Hukum Menolak Pemerintahan Zalim

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bagaimanakah hukumnya menolak pemimpin negara yang zalim dan fasik? Apakah boleh bagi umat Islam untuk tidak mentaatinya? Terimakasih, mohon jawabannya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (Aryadi, Depok) _________________________ Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Seorang pemimpin dan penyelenggara negara (pemerintah) merupakan hal mutlak yang harus ada dalam menunjang keberlangsungan dan kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun,…

Lanjutkan

Abdul Hamid Sa’ad; Pemimpin yang Menanggung Kebutuhan Rakyat

Dulu, musim kemarau panjang pernah melanda beberapa wilayah di negara Mesir. Pada saat itu, Abdul Hamid bin Sa’ad menjadi kepala pemerintahannya. Abdul Hamid pun berkata, “Demi Allah, sesungguhnya aku telah memberitahukan kepada setan bahwa akulah musuhnya.” Kemudian, seluruh kebutuhan rakyat ditanggung olehnya. Ia berhutang kepada para saudagar yang kaya raya. Total hutang yang menjadi tanggungan…

Lanjutkan

Khutbah Jumat: Tipe Amalan Yang Paling Dicintai Allah Swt.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ لَهُ الْحَمْدُ كُلُّهُ وَ لَهُ الْمُلْكُ كُلُّهُ وَ بِيَدِهِ الْخَيْرُ كُلُّهُ وَ إِلَيْهِ يَرْجِعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ فِيْ ذَاتِهِ وَ أَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَخْلُوْقَاتِهِ أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ الْمُقْتَدِيْنَ…

Lanjutkan

Jangan Pernah Mencaci-maki Pemerintah

Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah memiliki cara dakwah yang damai, santun, dan menyejukkan. Mereka tidak pernah teriak-teriak apalagi mencaci-maki. Karena tindakan tersebut tidak menunjukkan perilaku mukmin sejati. Al-Ghazali—ulama dan sufi kenamaan—pernah menjelaskan dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin: وَإِنَّمَا الْمُحَرَّمُ اسْتِصْغَارٌ يَتَأَذَّى بِهِ الْمُسْتَهْزَأُ بِهِ لما فِيهِ مِنَ التَّحْقِيرِ وَالتَّهَاوُنِ “Adapun yang diharamkan adalah mencaci-maki yang dapat…

Lanjutkan

Ulama dan Umara, Kepercayaan Demi Kemaslahatan

Setelah tiga abad lebih menjadi negara terjajah, negeri ini akhirnya dapat mengibarkan merah putih dengan tangis haru dan pilu bersama meneriakkan proklamasi. Seumur jagung kemerdekaan diproklamirkan, blok sekutu datang untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda. Pesawat terbang meraung-raung diatas Kota Surabaya. Artileri super canggih didatangkan untuk bermanuver dan mengancam pribumi dalam operasi gagak. Namun…

Lanjutkan

Siyasat Politik Ulama Plat Merah

Dalam rekam sejarah, sistem kenegaraan paling ideal adalah masa kepemimpinan Rasulullah saw. dan Khulafaur Rasyidin. Rasulullah SAW. membuat Piagam Madinah— yang oleh Prof. Jimly Ash-Shiddiqy—sebagai konstitusi tertulis pegama dimuka bumi yang menjamin keberlangsungan pluralitas bangsa. Dengan Piagam Madinah, Rasulullah saw. menjamin keberlangsungan tata kelola kehidupan yang pluralis, bahkan soal kebebasan keyakinan beragama sekalipun. Kesuksesan yang…

Lanjutkan

Relasi Umara dengan Ulama

“Dalam Bingkai Menjaga Keutuhan Negara Persatuan Republik Indonesia” “Orang bilang tanah kita, tanah surga”. Sebuah petikan kata yang menggambarkan betapa indahnya bumi  yang kita tempati, bumi yang sempat menjadi rebutan beberapa Negara untuk menguasai kekayaan didalamnya yang pada saat itu menjadi primadona dibelahan dunia. Bumi yang juga pernah berada dibawah kaki tangan penjajah selama beberapa…

Lanjutkan

Hukum Peletakan Batu Nisan dan Tulisannya

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Bagimana hukum memasang batu nisan pada kuburan? Dan bagaimana pula hukum menulisinya dengan nama jenazah? Terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. (Syafi’-Nganjuk) _______________ Admin-Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Memberi tanda pengenal atas kuburan dengan memasang batu nisan, patok, dan penanda lain merupakan kebiasan umat Islam hingga sejak dulu hingga sekarang. Hal tersebut merupakan sebuah anjuran syariat…

Lanjutkan

Di Antara Dua Kesibukan

Pada suatu hari, ada seseorang yang berkata kepada Hasan al-Basri, “Wahai Abu Said (julukan Hasan al-Basri), di balik tiang itu ada seorang pria yang selalu duduk menyendiri dan enggan bergabung dengan yang lainnya.” “Wahai hamba Allah, aku melihatmu suka menyendiri, apa yang menghalangimu untuk bergaul dengan yang lain?” tanya Hasan al-Basri seraya menghampiri orang tersebut….

Lanjutkan