Tag Archives: M3HM

Bijak Bermedia Sosial dalam ASWAJA

Ini adalah era globalisasi. Arus informasi mengalir deras tanpa batas. Menembus ruang-ruang kehidupan tanpa memandang keadaan lingkungan. Tatanan kehidupan mudah dipengaruhi oleh media sosial yang menyampaikan berita secara terus menerus.

Santri adalah orang yang mempunyai tugas untuk memberikan pengaruh baik kepada masyarakat. Tepatnya pada Kamis malam Jumat (22/08) santri Pondok Pesantren Lirboyo memadati Aula Al-Muktamar untuk menyimak seminar yang digelar oleh Jam’iyah Nahdliyah Majelis Musyawaroh Madrasah Hidayatul Mubtadiin (M3HM) dengan tema Bijak Bermedia Sosial dalam ASWAJA. Tutor dalam acara tahunan dari M3HM itu sendiri adalah KH. A Shampton Masduqi dan al-Habib Abdul Rasyid.

Sebelum acara seminar dimulai, para santri yang sudah memadati Aula Al-Muktamar disuguhi video dokumenter, tentang awal mula penyebaran Islam di Nusantara yang dilakukan oleh Wali Songo dengan cara yang ramah, tidak mudah marah-marah yang menyebabkan pecah belah seperti yang dilakukan oleh beberapa akun media sosial saat ini.

Benih-benih perpecahan itu, sumbernya adalah berita-berita bohong yang bersifat bombastis dan mengadu domba yang disebarkan oleh akun-akun, yang sebenarnya hanya ingin mendapatkan banyak uang dan tidak menyadari kerusakan yang ditimbulkan, yaitu perpecahan dan dicurinya Sumber Daya Alam Indonesia. Dengan dua tutor yang sangat kredibel dalam bidang itu, para santri dibekali pengetahuan tentang cara mengidentifikasi berita dan menangkal hoax.

Selain itu, kedua tutor membeberkan dampak dakwah instan yang membentuk pemahaman sempit tentang agama, sehingga menjadikan masyarakat mudah menyalahkan hingga mengkafir-kafirkan sesama muslim. Dari keresahan itu, tutor memberi petunjuk kepada para santri akan peluang-peluang strategis dakwah di media sosial.

Dengan semakin banyaknya para santri yang berdakwah di media sosial, diharapkan akan bisa memberikan pencerahan tentang agama Islam yang mendalam kepada masyarakat, sehingga akan membentuk tatanan kehidupan yang tentram, damai dan sejahtera.

Acara ditutup pukul 1.10 Wib dengan bacaan doa yang dipimpin oleh KH. A. Shampton Masduqie.[]

M3HM (Majelis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien)

Seperti halnya sebuah lembaga pendidikan lainnya, MHM Lirboyo mempunyai lembaga Intra Madrasah yang dikelola dari dan untuk santri, bernama Majelis Musyawarah Madrasah Hidayatul Mubtadi-ien (M3HM). Sedangkan untuk kantornya, M3HM terletak di kawasan pondok Induk, tepatnya di lantai I gedung Al-Ittihad I.

Sejarah singkatnya, M3HM bermula dari kegiatan Musyawarah yang diikuti oleh sekitar 90 siswa pada tahun 1941 yang diprakarsai KH.. Zamroji (Kencong Pare). Meski pada waktu itu kegiatan sepert ini belum terorganisir secara struktural, namun kegiatan ini mampu bertahan selama 4 tahun. Kemudian  pada tahun 1955 datang utusan dari pengurus IPNU pusat yang diwakili oleh Tolhah Mansyur (Mahasiswa UGM) dan Bahtiar Sutiono (Pelajar ST Nganjuk), sowan kepada KH. Mahrus Aly agar di Lirboyo didirikan IPNU. Namun karena  IPNU pada waktu itu belum masyhur di kalangan pesantren, maka atas usul Ustadz Ahmad Qosim (Mustahiq  tamatan 1956), dibentuklah Psah Hidayatul Mubtadi-ien, juga sebagai Dewan Pengawas Muhafadzah Mingguan.

Dalam rangka mewujudkan tujuannya, usaha yang telah dilakukan M3HM adalah dengan mengaktifkan musyawarah dan muhafadzah umum serta meningkatkan kualitasnya. M3HM juga mengadakan kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler untuk menambah wawasan sosial kemasyarakatan an kreatifitas intelektual siswa MHM. Dalam hal ini, M3HM menyelenggarakan seminar-seminar –lebih dikenal dengan istilah jam’iyyah Nahdliyyah- yang dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan menghadirkan tutor-tutor handal. Dalam jam’iyyah nahdliyah ini, diadakan kuliah umum dengan mendatangkan tutor dari luar pondok dan mengangkat berbagai masalah aktual  dengan berbagai  bahasan seperti keorganisasian, leadership, manajemen ke-NU- an dan lain sebagainya.