Tag Archives: KH. M. Anwar Manshur

Nasehat Awal Tahun Ajaran

Lirboyo.net, (28/05) . Pada awal tahun pelajaran ini, KH. M. Anwar Manshur memberikan nasehat kepada para santri sebagai bekal awal para santri dalam mencari ilmu untuk satu tahun ke depan di Pondok Pesantren Lirboyo.

              Beliau menyampaikan bahwa, “Mencari ilmu itu sangat diwajibkan bagi setiap orang Islam. ” Seperti dawuhnya Nabi Saw. طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ . Kata فريضة menggunakan huruf Ta’ marbuthoh di akhirnya menandakan sebuah penekanan. Berarti sangat diwajibkan.  

            Kalau orang tidak mempunyai ilmu, maka ibadahnya tidak sempurna. Beliau menyampaikan sebuah bait dalam kitab Alfiyatuz Zubad,

وَكُلُّ مَنْ بِغَيرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ   *  أَعْمَالُهُمْ مَرْدُودَةٌ لَا تكمَلُ

Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amal-amalnya tertolak dan tidak sempurna. ”

            Beliau mengajak, “Mumpung Kita di pondok, mari kita niati bersama, Bismillahirrohmanirrohim, saya mondok mencari ilmu untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “

            “Kita hidup di dunia ini tujuannya adalah untuk beribadah. “

 وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ  وَالإِنس إِلَّا لِيَعْبُدُون .

Tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. “

Semakin Fokus, Semakin Tajam

            Beliau berpesan kepada para santri agar tidak memikirkan hal-hal lain yang dapat mengganggu proses mencari ilmu. Beliau mengajak kepada para santri supaya fokus memikirkan pelajaran-pelajaran yang sedang dikajinya.

Dasar yang Kokoh

            Beliau menyuruh para santri agar memahami kitab-kitab dasar sampai benar-benar paham. Sehingga ketika mempelajari kitab-kitab yang lebih luas pembahasannya nanti akan lebih mudah. Beliau mencontohkan, “Semisal dalam fan fikih, pahamilah kitab Fathul Qorib terlebih dahulu sampai benar-benar paham. Maka ketika Anda mempelajari kitab Fathul Mu’in ataupun Fathul Wahhab akan lebih mudah. Dalam fan ilmu nahwu, Anda pahami dulu kitab Jurumiyah sehingga ketika Anda mempelajari kitab Alfiyah akan lebih mudah. “

Tips Belajar Efektif

            Beliau juga memberikan tips metode belajar yang efektif di luar jam pelajaran Madrasah. Caranya adalah dengan membentuk kelompok belajar, cukup dengan tiga orang. Satu orang membaca kitab serta menjelaskan pemahamannya. Sementara yang lain mengoreksi bacaan dan pemahamannya. Hal ini dilakukan secara bergiliran. Metode belajar seperti ini akan memacu persaingan kemampuan dalam belajar. “Teman saya saja bisa, masa saya tidak bisa.” Tidak apa-apa berlomba-lomba dalam kebaikan. فَاستَبِقُوا الخَيرَات  . “Metode seperti ini lebih efektif daripada belajar sendirian. “ Tutur beliau.

            Setiap santri harus mempunyai himmah yang tinggi. Burung terbang menggunakan sayapnya, manusia terbang menggunakan himmahnya. Orang mengaji, kalau sudah paham maka hatinya terasa senang.            

Demikian kurang lebih poin-poin yang beliau sampaikan.

Baca juga:
DAWUH KH. AHS. ZAMZAMI MAHRUS: EMPAT PERKARA YANG MENAIKAN DERAJAT SESEORANG

Saksikan juga:
Anugerah yang Luar Biasa itu adalah ……. | Nasihat KH M Anwar Manshur

# NASEHAT AWAL TAHUN AJARAN
# NASEHAT AWAL TAHUN AJARAN

Dawuh KH. M. Anwar Manshur: Senantiasa Berdoa Saat Pandemi.

Mari kita sama-sama menjaga kesehatan diri kita sendiri-sendiri, karena sekarang masanya sedang tidak enak, masa mudah terkena peyakit, masa dimana bermacam-macam (Cobaan) turun.

Mari bersama kita perbanyak berdoa kepada Allah, Minta keselamatan dari cobaan Allah ta’ala, ini yang paling penting. Kita berdoa sewaktu-waktu dimanapun kita berada, Baik dalam keadaan setelah sholat jamah ataupun sendirian, jangan lupa harus berdoa.

Karena orang yang mau berdoa itu adalah orang yang akan dikabulkan doa-doanya. Maka, kita tinggal meminta pada Allah ta’ala. Mari, bismillahirrahmanirrahim memang kita ibadah hanya meminta diberi keselamatan semua, dunia sampai akhirat itu saja yang penting.

Dan tak lupa, Mari kita menjaga kesehatan kita, dengan cara menjaga sebenar-benarnya kesehatan diri kita dan keluarga kita, agar benar-benar diperhatikan, supaya selamat dari semua marabahaya. Karena sekarang masa banyak musibah. Jadi kita harus menjaga diri jangan sampai ceroboh, terkadang kecerobohan itu menjadikan celakannya diri sendiri.()

Disampaikan saat rutinan Pegajian Kamis Legi Kitab Al Hikam, 04 Februari 2021.(TB)

Dawuh KH. M. Anwar Manshur: Cara Bersyukur Seorang Pelajar

Kalian mondok di pesantren itu sudah sangat enak, karena di pesantren kalian tak ada ganguan, tak ada yang mempengaruhi dari sana-sini, kalian bisa memperdalami syariat agama Islam ala Ahli Sunnah Waljamaah. Makanya kalian harus bersyukur kepada Allah Swt. dengan bersungguh-sungguh belajarnya.

Alhamdulillah kita semua oleh Allah Swt. diberikan keinginan untuk mondok di pesantren, itu adalah suatu nikmat yang sangat luar biasa. Banyak yang rumahnya di samping pondok akan tetapi mereka tidak ingin mondok, sedangkan yang rumahnya jauh dari pondok tetapi berangkat mondok. Makanya kita harus bersyukur, cara syukur kita adalah dengan mencurahkan semua tenaga kita untuk mendalami ajaran syariat Islam.

Kalian semua disini adalah utusan dari daerah kalian masing-masing, walaupun keberangkatan kalian semua tidak diberangkatkan oleh masyarakat, tetapi keberangkatan kalian kepondok pesantren adalah sebagai utusan delegasi dari masyarakat kalian, untuk mendalami syariat Islam yang akhirnya kita nanti kembali dan menyampaikannya kepada masyarakat.

Makanya kalian semua di pesantren yang mempeng, hasil kalian di pesantren itu ditunggu oleh masyarakat kalian, apa yang belum kalian bisa, kalian pelajari. Soalnya belajar di pesantren itu paling mudah, banyak kaka-kaka kelas kalian yang sudah bisa, kalian bisa belajar dan bertanya kepadanya.

Dan kita semua itu di tunggu masyarakat, jangan sampai kita mengecewakan masyarakat kita, kalian ditunggu-tunggu hasil belajarnya, sampai rumah kalian tidak bisa apa-apa, kan ini sangat mengecewakan masyarakat. Dan ini tugas kalian, kalian  berangkat ke  pesantren, kalian harus dalami semua syariat Islam di pesantren, dan ketika kalian pulang kalian ajarkan pada masyarakat kalian, makanya kalian semua harus yang sunguh-sungguh dalam belajar, apa yang belum kalian bisa kalian pelajari di pesantren.()

Disampaikan saat Majelis Sholawat Kubro, 12 Desember 2019, di aula Al Mu’tamar.(TB)

Ketika Habib Ali Al-Jufri dan Kiai Anwar Manshur Berbagi Berkah melalui Air Minum

Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al-Jufri menghadiri Jalsatul Ilm di kediaman Habib Umar Muthohhar di Cepoko, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/12). Selain menyampaikan dakwahnya melalui lisan, ia juga menunjukkan lakunya sebagai dakwah.

Menjelang akhir kegiatan tersebut, Habib Ali meminta KH Anwar Manshur untuk meminum air yang sudah tersaji di meja. Kiai Anwar menerima gelas air minum itu, lalu membuka tutupnya dan menyerahkan kepada Habib Ali. Namun sang Habib menolak dan dengan isyarah tangannya meminta Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo itu meminumnya.  

Kiai Anwar pun meminum air tersebut. Ketika hendak menutup lagi gelas tersebut, Habib Ali bergegas menjemputnya. Kiai Anwar pun menatap wajah habib kelahiran Jeddah, Arab Saudi itu dengan senyum sembari menyerahkannya. Lalu, Habib Ali meminum tiga kali air sisa yang diminum oleh Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu.  

Belum sampai di meja ketika Habib Ali hendak meletakkan gelas tersebut, Kiai Anwar segera menyambut gelas tersebut yang masih menyisakan air di dalamnya. Ia pun kembali meminum air sisanya.  

Setelah diminum Kiai Anwar, gelas tersebut masih menyisakan beberapa mili air di dalamnya. Habib Soleh Al-Jufri tak mau kehilangan berkah tersebut dan langsung menyambutnya. Ia mengambil air dari gelas lainnya dan menyatukannya sehingga kembali banyak. Tentu saja ia meminumnya. Habib Soleh lalu meneruskan gelas tersebut kepada KH Najih Maimoen Zubair.  

Sebelumnya, Kiai Anwar Manshur menyambut kehadiran Habib Ali. Merasa Kiai Anwar tak membersamainya menuju tempat yang sudah disediakan di depan, Habib Ali kembali menuju Kiai Anwar dan menjemputnya untuk bersama mendampinginya di depan. Ia menggandeng kiai yang akrab disapa Mbah War oleh para santri-santrinya itu.  

Habib Ali melakukan rihlah dakwahnya ke Indonesia sejak akhir November 2019 lalu. Ia mengisi berbagai pengajian dan diskusi, mulai dari kampus seperti Universitas Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Walisongo Semarang, Universitas Negeri Semarang. Habib berusia 48 tahun itu juga mengisi pengajian di majelis taklim dan pondok pesantren.

Sumber: www.nu.or.id

Dawuh KH. M. Anwar Manshur : Keutamaan Birrul Walidain

Nanti para santri yang tak pulang liburan maulid bisa mengisi waktu liburanya dengan mengaji, dan para santri yang pulang ke rumahnya masing-masing harus melakukan birrul walidain. Apa yang di kerjakan oleh orang tua kalian di rumah, kalau kalian bisa mengerjakanya, maka kerjakanlahlah oleh kalian, jangan sampai kalian di rumah membuat hati orang tua kalian tersinggung.

Dimanapun kalian berada jagalah ahlakul karimah, lakukan pekerjaan yang membuat hati orang tua kalian senang. Kalian yang sebelum berangkat ke pesantren tidak pernah menggunakan bahasa yang halus ketika berbicara pada orang tua, maka ketika sudah pulang pesantren, kalian semua harus berbicara yang halus ketika berbicara dengan orang tua, tunjukan ajaran-ajaran yang diajarkan di pesantren, lalu mintalah doa pada orang tua kalian.

Orang yang hidupnya melaksanakan birrul walidain hidupnya akan penuh barokah. Maka dari itu janganlah pernah menyakiti hati orang tua kalian ketika dirumah. Mereka sudah mengurusi kalian dari kecil, maka jagalah selalu ahlakul karimah. Ketika kalian menjaga ahlak kalian dimanapun kalian berada, itu sama halnya kalian seperti berdakwah.Ketika masyarakat melihat kalian yang menjaga ahlakul karimah, mereka yang belum memondokan anaknya ke pesantren, jadi ingin memondokan anak-anaknya.

Dan yang terakhir jangan sampai kalian dirumah membuat resah masyarakat, jaga selalu nama baik pondok pesantren kita.()

*Disampaikan dalam acara pembekalan santri sebelum liburan maulid di Masjid Lawang Songo 03 Nov 2019 M.(TB)