HomeAngkringAl-Makmun Dan Para Pencari Sensasi

Al-Makmun Dan Para Pencari Sensasi

0 1 likes 320 views share

Suatu kali al-Makmun mendengar ada seseorang yang mengaku nabi, tahu akan hal demikian al-Makmun langsung memanggil orang itu.

“Apa yang membuatmu yakin jika dirimu ini nabi?” Tanya al-Makmun.

“Aku bisa tahu isi hatimu.” Jawab orang itu.

“Apa itu?” sahut al-Makmun.

“Hatimu mengatakan bahwan aku ini berbohong” jawab lelaki itu dengan nada kelakar.

Lalu lelaki itu di masukkan ke dalam tahanan oleh al-Makmun. Selang beberapa hari, al-Makmun kembali memanggil orang itu untuk menghadapnya.

“Bagaimana, sudah ada wahyu yang kau terima?” Tanya al-Makmun

“Belum, raja”

“Mengapa?” lanjut al-Makmun

“Karena Malaikat tidak mau masuk penjara, raja”

Al-Makmun tertawa mendengar jawaban lelaki itu, lalu mempersilahkannya untuk pulang.

Dilain waktu, ada lagi seseorang yang kembali mengaku nabi. Maka sebagaimana biasanya, al-Makmun memanggil orang tersebut. Namun kali ini, al-Makmun menyuruh Tsumamah untuk menginterogasinya.

“Jika kamu benar-benar seorang nabi, buktikan dihadapanku!” tantang Tsumamah

“Baiklah, maka ijinkan aku menggauli isterimu”

“Untuk apa?” Tanya Tsumamah

“Sebab dari Rahim isterimu itulah akan si jabang bayi yang pada saat ia baru lahir, ia akan langsung bersaksi bahwa aku adalah seorang nabi.” Jawab lelaki itu dengan tenangnya.

“Sekarang aku sudah percaya bahwa kmu nabi” jawab Tsumamah.

“Secepat itu kamu mempercayai orang ini” Tanya al-Makmun pada Tsumamah

“Aku tidak mau dia melaksanakan mukjizatnya, apakahh tuan mau jika orang ini menggauli isteriku dihadapan anda dan di depan mataku?”

Al-Makmun lantas tersenyum mendengar penuturan Tsumamah, lalu mengusir orang gila pencari sensasi itu.(IM)

Dari kitab, an-Nawadir imam al-Qulyubi