Doa Masuk Pasar: Keutamaan dan Hikmah Berzikir di Tengah Sibuknya Dunia

Panduan doa ketika masuk pasar serta keutamaannya Panduan doa ketika masuk pasar serta keutamaannya

Pasar merupakan tempat yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Di sana berlangsung berbagai aktivitas jual beli, tawar-menawar, serta perputaran ekonomi yang melibatkan banyak orang. Namun, di balik kesibukan tersebut, ternyata dalam Islam ada sebuah amalan sederhana yang memiliki pahala luar biasa, yaitu membaca doa masuk pasar.

Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk senantiasa mengingat Allah di mana pun berada, termasuk ketika memasuki pasar. Bahkan, zikir yang dibaca saat memasuki pasar mendapat ganjaran yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat hadis.

Bacaan Doa Masuk Pasar

Sayyidina Umar bin Khattab ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Barang siapa memasuki pasar lalu mengucapkan:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Lā ilāha illallāhu waḥdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul ḥamdu, yuḥyī wa yumīt, wa huwa ḥayyun lā yamūt, biyadihil khair, wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr.

“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia menghidupkan dan mematikan. Dia Maha Hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Rasulullah saw. menjelaskan bahwa Allah akan mencatat sejuta kebaikan, menghapus sejuta keburukan, dan mengangkat sejuta derajat bagi orang yang membacanya ketika memasuki pasar. Dalam sebagian riwayat bahkan disebutkan bahwa Allah akan membangunkan sebuah rumah baginya di surga.

Baca juga: Di Balik Surat al-Kautsar: Sebuah Kisah dan Perbedaan Ulama

Doa Lain Ketika Masuk Pasar

Selain zikir di atas, terdapat pula doa yang merupakan riwayat dari Sayyidina Buraidah. Beliau menuturkan bahwa Rasulullah saw. ketika memasuki pasar, beliau membaca:

بِسْمِ اللهِ, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السُّوقِ وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُصِيبَ فِيهَا يَمِينًا فَاجِرَةً أَوْ صَفْقَةً خَاسِرَةً

Bismillāh. Allāhumma innī as’aluka khaira hādzihis-sūqi wa khaira mā fīhā, wa a’ūdzu bika min syarrihā wa syarri mā fīhā. Allāhumma innī a’ūdzu bika an uṣība fīhā yamīnan fājiratan aw ṣafqatan khāsirah.

“Dengan nama Allah. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan pasar ini dan kebaikan yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang ada di dalamnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sumpah dusta dan transaksi yang merugikan.”

Doa ini mengajarkan agar seorang muslim ketika di pasar tidak hanya mencari keuntungan dunia, tetapi juga memohon keberkahan, kejujuran, dan perlindungan dari praktik-praktik yang syariat larang.

Mengapa Pahala Zikir Masuk Pasar Sangat Besar?

Para ulama menjelaskan bahwa pahala besar tersebut memiliki hikmah yang dalam. Ketika kita berzikir di pasar, kita mengingat Allah di tengah manusia yang umumnya tersibukkan dengan urusan dunia. Karena itu, kedudukannya menyerupai seorang pejuang yang tetap teguh ketika banyak orang lalai.

Baca juga: Hukum Adegannya Aktor

Pasar memang identik dengan aktivitas perdagangan, perhitungan keuntungan, dan berbagai kesibukan lainnya. Akibatnya, banyak orang tenggelam dalam urusan dunia hingga lupa untuk sekadar ingat kepada Allah. Oleh sebab itu, orang yang tetap menjaga ingatannya kepada Allah di tempat semacam ini memperoleh keutamaan yang istimewa.

Tempat Ujian Kejujuran Seorang Muslim

Sebagian ulama menerangkan bahwa pasar mendapat perhatian khusus dalam hadis karena merupakan tempat yang paling sering melalaikan manusia dari mengingat Allah. Di sana seseorang dapat tergoda untuk berbohong, mengurangi timbangan, menyembunyikan cacat barang, atau mengucapkan sumpah palsu demi memperoleh keuntungan. Maka dari itu, tidak heran kalau disunahkan masuk pasar memakai kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan sebagaimana adab ketika masuk kamar mandi.

Karena itulah, Allah memuji orang-orang yang tetap menjaga ketaatan meskipun berada di tengah aktivitas perdagangan.

رِجَالٌ لَّا تُلْهِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَاِقَامِ الصَّلٰوةِ وَاِيْتَاۤءِ الزَّكٰوةِۙ يَخَافُوْنَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيْهِ الْقُلُوْبُ وَالْاَبْصَارُۙ

“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingat Allah.” (QS. An-Nur: 37)

Ayat tersebut menggambarkan sosok muslim ideal: aktif bekerja, berdagang, dan mencari nafkah, namun tetap menjaga hubungan dengan Allah.

Baca Juga: Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

Amalan Ringan dengan Pahala Besar

Membaca doa masuk pasar merupakan amalan ringan yang sering terlupakan. Padahal, Rasulullah saw. menjanjikan pahala yang sangat besar bagi orang yang menghidupkan zikir tersebut. Selain itu, doa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas ekonomi bukan sekadar urusan dunia, melainkan juga bagian dari ibadah.

Karena itu, setiap kali memasuki pasar, pusat perbelanjaan, toko, atau tempat transaksi lainnya, sempatkanlah untuk membaca doa dan zikir yang Rasulullah saw. ajarkan. Dengan begitu, langkah mencari rezeki tidak hanya menghasilkan keuntungan materi, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan pahala di sisi Allah Swt.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses