Keikhlasan Imam Al-Mawardi dalam Berkarya

Keikhlasan Imam Al-Mawardi dalam Berkarya

Imam al-Mawardi (974-1058 M) memiliki nama lengkap Abu Hasan Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Habib al-Bashri al-Baghdadi. Salah satu karyanya berjudul Al-Hawi al-Kabir, penjelas (Syarh) kitab Mukhtasar al-Muzani, yang terdiri dari beberapa jilid sering menjadi rujukan hukum dalam lingkup Mazhab Syafi’i. Dalam menelurkan karyanya, Imam Al-Mawardi terkenal akan kemurnian atau keikhlasan niatnya.

Imam Tajuddin As-Subki dalam kitabnya Thabaqat Syafi’iyah al-Kubra juz 5 halaman 268 menceritakan:

Imam Al-Mawardi tidak langsung mempublikasikan semua naskahnya. Beliau menyembunyikannya di suatu tempat. Ketika ajalnya sudah dekat, beliau berpesan kepada orang kepercayaannya, “Naskah yang terdapat di tempat si Fulan semuanya itu karanganku. Aku belum menerbitkannya karena aku belum mendapati niat yang bersih. Jika aku dalam sakratul maut, letakkan tanganmu pada tanganku. Nanti kalau aku menggenggam tanganmu maka ketahuliah bahwa tidak ada satupun karanganku itu yang diterima Allah. Jadi, ambillah semua kitabku itu dan lemparkanlah ke sungai Dijlah. Tetapi kalau tanganku membuka dan aku tidak menggenggam tanganmu maka ketahuilah karya-karyaku itu telah Allah terima dan aku sudah mendapatkan niat bersih yang aku harapkan.”

Orang kepercayaan Al-Mawardi itu berkata, “Ketika sudah dekat saat wafatnya, aku meletakkan tanganku pada tangan beliau. Ternyata beliau membuka tangannya dan tidak menggenggam tanganku. Dari situ aku tahu bahwa amal beliau telah diterima Allah. Karenanya, aku pun mempublikasikan kitab-kitab beliau setelah wafatnya”. []waAllahu a’lam

Baca juga:
NASIHAT IMAM AHMAD BIN HANBAL UNTUK KELOMPOK PENANTANG PEMERINTAH

Dawuh Masyayikh:
Generasi Masa Depan

# KEIKHLASAN IMAM AL-MAWARDI DALAM BERKARYA
# KEIKHLASAN IMAM AL-MAWARDI DALAM BERKARYA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.