Di tengah peradaban modern, manusia memandang uang hanya sebagai alat transaksi. Mereka menghitungnya dengan angka, menimbangnya dengan nilai tukar, dan menakar kualitas hidup dengan daya belinya. Akan tetapi, ulama salaf membuka tabir lain dari hakikat uang: uang membawa dimensi ruhani yang melampaui sekadar angka. Di situlah hadir istilah barakah yang menghidupkan harta.
Berkah bukan hanya “banyak” atau “berlipat”, melainkan keberlangsungan kebaikan yang menyertai harta. Dengan barakah, sedikit terasa cukup, banyak menjadi manfaat, dan keberadaannya menghadirkan ketenteraman. Lalu, bagaimana uang bisa menyatu dengan barakah?
Baca juga: Rahmat Allah pada Ahli Maksiat: Harapan di Balik Dosa
Rahasia Maulid dalam I‘ānat aṭ-Ṭālibīn
Abū Bakr ‘Utsmān bin Muḥammad Shaṭā al-Dimyāṭī al-Syāfi‘ī (al-Bakrī) dalam kitab monumental I‘ānat aṭ-Ṭālibīn menjelaskan dawuh Abu Syamah sebagai berikut:
ومن أحسن ما ابتدع فى زماننا ما يفعل كل عام فى اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله تعالى عليه وسلم. من الصدقات والمعروف، وإظهار الزينة والسرور. فإن ذلك مع ما فيه من الإحسان للفقراء. مشعر بمحبة النبى صلى الله عليه وسلم وتعظيمه. فى قلب فاعل ذلك وشكر الله تعالى على ما من به من إيجاد رسول الله صلى الله عليه وسلم. الذى أرسله رحمة للعالمين
“Sebagian dari paling baiknya bid‘ah di zaman kita adalah amalan yang dilakukan setiap tahun pada hari yang bertepatan dengan hari kelahiran Nabi ﷺ. yaitu bersedekah, berbuat baik, menampakkan hiasan dan kebahagiaan. Semua itu, selain menjadi bentuk kebaikan untuk fakir miskin, juga menunjukkan cinta dan pengagungan kepada Nabi ﷺ. serta rasa syukur kepada Allah atas karunia kelahiran Rasulullah ﷺ, sang rahmat bagi semesta alam.” [Abū Bakr ‘Utsmān ibn Muḥammad Shaṭā al-Dimyāṭī al-Syāfi‘ī (al-Bakrī), I‘ānat aṭ-Ṭālibīn ‘alā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Mu‘īn, (Beirut: Dār al-Fikr li al-Ṭibā‘ah wa al-Nasyr wa al-Tawzī‘, cet. I, 1418 H/1997 M), juz 1, h. 313.]
Dengan kata lain, Maulid Nabi bukan sekadar peringatan ritual, tetapi momentum menanam benih barakah dalam kehidupan sosial, spiritual, dan bahkan finansial.
Baca juga: Tafsir Nikah Dulu Baru Mapan.
Rahasia uang yang dibacakan maulid
Lebih jauh, al-Bakrī menyingkap dimensi lain yang jarang kita dengar:
ومن قرأ مولد الرسول ﷺ على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا وخلط تلك الدراهم مع دراهم أخر وقعت فيها البركة ولا يفتقر صاحبها ولا تفرغ يده ببركة مولد الرسول
“Barang siapa membacakan Maulid Nabi ﷺ pada uang Dirham, baik emas maupun perak (termasuk uang kertas sebagai alat jual beli), lalu uang itu dicampurkan dengan uang lain, maka seluruh uang tersebut akan beroleh barakah. Pemiliknya tidak akan jatuh miskin, dan tangannya tak akan sepi dari rezeki berkat Maulid Nabi.” [Abū Bakr ‘Uthmān ibn Muḥammad Shaṭā al-Dimyāṭī al-Syāfi‘ī (al-Bakrī), I‘ānat aṭ-Ṭālibīn ‘alā Ḥall Alfāẓ Fatḥ al-Mu‘īn, (Beirut: Dār al-Fikr li al-Ṭibā‘ah wa al-Nasyr wa al-Tawzī‘, cet. I, 1418 H/1997 M), juz 3, h. 415.]
Tradisi ini memperlihatkan bahwa barakah uang bukan hanya dari jumlah yang besar, tetapi dari ruh shalawat, kisah kelahiran, dan cinta kepada Rasulullah ﷺ yang menyertai uang itu.
Infaq maulid dan janji Abu Bakar ra
Tak hanya itu, Sayyidina Abū Bakar al-Ṣiddīq ra. juga meriwayatkan sebuah keutamaan yang agung:
“Barang siapa berinfaq satu dirham untuk membaca Maulid Nabi ﷺ, niscaya orang tersebut akan menjadi sahabat karibku di dalam surga.”
Betapa indah! Satu dirham yang kita persiapkan untuk Maulid Nabi, dalam timbangan ukhrawi, bernilai tiket menuju persahabatan abadi dengan sahabat utama Nabi.
Baca juga: Memahami Makna Sejati Hijrah
Penutup: uang berkah, Maulid, dan cinta Nabi
Dari sini kita mengerti: uang berkah bukan mitos, melainkan realitas ruhani yang diajarkan ulama. Ia lahir dari amal saleh, cinta kepada Nabi, dan syukur atas kelahirannya. Maulid bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga momentum menanam barakah pada harta kita.
Maka, ketika dunia modern sibuk mengejar “uang banyak”, santri masih memegang keterangan ulama untuk mengejar “uang berkah”. Karena uang banyak bisa habis, tapi uang berkah akan langgeng dan mengantarkan pemiliknya menuju ridha Allah dan persahabatan dengan sahabat Rasulullah ﷺ di surga.
Bagaimana? Masih adakah uang hasil maulidnya?
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Semoga tambah berkah rizki nya halal thoyib bisa ziarah ke makam baginda rosul Muhammad saw