Resolusi Jihad: Peran Ulama Dan Masyarakat Sebagai Makhluk Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial yang secara otomatis saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Hal ini merupakan ideologi sosial yang tidak mungkin terbantahkan.

Indonesia merupakan negara yang senantiasa menjunjung tinggi nilai sosial. Sebab, Indonesia adalah negara yang sadar akan betapa pentingnya kemajuan bangsa dalam aspek sosial berskala lokal, nasional, maupun internasional. Demikian ini juga merupakan pondasi dasar sebagai cikal bakal persatuan bangsa Indonesia.

Di samping itu, bagaimana mungkin akan tercipta persatuan tanpa adanya saling tolong menolong, dan tidak akan tercipta masyarakat yang saling tolong menolong kecuali semua elemen masyarakat sadar bahwa ia adalah makhluk Sosial, beliau Syaikh Ahmad ibn al Maroghi berkata dalam tafsir beliau

وَالْأَمْرُ بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى مِنْ أَرْكَانِ الْهِدَايَةِ الْاِجْتِمَاعِيَّةِ فِىْ الْقُرْآنِ، إِذْ يُوْجِبُ عَلَى النَّاسِ أَنْ يُعِيْنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا عَلَى كُلِّ مَا يَنْفَعُ النَّاسَ أَفْرَادًا وَجَمَاعَاتٍ فِىْ دِيْنِهِمْ وَدُنْيَاهُمْ وَعَلَى كُلِّ عَمَلٍ مِنْ أَعْمَالِ التَّقْوَى الَّتِي يَدْفَعُوْنَ بِهَا الْمَفَاسِدَ وَالْمَضَارَ عَنْ أَنْفُسِهِمْ.

“Perintah untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan merupakan salah satu pondasi petunjuk sosialisme yang ada dalam Al Qur’an, sebab sudah menjadi suatu kewajiban bagi semua elemen masyarakat untuk saling tolong menolong dalam semua hal yang bermanfaat bagi manusia. Baik yang bersifat individual maupun sosial, baik urusan duniawi maupun ukhrowi. Juga dalam setiap ketakwaan yang dapat menolak setiap kemudaratan dan kerusakan dari mereka semua”

Menolong merupakan suatu kegiatan sosial yang tidak hanya bermuara pada harta benda. Sehingga, orang yang miskin tidak dapat menjadi solusi bagi orang lain. Akan tetapi menolong dapat diaplikasikan melalui pemikiran. Berapa banyak para ulama, cendekiawan, maupun ilmuwan yang dapat kita rasakan manfaat dari buah pemikiran mereka.

Misalnya saat meledaknya peristiwa 10 November 1945 M pasca Indonesia merdeka. Banyak rakyat yang ingin ikut menyemarakkan peristiwa tersebut.

Namun, hal utama yang membuat peristiwa 10 November tersebut sangat fenomenal adalah penyebab kesemangatan seluruh rakyat pada waktu itu. Yakni, saat diserukannya fatwa resolusi jihad pada tanggal 22 oktober 1945 M oleh kalangan ulama nusantara dan para santri yang dimotori oleh Mbah kyai Hasyim Asy’ari.

Bayangkan saja jika fatwa itu tidak beliau keluarkan apakah kita akan hidup tentram dan damai dibawah bayang bayang para penjajah? dan apakah masih terngiang memoar semangat berapi-api saat peristiwa tersebut? Hasilnya pun, Indonesia dapat memukul mundur tentara sekutu dari bumi pertiwi.

Ini merupakan bukti nyata bahwa jika dalam segala hal terdapat kesadaran sosial yang besar, maka akan menciptakan energi dalam jumlah besar pula. Entah kesadaran sosial tersebut berupa Tindakan, argumen, maupun hanya sekedar mendoakan. Hal ini pula yang mendorong ditetapkannya Hari Santri Nasional. Sebuah istilah yang sangat identik dengan peristiwa bersejarah di Indonesia tersebut.

Dari sini maka dapat kita klasifikasikan menolong itu ada dua, yakni materiil dan non materiil. Kebutuhan seseorang itu bermacam-macam. Ada yang bersifat materiil seperti, kebutuhan pangan, dsb. atau non materiil seperti orang yang sedang dilanda kesedihan maka membutuhkan dukungan moral, termasuk juga kebutuhan-kebutuhan bangsa.

Banyak sekali kita melihat masyarakat yang ingin mencari sesuap nasi harus bersusah payah dibawah terik matahari, bahkan terkadang dihujani hinaan, maka apabila kita mempunyai harta berlebih hendaknya kita sisihkan untuk mereka.

Ada juga diantara masyarakat kita yang kaya namun selalu hidup dalam kebingungan, maka kita bisa berikan mereka pemikiran-pemikiran segar yang dapat menghilangkan kebingungannya tanpa keluar dari norma agama dan sosial. Ketika melihat masyarakat yang sedang terjerumus dalam lembah kegelapan maka kita berikan pencerahan pada mereka agar dapat keluar dengan selamat.

Apalagi kita mengaku sebagai warga Indonesia, maka sudah selayaknya kita majukan negara kita baik berkontribusi dalam segi materiil maupun non materiil agar tercipta kesejahteraan dan kemakmuran bangsa Indonesia.

Syaikh Ahmad bin musthofa almaroghi menambahkan;

وَفِيْ هَذَا التَّكَافُلِ رَقىُّ الْأُمَّةِ وَتَقَدُّمِهَا فِيْ الْمَدَنِيَّةِ وَالْحَضَارَةِ، إِذْ يَحْمِلُهَا عَلَى التَّعَاوُنِ الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ فَتَحُوْزَ قَصْبَ السَّبَقِ بَيْنَ الْأُمَمِ.

“Dalam hubungan bersama-sama saling memikul beban bangsa ada nilai kemajuan umat dalam bangsa dan perdabannya, sebab dengan hubungan itu masyarakat akan saling tolong menolong dalam memikul penderitaan sehingga mereka akan memperoleh tongkat kemajuan diantara banyak umat.” Demikianlah melalui momen hari santri kali ini mari kita tingkatkan kembali kesadaran kita sebagai makhluk sosial sehingga tumbuh dalam diri kita semangat saling gotong royong. Waallahu a’lam.

Baca Juga: Kita Nggak Sendiri! Lihat Sekelilingmu Sekarang, Rasulullah Saw. dan Sakaratul Maut, Keistimewaan Rasulullah dan Sayyidah Fatimah

Subscribe: Pondok Lirboyo

Follow: @pondoklirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.