HomeAngkringKetika Malaikat Mikail Menahan Matahari demi Ali

Ketika Malaikat Mikail Menahan Matahari demi Ali

Angkring 0 6 likes 462 views share

Ali sebenarnya sudah bergegas menuju masjid untuk ikut shalat jamaah subuh dengan Nabi Muhammad. Namun di tengah jalan, ia bertemu dengan orang tua, yang sayang sekali berjalan terlalu pelan. Tetapi Ali tidak mendahuluinya, sebagai cara untuk mengungkapkan penghormatan dan pemuliaan terhadap orangtua itu.

Matahari sudah hampir terbit ketika keduanya sampai di depan masjid. Tak diduga oleh Ali, orang tua itu tidak ikut shalat berjamaah. Dia Nasrani. Ali segera masuk masjid dan ikut shalat jamaah tepat ketika Rasulullah sedang rukuk.

Para jamaah merasa ada yang janggal dengan shalat Rasulullah. Beliau shalat tidak seperti biasanya. “Wahai Rasulullah. Mengapa engkau rukuk tadi begitu lama? Rukukmu tak pernah sepanjang ini sebelumnya.”

“ketika aku hendak bangun dari rukukku,” Jawab Nabi, “Malaikat Jibril datang menyandarkan sayapnya di punggungku. Aku baru bisa bangun dari rukuk ketika ia mengangkat sayapnya.”

“Kenapa bisa begitu, Ya Rasul?”

“Aku tak sempat menanyakannya.”

Seketika itu Malaikat Jibril hadir di hadapan Rasulullah. “Wahai Muhammad. Sungguh Ali hendak bergegas shalat berjamaah bersamamu. Tapi kemudian ia bertemu seorang Nasrani tua di jalan, yang ia tak tahu keNasraniannya. Ia memuliakannya, dan tak mendahuluinya . Allah kemudian menyuruhku untuk menahan rukukmu, sampai dia bisa shalat shubuh bersamamu.”

“Allah juga memerintahkan Malaikat Mikail untuk menahan matahari dengan sayapnya agar tak terbit, karena menghormati Ali.”

Fawaid al-Mikhtarah, 71.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.