Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas

Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas | Imam Ibrahim al-Khawas dalam kitab Salalimul Fudhala menggubah syair tentang apa saja obat dari penyakit hati. Syahid-nya sebagai berikut:

وَدَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةٌ فَتِلَاوَةُ * يَتَدَبَّرُ الْمَعْنَى وَلِلْبُطْنِ الْخَلَا

وَقِيَامُ لَيْلِ وَالتَّضَرُّعِ بِالسَّحْرِ * وَمُجَالَسَتِ الصَّالِحِيْنَ الْفُضَلَا

“Obat penyakit hati itu ada lima macam: membaca al-Qur’an dan mentadabburi maknanya, mengosongkan perut, mendirikan shalat malam, bersenandung (berdzikir) kepada Allah di waktu sahur, berkumpul dengan orang shaleh yang memiliki keutamaan.”[1]

Membaca al-Qur’an dan mentadabburi maknanya

Membaca al-Qur’an merupakan salah satu dari obat agar hati kita dapat dibersihkan dari berbagai penyakit. Karena dengan membaca al-Qur’an sekaligus memikirkan maknanya, maka akan dihasilkan perasaan-perasaan yang membuat kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Imam Ahmad al-Warad dalam Kifayatul Atqiya mengungkapkan: “Kami telah melihat berbagai hadis dan mauidhah, namun kami tidak menemukan sesuatu yang lebih lembut dan lebih menggetarkan hati daripada ketika membaca al-Qur’an, memahami dan merenungi maknanya.”[2]

baca juga: Penyebab Paling Mendasar Munculnya Penyakit Hati

Mengosongkan perut

Disadari atau tidak, dengan perut yang kosong dapat membuat hati menjadi nyaman (tenang). Selain itu, perut yang lapar dapat menyelamatkan kita dari sifat-sifat buruk, mencegah penyakit badan, dan meringankan seseorang ketika ingin melaksanakan aktivitas, terutama keringanan dalam beribadah.

Sangat dianjurkan untuk mengosongkan perut karena ketika perut terpenuhi dengan makanan sangat banyak madharatnya. Dalam kitab Kifayatul Atqiya dijelaskan ulang:

لَا صِحَّةَ مَعَ كَثْرَةِ النَّوْمِ وَلَا صِحَّةَ مَعَ كَثْرَةِ الْاَكْلِ وَلَا شِفَاءَ بِحَرَامٍ

“Tidak ada kesehatan dengan banyaknya tidur, tidak pula dengan banyaknya makan, dan tidak ada obat dengan perkara yang haram.[3]

Sayyidah Aisyah juga meriwayatkan:

تُوَرُثُ الْقَسْوَةِ فِي الْقَلْبِ ثَلَاثُ خِصَالٍ، حَبُّ الطَّعَامِ وَحُبُّ النَّوْمِ وَحُبُّ الرَّاحَةِ

Tiga sifat yang mewariskan kerasnya hati: “Suka makan, suka tidur, dan suka beristirahat.[4]

Mendirikan shalat malam

Banyak sekali keistimewaan shalat malam. Ini bisa dilihat terdapat beberapa ayat dalam al-Qur’an yang memerintahkan untuk melaksanakan shalat tahajud, di antaranya;

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَاماً مَحْمُوْداً

“Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ

One thought on “Obat Penyakit Hati Menurut Ibrahim al-Khawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.