Panggung ibadah haji adalah sebuah perjalanan spiritual. Setelah berminggu-minggu membalut diri dalam pakaian ihram yang sunyi dari kemewahan dunia, kini saatnya jemaah haji melangkah pulang. Namun, perjalanan kembali ke tanah air bukan sekadar urusan berkemas koper. Syariat Islam yang agung telah menata kepulangan ini ke dalam rangkaian adab yang syahdu, agar kemurnian haji mabrur tidak luntur oleh riuhnya penyambutan duniawi.
Berikut adalah untaian adab kepulangan haji yang terpotret di kitab Fiqh al-Islami wa Adillatuh:
1. Senandung Zikir di Perjalanan
Ketika kendaraan mulai bergerak membelah cakrawala meninggalkan tanah suci, sunah bagi jamaah haji untuk mengagungkan Allah setiap kali melewati jalanan yang mendaki Bacalah takbir tiga kali, lalu sambunglah dengan untaian zikir yang Rasulullah ajarkan:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ آيِبُونَ تَائِبُونَ، عَابِدُونَ سَاجِدُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ، صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah, bersujud, dan hanya kepada Tuhan kami, kami memuji.
Allah telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya (Muhammad ﷺ), dan menghancurkan golongan-golongan musuh dengan keagungan diri-Nya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Zikir ini adalah deklarasi bahwa kepulangan seorang dari haji adalah kepulangan jiwa yang telah mereka sisipkan dengan komitmen taubat.
Baca juga: Di Balik Aturan Haji Sekali Seumur Hidup
2. Mengirim Kabar Kepada Keluarga
Ketika rindu kian membuncah dan jarak ke kampung halaman kian dekat, sunah untuk mengirim pesan atau mengabari keluarga di rumah terlebih dahulu. Syariat melarang keras seorang musafir tathruqa ahlahu lailan—yakni mengetuk pintu rumah dan datang mendadak di senyapnya malam.
Imam Muslim meriwayatkan dari Anas RA bahwa Nabi ﷺ selalu memilih waktu pagi hari atau sore hari untuk tiba.
Adab ini menjaga psikologis keluarga di rumah agar memiliki waktu bersiap, bersolek, dan menyambut kepulangan dengan sukacita, tanpa rasa kikuk atau terkejut.
Baca juga: Seputar Mendoakan Orang Lain Diam-Diam
3. Doa Menjelang Gerbang Kota
Saat pesawat mulai menatap batas kota atau negara kediaman, bacalah doa:
اللهم إني أسألك خيرها، وخير أهلها، وخير ما فيها، وأعوذ بك من شرها وشر ما فيها
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan kota ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan yang ada di dalamnya…”.
Pintalah pula agar Allah menjadikan kota tersebut sebagai tempat bernaung yang penuh rezeki yang baik, serta menanamkan rasa cinta antara diri kita dan orang-orang saleh di sana.
Baca juga: Meneladani Gaya Bicara dan Artikulasi Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari
4. Membuka Langkah dengan Salat di Masjid
Sebelum kaki melangkah melintasi pintu rumah sendiri, berhentilah sejenak di masjid terdekat dari permukiman. Lakukan salat sunah dua rakaat, bersyukur bahwa Allah telah memulangkan diri kita dengan selamat. Setelah tiba di dalam rumah, hampar kembali sajadah untuk melakukan dua rakaat serupa, lalu tengadahkan tangan dalam untaian syukur.
5. Doa dari Sanak Keluarga
Bagi sanak keluarga yang menyambut, sunah mengucapkan doa:
قبل الله حجك، وغفر ذنبك وأخلف نفقتك
“Semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti biaya yang telah engkau keluarkan.”
Baca juga: Haji? Pahami 6 Perubahan Besar yang Akan Anda Rasakan
Pintu Rumah yang Terbuka: Awal dari Kehidupan Baru
Saat melangkahi pintu rumah, rasakan dekap kehangatan keluarga sambil melafalkan doa yang sering Rasulullah panjatkan:
توبًا توبًا، لربنا أوبًا، لا يغادر حوبًا
(Kami memohon taubat yang sempurna, kembali kepada Tuhan kami, taubat yang tidak menyisakan lagi dosa).
Kesimpulan
Walhasil, esensi sejati dari kemabruran haji seorang tecermin dari lembaran hidup setelah ia merapatkan kembali pintu rumahnya. Jika ia pulang dengan pribadi yang lebih teduh, tutur kata yang lebih terjaga, serta ketaatan yang kian merekah, maka itulah segel nyata bahwa hajinya telah diterima. Jadikan kepulangan ini sebagai momentum untuk melangkah lebih baik, karena perjalanan spiritual yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





