32 views

Apel Memperingati Hari Santri Nasional

LirboyoNet, Kediri – Pagi tadi, ribuan santi putra dan putri dari Pondok Pesantren Lirboyo Unit Al Mahrusiyah, menggelar apel dalam rangka mensyukuri ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah KH. Reza Ahmad Zahid, Pengasuh Unit Al Mahrusiyah. Terlihat pula upacara diikuti oleh petugas kepoliUpacara Hari Santri Lirboyosian, Ibu Nyai Hj. Zakiyatul Misykiyyah, Agus Nabil Ali Usman, staf pengajar, dan pengurus pondok.

Susunan acara sendiri sebagaimana apel upacara pada umumnya yang meliputi pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Ikrar Santri dan amanat pembina upacara serta doa. Bertindak sebagai dirijen paduan suara adalah Gusrian Fadli, sementara petugas protokoler Dzohron Nahdowi, pemimpin upacara Rizki Priyatno dan tiga petugas pengibar bendera Puja Kusuma, Fadhol Maulana serta Hadziq Mahmud. Meskipun pada hari-hari biasanya unit ini dalam kegiatan belajar-mengajar santri putra mengenakan celana panjang dan bersepatu, saat upacara kemarin semuanya terlihat bersarung dan bersandal.

Ikrar santri dibacakan oleh Ketua Pondok Unit Al Mahrusiyah, Ilhamul Karim. Teks ikrar santri sendiri sebagaimana berikut:
Kami santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikrar :

  1. Sebagai santri NKRI, berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai dan tradisi islam Ahlussunnah wal Jamaah.
  2. Sebagai santri NKRI, bertanah air satu, tanah air Indonesia, Berideologi negara satu, ideologi Pancasila. Berkonstitusi satu, UUD 1945. Berkebudayaan satu, kebudayaan Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Sebagai santri NKRI, selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia. Mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.
  4. Sebagai santri NKRI, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional, mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Idonesia yang berkeadilan.
  5. Sebagai santri NKRI, pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan semua pihak yang akan merongrong Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal ika, serta konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat proklamasi kemerdekaan RI dan Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

Dalam sambutannya, KH. Reza Ahmad Zahid banyak memberikan semangat kepada para santri untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, diantanya dengan tambah tekun belajar. Beliau juga mengatakan, “Kekerasan, anarkis, arogan, terosisme dan radikalisme, bukan budaya pondok pesantren. Pondok pesantren selalu mengajarkan kesantunan dan kesejukan.” Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin Agus Nabil Ali Usman. /-

0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.