo.

***

Dari sini dapat diambil ibroh bahwa salah satu sebab KH. Abdul Karim bisa menjadi orang yang tinggi derajatnya di sisi Allah SWT terdapat perantara kebesaran hati ibundanya yang menolong tetangga yang tidak memiliki pakaian. Di mana beliau memberikan sehelai kain yang sangat beliau suka. Amal-amal seperti ini yang terkadang menjadi sebab seseorang dikaruniai anak yang sholeh. Karena Allah berfirman:

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92).[]

Disampaikan oleh KH. M. Abdul Aziz Manshur

baca juga: KH. ABDUL KARIM ( 1856 – 1954 )
tonton juga: Kebesaran Hati Ibunda KH. Abdul Karim | KH. M. Abdul Aziz Manshur

Pentingnya Menghapal Dasar-dasar Agama

Pentingnya Menghapal Dasar-dasar Agama | KH  M. Abdul Aziz Manshur

Permasalahan hafalan atau muhafadzah merupakan ciri khas daripada pondok pesantren. Sehingga barokah ilmu yang diperoleh melalui hafalan itu lain daripada yang diperoleh tidak melalui hafalan.

Imam Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin berkata  bahwa “Dalam tarbiyyah anak kecil, berilah mereka hafalan-hafalan sebanyak mungkin. Karena ketika anak kecil diberi hapalan yang banyak, walaupun yang dihafalakan hanya sebatas ilmu pokoknya saja, ketika ia sudah besar, ilmu pokok melekat kuat dalam hati dan otaknya, yang kemudian nanti ketika sudah besar, akan berkembang dengan sendirinya.”

Yang paling utama bagi anak-anak kecil dipelajajri dan diberi hapalan tentang ilmu tauhid. Sifat wajib dan mustahilnya Allah SWT dihafalkan, nama-nama rasul dihafalkan, nama malaikat dihafalkan, nama kitab Allah SWT dihafalkan, dan seluruh yang terdapat ilmu tauhid dihafalkan semua.

Bisa dilihat perbedaannya, mereka yang langsung belajar tauhid dengan perbandingan- perbandingan menurut Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, dan lain sebagainya, tetapi tidak memiliki hafalan sama sekali, hal semacam itu pemahaman yang diperoleh kebanyakan kurang kuat. Berbeda jika sebelumnya pernah dihapalkan.

Sehingga sangat tepat pendapat Imam Ghazali di atas bahwa “Latihlah anak-anka kecil itu dengan hafalan-hafalan pelajaran yang penting dan pokok bagi dia.”

Seperti juga anak-anak kecil dipelajari dan disuruh untuk menghafal surat-surat pendek. Sehingga untuk memudahkan anak-anak tersebut dalam menghafal, para ulama membalik urutan surat dengan mendahulukan surat An-Nas dan mengakhirkan surat An-Naba. Hal ini dimaksudkan agar ayat-ayat pendek tersebut dihafalkan dan mudah dalam menghafalkannya.

baca juga: Dawuh KH. M. Abdul Aziz Manshur

Kisah KH. M. Abdul Aziz Manshur dalam menghafal

“Dahulu, saya dipelajari kitab Jurumiyyah oleh bapak saya sampai saya hafal sampai khatam kitab tersebut. Tetapi pada saat itu saya belum tahu huruf. Disuruh untuk menunjuk huruf ba’ saja saya tidak tahu.

Dengan menghafal itu, barokahnya sangat saya rasakan betul. Sehingga naik ke pelajaran Imrithi dan Alfiyyah, ada barokahnya (mudah dalam memahami pelajaran tersebut).”

tonton juga: Pentingnya Menghafal Dasar-dasar Agama I Almaghfurlah KH. M. Abdul Aziz Manshur

Pentingnya Menghapal Dasar-dasar Agama

Haul Ke-3 KH Abdul Aziz Mansur. “Ngalap Barokah Nang Ngarep Madrasah”

LirboyoNet, Jombang—peringatan haul KH. Abdul Aziz Manshur ke-3 tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Untuk peringatan haul kali ini bersamaan dengan reuni akbar ke-5 ISTANA (Ikatan Santri Tarbiyatunnasyiin) Paculgowang Diwek Jombang.

Acara reuni akbar berlangsung senin siang (5/11/2018), KH. Yahya Sholahuddin selaku ketua ISTANA pusat dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal, diantaranya awal mula terbentuknya ISTANA. “kurang lebih 4 tahun silam, kami bersama teman-teman dipanggil oleh romo yai (KH. Abdul Aziz Manshur) untuk membentuk sebuah organisasi santri-santri Tarbiyatunnasyiin baik yang sudah pulang ataupun yang masih di pondok. Dan beliau pun mengusulkan nama, yang pada hari ini kita pakai yakni ISTANA (Ikatan Santri Tarbiyatunnasyiin)”. tutur beliau.

Berikutnya sambutan atas nama dzuriyah KH. Abdul Mu’id Shohib dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan Pondok Pesantren dan Madrasah Tarbiyatunnasyiin. Kemudian sambutan dilanjutkan oleh KH. M Shobich Al Muayyad Abdul Aziz pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin, tidak banyak yang beliau sampaikan dan hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh alumni yang berkenan hadir dalam acara reuni akbar ISTANA.

Acar reuni akbar ISTANA diakhiri mauidzoh hasanah dan ijazahan oleh KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, beliau pun berpesan kepada para hadirin untuk meneladani sosok KH. Abdul Aziz Manshur yang selama hidupnya selalu mengamalkan ilmu dan mengajarkan ilmu.

Acara haul KH. Abdul Aziz Manshur ke-3 dimulai dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang diimami oleh KH. Masduki Abdurohman pengasuh pondok pesantren Roudlotul Qur’an, Perak. dan do’a oleh KH M Anwar Manshur. Kemudian acara haul dilanjutkan dengan sambutan atas nama keluarga yang diwakili KH. Abdul Hakim Tebuireng. Dalam acara haul kali ini turut hadir pula Menpora RI Dr. H. Imam Nahrawi S.Ag, ketua DPP PKB Drs. H. Abdul Muhaimin Iskandar, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf. Dan acara haul pun diakhiri dengan mauidzotul hasanah KH. Mustofa Bisri.

Seratus Hari Kiai Aziz

LirboyoNet, Kediri – Peringatan seratus hari almaghfurlah KH. M. Abdul Aziz Manshur dilaksanakan Selasa kemarin, (15/03). KH. Abdul Hamid Abdul Qadir (Pengasuh Ponpes Maunah Sari Kediri) memimpin jamaah untuk membaca tawassul dan surat Yasin. Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh KH. A. Habibulloh Zaini (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri).

Acara berlangsung sederhana di ndalem almaghfurlah, layaknya hari-hari yang pernah dijalani beliau. Masyarakat sekitar hadir pula menemani segenap dzuriyah PP. Tarbiyatun Nasyi-ien Paculgowang Jombang dan Ponpes Lirboyo Kediri, dan beberapa masyayikh dari Jombang, Kediri, dan kota lain.

Turut hadir dalam acara ini para politisi PKB dan pejabat pemerintah. Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding ikut memberikan sambutan. “Jasa kiai Aziz sangat besar bagi PKB. Semoga kami, santri dan keluarga dapat meneruskan apa yang telah diperjuangkan oleh beliau,” ujar beliau.

Sebelumnya, KH. Abdullah Kafabihi Mahrus memberikan sambutan atas nama keluarga. “Mayit itu laksana orang yang tenggelam.” “Mereka membutuhkan doa dari saudaranya,” terang beliau. “Tanda orang baik hidupnya bermanfaat. Orang berilmu hidupnya bermanfaat, matipun bermanfaat. Apa yang telah diperjuangkan oleh KH. M. A. Aziz Manshur semoga tetap dijaga oleh Allah. Dan semoga santri dan keluarga beliau khususnya Gus Shobih (HM. Shobih Al-Muayyad) diberi kekuatan utuk mengemban amanah beliau,” harap Yai Kafa di akhir sambutannya.

Kemudian, KH. Abdul Ghofur diminta untuk memberikan mauidhoh hasanah. Beliau adalah pengasuh Ponpes Sunan Drajat Lamongan, sekaligus teman seperjuangan KH. A. Aziz Manshur dalam beberapa hal. Diantaranya, menjadi pimpinan agrobisnis pertanian pondok pesantren se-Indonesia. “Yai Aziz niku sampun jangkep amale (sudah lengkap amalnya). Beliau punya pondok pesantren, santri yang banyak, dan keturunan shalih yang mendoakan beliau,” kenang beliau.

Dalam kesempatan ini, Yai Ghofur berpesan, “Jangan henti-henti berdoa. Gusti Allah senang jika ada yang berdoa. Allah sudah menantang kita ‘mintalah padaku, Aku turuti semuanya’. Allah tidak bakal mengkhianati janji-Nya.”][

HIMASAL Yaman Gelar Khataman Qur’an

LirboyoNet, Yaman – Tarim, Hadhromaut, Yaman (09/12/2015). Mahasiswa Indonesia, Yaman, Tanzani, Somalia, China, Thailand, Malaysia, menggelar Khatamann Qur’an dan Tahlil bersama atas wafatnya KH. M. Abdul Aziz Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi’in, Paculgowang, Jombang, adik KH. Anwar Manshur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo. Acara yang dipelopori oleh HIMASAL (Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) Cabang Yaman ini bertempat di Aula gedung Fakultas Syari’ah Wal Qonun Universitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhromaut, Yaman.

Acara yang dipimpin oleh salah satu dzurriyah Pondok Pesantren MIS, Sarang, Rembang, sekaligus alumni Pondok Lirboyo, Imam Rahmatullah ini turut dihadiri Habib Umar Asseggaf, sebagai ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI), dan juga ketua Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Yaman, M. Tohirin Shodiq.

Gus Imam Rahmatullah menyampaikan, bahwa dunia pesantren merasa sangat kehilangan dengan meningggalnya kiai yang tawaduk, penuh keteduhan, dan tekun memperjuangkan dunia pesantren.

“Kami para santri khususnya dan seluruh dunia pesantren merasa sangat kehilangan atas wafatnya kiai yang karismatik, tawaduk dan getol memperjuangkan dunia pesantren dengan segenap kemampuan beliau,” tutur Gus Imam Rahmatullah.

Mantan ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia (AMI) periode 2014/2015 ini juga menyatakan bahwasannya kiprah KH. Abdul Aziz Manshur dalam dunia politik bukan karena hasrat untuk menjadi politikus, melainkan atas sebab ingin memperjuangkan cita-cita pesantren.

“Beliau terjun ke ranah politik itu merupakan bentuk pengorbanan beliau untuk memperjuangkan dunia pesantren, bukan karena hasrat duniawi ingin menjadi politikus,” ujar Gus Imam Rahmatullah.

Ketua HIMASAL Yaman, Gus Zadit Taqwa menyampaikan, akan di laksanakan salat ghaib pada tiga titik di Kota Tarim, Hadhromaut, Yaman, pada hari Jum’at (11/12/2015) yaitu pada masjid Jami’ Tarim (tempat salat Jum’at Habib Salim Asyathiry), masjid Raudhoh (tempat salat Jum’at Habib Umar bin Khafidz bin Syekh Abu Bakar) dan masjid Jami’ Aidid.

“Insyaallah kami akan mengkonfirmasi masalah salat ghoib pada takmir di masjid Jami’, masjid Raudhoh, serta masjid Aidid,” terang Gus Zadit Taqwa selaku ketua HIMASAL Yaman.

Agenda Khataman Qur’an di tutup dengan shalat ghoib berjama’ah yang dipimpin langsung oleh ketua HIMASAL Yaman dan dilanjutkan dengan beramah tamah.

(H. R. Badrul/Mohammad Ziq)