HomeAngkringKisah Hikmah; Petuah Bijak Setan

Kisah Hikmah; Petuah Bijak Setan

0 0 likes 187 views share

Dikalangan Bani lsrail, ada seorang yang sangat tekun beribadah. kokoh imannya tak mampu digoyahkan, bahkan Setan sendiri sudah berulangkali mencoba menggodanya dengan bujuk-rayunya yang paling ampuh sekalipun, namun tetap saja ia teguh menggenggam ketakwaannya.

Pada suatu hari, si ahli ibadah itu keluar untuk suatu kepentingan. Setan pun membuntutinya, untuk mencari kesempatan menggoda ‘Abid tersebut. Namun, karena orang itu selalu berzikir kepada Allah, setan merasa kesulitan untuk mendekatinya, ia akan terbakar mendengar asmaNya disebut. Untuk menakut-nakuti orang itu, Setan menampakkan batang hidungnya dengan menjelma menjadi singa atau binatang buas lainnya.

Ketika Ahli ibadah itu sedang melaksanakan Salat Setan menjelma menjadi ular, kemudian melilit kakinya sampai ke  kepalanya. Ketika ia bersujud Setan membuka lebar-lebar mulutnya seakan-akan hendak menelan kepala si Ahli ibadah itu Namun, dengan tenang, ahli ibadah itu menyingkirkan ular jelmaan Setan dengan tangannya.

Segala usaha telah dikerahkan, Setan merasa putus asa, kemudian ia berkata kepada orang itu:

“Aku berusaha menggodamu, tetapi tidak pernah berhasil. Kini, aku akan berkawan saja denganmu.”  Ujar Setan, menyerah.

“Aku tidak ingin bersahabat denganmu.” Ahli ibadah itu menjawab dengan acuh.

“Baiklah bila demikian. Tetapi, tidakkah engkau ingin bertanya kepadaku bagaimana cara aku menyesatkan manusia?”  setan menawarkan jasa.

“Baiklah. Aku bertanya kepadamu bagairnana cara engkau menyesatkan anak turun Adam?” tanya ahli ibadah itu, merasa mendapatkan kesempatan mencuri pengetahuan meski itu datangnya dari setan.

“Aku menyesatkan manusia dengan tiga hal, yaitu pelit, marah dan mabuk. Kepada manusia pelit, yang aku ingatkan bahwa hartanya  sangat sedikit, sehingga ia enggan untuk menafkahkan hartanya. Kepada manusia pemarah, aku mempermainkannya seperti anak kecil yang mempermainkan bola. Adapun kepada pemabuk, aku menuntunnya sesuka hatiku.”  Tukas setan panjang lebar membuka rahasia gerakannya kepada musuh abadinya, manusia. Semoga kita akan selalu diberikan pertolongan untuk bisa lolos dari perangkap setan dan pengikutnya. Amiin. [ABNA]