Kalian dari rumah jauh-jauh menuju Pondok Pesantren Lirboyo ini merupakan langkah yang baik, perilaku yang baik, atau memasuki perkara yang baik, dalam bahasa kitabnya suluk fil akhirat. Orang yang melakukan kebaikan atau suluk fil akhirat ini awalnya agar supaya tobat kepada Allah Swt, sebab bilamana orang tobatnya Allah Swt terima dan orang itu makbul ‘indallah maka segala permintaan atau doanya akan Allah kabulkan.
Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Peran Ibu untuk Keluarga dan Negara
Mondok sebagai Tanda Kebaikan
Kalian semua mondok di pesantren, berarti kalian dikehendaki kebaikan fiddunya wal akhirat. Agar supaya kalian bersyukur dan bahagia. Seperti dawuhnya Rasulullah Saw:
من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين
“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Allah akan memahamkan dalam urusan Agama.”
Baca juga: KH. Athoillah: Beratnya Sakaratul Maut
Ilmu Hanya Bisa Kita Raih dengan Belajar
Yang harus kita mengerti dan kita fahami bahwasanya ilmu bisa kita dapat dengan belajar. Tidak ada orang yang tanpa belajar itu alim kecuali para Nabi. Adapun orang biasa, untuk menjadi alim prosesnya harus belajar kepada guru. Maka dari itu sudah sepatutnya kita haruslah belajar jika menginginkan menjadi alim atau orang memiliki ilmu.
Tanda Orang yang Allah Kehendaki Baik
Hadits di atas merupakan kabar baik, bahwasanya kita semuanya tidak mengerti siapa orang yang Allah Swt kehendaki baik. Namun alamatnya ada, yaitu orang yang Allah kehendaki baik adalah orang tersebut faham akan ilmu agama dan dia amalkan.
Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus: Pentingnya Wawasan Kebangsaan
Konsekuensi dari Kebaikan
Orang yang oleh Allah Kehendaki baik, tentu ada resikonya, ada konsekuensinya. Yaitu Allah uji dan beri musibah. Pertanyaannya kemudian: apakah dia akan sabar atau tidak, ridha atau tidak.
Disampaikan dalam Majelis Sholawat Kubro, 29 Agustus 2019, di Aula Al-Mu’tamar. (TB)
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
