Dalam perjalanan hidup, ada masa di mana dunia terasa begitu gelap. Ujian datang bertubi-tubi — kesedihan, kehilangan, kesempitan rezeki, atau bencana yang tak terduga. Pada saat seperti itulah, doa menjadi pelita di tengah gulita. Islam mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ
Artinya :“Tidak ada yang dapat menolak takdir (ketetapan Allah) kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali kebajikan (berbuat baik).”[¹Abū ‘Īsā Muḥammad ibn ‘Īsā al-Tirmiżī, al-Jāmi‘ al-Kabīr (Sunan al-Tirmiżī), tahqīq Basyār ‘Awwād Ma‘rūf, Beirut: Dār al-Gharb al-Islāmī hal. 18 juz. 4]
Baca Juga: Salat Lil Unsil Qabr, Ringankan Beban Mayit
Doa Sebagai Perisai dari Musibah
Doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk penghambaan kepada sang Pencipta. Dan juga senjata seorang mukmin untuk menghadapi takdir dengan hati yang tunduk dan jiwa yang berserah. Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa kekuatan doa bisa mengubah takdir/ketetapan allah yang bersifat Qadar seperti terjaga dari musibah.
Ketika seseorang berdoa, ia seakan menegaskan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung. Bahkan dalam keadaan paling suram sekalipun, doa mampu menhidupkan secercah harapan.
Doa yang Rasulullah ﷺ ajarkan untuk Menolak Musibah/Bala’
Rasulullah ﷺ mengajarkan beberapa doa khusus agar terhindar dari bala dan petaka, di antaranya:
1. Doa Menolak Bala dan Petaka
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Artinya :“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan (atau keselamatan) yang telah Engkau berikan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan dari seluruh kemurkaan-Mu.”[¹Muslim ibn al-Ḥajjāj al-Qusyairī an-Naisābūrī, Ṣaḥīḥ Muslim, tahqīq Aḥmad ibn Rif‘at al-Qarahisārī dkk., Turki: Dār aṭ-Ṭibā‘ah al-‘Āmirah. hal. 88 juz. 8]
Doa ini mencakup perlindungan dari segala bentuk petaka. Baik secara fisik, spiritual, maupun rezeki.
Baca Juga: Doa Rasulullah untuk Menjaga diri dari Fitnah Zaman
2. Doa Perlindungan dari Penyakit kronis
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ
Artinya :“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang (lepra), kegilaan, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk.”[¹Abū Dāwūd Sulaimān ibn al-Asy‘ats as-Sijistānī, Sunan Abī Dāwūd ma‘a Syarḥih ‘Awn al-Ma‘būd, syarḥ oleh Syaraf al-Ḥaqq al-‘Aẓīm Ābādī, Delhi: al-Maṭba‘ah al-Anṣārīyah hal. 569 juz. 1]
3. Doa Agar Terhindar dari Fitnah dan Petaka Zaman
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Artinya :“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah (cobaan) neraka dan azab neraka, dari fitnah kubur dan azab kubur, dari kejahatan fitnah kekayaan, dan dari kejahatan fitnah kemiskinan, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.“[¹Ibn Mājah Muḥammad ibn Yazīd al-Qazwīnī, Sunan Ibn Mājah hal. 1262 juz. 2
Baca Juga: Amalan Bertemu Nabi Muhammad SAW
Penutup
Ketika dunia terasa gelap, jangan diam. Angkat tanganmu, bisikkan doa kepada Dzat yang Maha Mendengar. Karena di balik setiap musibah, ada kasih sayang Allah yang sedang mengundang hamba-Nya untuk kembali.
Tidak ada musibah yang terjadi kecuali dengan izin Allah, dan tidak ada doa yang sia-sia di sisi-Nya. Bahkan jika belum dikabulkan, doa tetap menjadi sebab datangnya rahmat dan terangkatnya dosa.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
Artinya :“Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”(QS Al-Ghafir: 60)
Ketika dunia terasa gelap, jangan berhenti berdoa. Karena sering kali, cahaya itu datang dari kalimat lirih seorang hamba di tengah malamnya.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
