Kediri – Kamis malam Jumat, 23 Rabiul Awal 1446 H / 26 September 2024 M, Aula Al-Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo kembali para santri berkumpul untuk mengikuti acara Majelis Sholawat Kubro ke-5. Ribuan santri tampak khidmat mengikuti acara yang pada pukul 19.30 WIB, dengan KH. Athoillah S.A. sebagai pengisi mauidzoh hasanah. KH. Athoillah membahas mengenai betapa beratnya sakaratul maut ketika mendatangi manusia.
KH. Athoillah menjelaskan bahwa hal yang paling berat menjelang kematian adalah sakaratul maut. Dinamakan sakaratul karena memang berat. Sakaratul sendiri memiliki arti“abote pati” atau “beratnya mati”. Selain proses pencabutan nyawa itu sendiri yang berat, godaan menjelang kematian juga sangat berat. Iblis, setan, dan pengikutnya berusaha sekuat tenaga agar manusia mati suul khatimah—mati dalam kondisi buruk—sehingga menjadi teman mereka di neraka. Inilah cobaan paling berat bagi setiap hamba.
Baca juga: KH. An’im Falahuddin Mahrus: Pentingnya Wawasan Kebangsaan
Syafaat Membaca Sholawat ketika Sakaratul Maut
Beliau menekankan: “Mulane monggo dereaken tindak lampahe Kanjeng Nabi, ngatahaken moco sholawat. Arep-arepe nopo? Mangke njenengan kaleh kulo sedoyo niku nek mangke bade kapundut niku Kanjeng Nabi nunggoni. Ditunggoni Kanjeng Nabi. Slamet nek ditunggoni Kanjeng Nabi, mergo nopo? Mergo ngatah-ngatahaken maos sholawat, Kanjeng Nabi bungah. Awakdewe moco sholawat tenanan.”
Artinya: “Maka dari itu, marilah kita mengikuti perilaku Kanjeng Nabi dengan memperbanyak membaca sholawat. Harapannya apa? Nanti ketika kita diambil nyawanya (sakaratul maut), Kanjeng Nabi akan menemani. Ditemani Kanjeng Nabi, kita selamat, karena membaca sholawat membuat Kanjeng Nabi senang. Oleh karena itu, mari kita membaca sholawat dengan sungguh-sungguh.”
Baca juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Peran Ibu untuk Keluarga dan Negara
KH. Athoillah menambahkan bahwa jika Kanjeng Nabi menemani kita, Iblis dan setan tidak akan berani mengganggu. Inilah yang paling kita harapkan, karena pada saat sakaratul maut, cobaan terberat akan kita hadapi.
Bentuk Godaan Iblis
Godaan Iblis atau setan saat sakaratul maut berbeda-beda, tergantung kondisi orang yang meninggal. Jika orang tersebut seorang alim, setan yang mengganggunya pun termasuk “setan top”. Sedangkan bagi orang biasa, setan yang remeh pun cukup untuk menggoda. Bentuk gangguan setan bisa bermacam-macam; kadang menyerupai guru, kadang orang lain, untuk menjerumuskan manusia agar tidak mati dalam kondisi baik.
Baca juga: KH. Athoillah: Rahasia Puasa Rasulullah
Oleh karena itu, KH. Athoillah menegaskan kembali, marilah kita meneladani perilaku Kanjeng Nabi dengan memperbanyak membaca sholawat, sehingga kita mendapatkan pendampingan beliau saat sakaratul maut, dan terhindar dari godaan setan.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
