648 views

Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas

Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas | Imam Ibrahim al-Khawas dalam kitab Salalimul Fudhala menggubah syair tentang apa saja obat dari penyakit hati. Syahid-nya sebagai berikut:

وَدَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةٌ فَتِلَاوَةُ * يَتَدَبَّرُ الْمَعْنَى وَلِلْبُطْنِ الْخَلَا

وَقِيَامُ لَيْلِ وَالتَّضَرُّعِ بِالسَّحْرِ * وَمُجَالَسَتِ الصَّالِحِيْنَ الْفُضَلَا

“Obat penyakit hati itu ada lima macam: membaca al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, mengosongkan perut, mendirikan shalat malam, bersenandung (berdzikir) kepada Allah di waktu sahur, berkumpul dengan orang shaleh yang memiliki keutamaan.”[1]

Membaca al-Qur’an dan mentadabburi maknanya

Membaca al-Qur’an merupakan salah satu dari obat agar hati kita dapat dibersihkan dari berbagai penyakit. Karena dengan membaca al-Qur’an sekaligus memikirkan maknanya, maka akan dihasilkan perasaan-perasaan yang membuat kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Imam Ahmad al-Warad dalam Kifayatul Atqiya mengungkapkan: “Kami telah melihat berbagai hadis dan mauidhah, namun kami tidak menemukan sesuatu yang lebih lembut dan lebih menggetarkan hati daripada ketika membaca al-Qur’an, memahami dan merenungi maknanya.”[2]

baca juga: Penyebab Paling Mendasar Munculnya Penyakit Hati

Mengosongkan perut

Disadari atau tidak, dengan perut yang kosong dapat membuat hati menjadi nyaman (tenang). Selain itu, perut yang lapar dapat menyelamatkan kita dari sifat-sifat buruk, mencegah penyakit badan, dan meringankan seseorang ketika ingin melaksanakan aktivitas, terutama keringanan dalam beribadah.

Sangat dianjurkan untuk mengosongkan perut karena ketika perut terpenuhi dengan makanan sangat banyak madharatnya. Dalam kitab Kifayatul Atqiya dijelaskan ulang:

لَا صِحَّةَ مَعَ كَثْرَةِ النَّوْمِ وَلَا صِحَّةَ مَعَ كَثْرَةِ الْاَكْلِ وَلَا شِفَاءَ بِحَرَامٍ

“Tidak ada kesehatan dengan banyaknya tidur, tidak pula dengan banyaknya makan, dan tidak ada obat dengan perkara yang haram.[3]

Sayyidah Aisyah juga meriwayatkan:

تُوَرُثُ الْقَسْوَةِ فِي الْقَلْبِ ثَلَاثُ خِصَالٍ، حَبُّ الطَّعَامِ وَحُبُّ النَّوْمِ وَحُبُّ الرَّاحَةِ

Tiga sifat yang mewariskan kerasnya hati: “Suka makan, suka tidur, dan suka beristirahat.[4]

Mendirikan shalat malam

Banyak sekali keistimewaan shalat malam. Ini bisa dilihat terdapat beberapa ayat dalam al-Qur’an yang memerintahkan untuk melaksanakan shalat tahajud, di antaranya;

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوْداً

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap.” (As-Sajdah: 16)

يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ – ١ قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ – ٢ نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ – ٣ اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ – ٤ اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا – ٥ اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ – ٦

“Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! (1) Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (2) (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu (3) atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (4) Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu (5) Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan pada waktu itu) lebih berkesan (6)”. (QS. Al-Muzammil: 1-6)

Dalam hadis, Nabi Muhammad juga menempatkan shalat tahajud sebagai amal yang paling utama setelah melaksanakan shalat fardu, syahid-nya:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ، الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، وَأَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ، صِيَامُ شَهْرِ اللهِ الْمُحَرَّمِ

“Paling utamanya shalat setelah shalat maktubah adalah shalat malam, dan paling utamanya puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.[5] (HR. Muslim: 1663)

Dalam hadis lain Rasulullah juga bersabda:

عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا عَبْدَ اللَّهِ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ، فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ»

Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash berkata: Rasulullah berkata kepadaku: “Wahai Abdullah, jangan engkau seperti si fulan, ia biasa shalat malam kemudian meninggalkannya.[6] (HR Bukhari: 1152)

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa shalat malam sangat dianjurkan untuk dilakukan, memandang keutamaan dari shalat malam sangat banyak. Di antaranya adalah dapat membersihkan berbagai penyakit hati.

Bertadabbur di waktu sahur

Waktu sahur merupakan waktu yang paling tepat untuk bermunajat, berbisik, mencurahkan keluh kesah, segala perasaan kepada Allah. Orang yang berdo’a pada waktu ini, akan didengar dan diijabah oleh Allah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا، حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَيَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ، وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ “

Dari Abu Hurairah, Sesungguhnya Rasululah bersabda: “Setiap malam Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, Dia berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu akan Aku berikan, siapa yang minta ampun kepadaKu akan Aku ampuni.[7]  (HR. Muslim: 758)

tonton juga: Haul & Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Lirboyo & Madrasah Hidayatul Mubtadiin

Berkumpul dengan orang-orang shaleh

Karena dengan berkumpul dengan mereka, kita akan dapat mewarisi perbuatan, perkataan dan tingkah laku yang mereka lakukan. Mereka kita jadikan sebagai motivator untuk membuat diri kita menjadi lebih baik dan lebih bertakwa kepada Allah.

Diharapkan dengan melangengkan (mengistiqomahkan) lima kiat ini, hati kita akan dapat menjadi bersih, dijauhkan dari segala keburukan. Jika hati telah bersih, maka perilaku atau gerak yang kita lakukan juga akan baik. Dan kita akan selalu menemukan kebaikan dalam aktivitas kita.

Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas
Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas


[1] Nawawi al-Jawi, Salalimul Fudhala, hlm. 66, (Kediri: Dar- al-Ibad)
[2] Sayyid Abi Bakr, Kifayahul Atqiya, hlm. 66, (Kediri: Dar- al-Ibad)
[3] Ibid. hlm, 67
[4] Ibid.
[5] Abu Husain Muslim, Shahih Muslim, hlm. 821, vol. II (CD: Maktabah Syamilah)
[6] Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, hlm. 54, vol. II (CD: Maktabah Syamilah)
[7] Abu Husain Muslim, Shahih Muslim, hlm. 521, vol. I (CD: Maktabah Syamilah)

5

One thought on “Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.