Ulama dan Umara, Kepercayaan Demi Kemaslahatan

Setelah tiga abad lebih menjadi negara terjajah, negeri ini akhirnya dapat mengibarkan merah putih dengan tangis haru dan pilu bersama meneriakkan proklamasi. Seumur jagung kemerdekaan diproklamirkan, blok sekutu datang untuk mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda. Pesawat terbang meraung-raung diatas Kota Surabaya. Artileri super canggih didatangkan untuk bermanuver dan mengancam pribumi dalam operasi gagak. Namun…

Lanjutkan

Kisah: Yang Didapat Hatim al-Ashom Selama 33 Tahun Mondok

Hatim al-Ashom ialah seorang diantara bijak bestari terkemuka abad ke-tiga hijriah, kekasih Allah yang masyhur. Mengenai ini, Imam Junaidi al-Baghdadi berkomentar: “Hatim adalah Abu bakar dizamannya” Syekh Hatim mengarungi ilmu dan kesalehan di bawah bimbingan para guru sufi masyhur dijamannya. Diantara guru yang sangat lama diikuti beliau adalah syekh Syaqiq al-Balkhi. Tiga puluh tiga tahun…

Lanjutkan

Kisah Hikmah: Anjing Dan Serigala

Tatkala wafatnya salah seorang pemimpin Islam, para petinggi Romawi berkumpul untuk merencanakan suatu serangan besar guna menghancurkan pasukan Islam. Seorang diantara mereka berkata, “ini kesempatan besar bagi kita untuk menghancurkan pasukan Islam, mereka sedang tercerai berai. Saling bermusuhan satu sama lain.” Menanggapi usulan itu, mereka kemudian berkumpul untuk mematangkan rencana besar tersebut. Mereka semua sepakat…

Lanjutkan

Kisah Hikmah: Kebijaksanaan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz

Saat masa Kekhalifaan Bani Umayyah, semua khatib Jumat pasti menyisipkan celaan laknat kepada Sayyidina Ali. Mereka meyakini bahwa hal itu adalah sunnah. Memandang fenomena itu, Khalifah Umar bin Abdul Aziz berkeinginan menghilangkan tradisi tersebut. Setelah berpikir beberapa saat, beliau menemukan ide. Diam-diam beliau memanggil Ibnu Hakhan, salah seorang pemuka Yahudi. Setelah hadir beliau mengungkapkan maksudnya,…

Lanjutkan

Kisah Hikmah; Petuah Bijak Setan

Dikalangan Bani lsrail, ada seorang yang sangat tekun beribadah. kokoh imannya tak mampu digoyahkan, bahkan Setan sendiri sudah berulangkali mencoba menggodanya dengan bujuk-rayunya yang paling ampuh sekalipun, namun tetap saja ia teguh menggenggam ketakwaannya. Pada suatu hari, si ahli ibadah itu keluar untuk suatu kepentingan. Setan pun membuntutinya, untuk mencari kesempatan menggoda ‘Abid tersebut. Namun,…

Lanjutkan

Kisah Hikmah: Obrolan Iblis dan firaun

Suatu kali iblis pernah mendatangi Firaun, ia mengetuk pintu. Mendengar itu, firaun menimpali, “Siapa itu?” “Saya,” Jawab Iblis “Saya siapa?” Lanjut Firaun penasaran “Loh, katanya mengaku tuhan. Kalau kamu tuhan seharusnya kamu tahu siapa di balik pintu ini,” Jawab iblis sedikit terkekeh “Sudah! Masuk saja hai, mahluk pendosa!” Jawab Firaun geram Setelah Iblis masuk Firaun…

Lanjutkan

Tawasulnya Nabi Adam As.

Dalam berdoa, agar bisa tembus hingga sampai ke hadiratNya, haruslah memegang  persyaratan yang telah ditentukan. Diantaranya, doa dihaturkan dengan tulus, dalam kondisi suci, mengenakan pakaian dan makanan yang halal, dan menghadap kiblat. Salah satu yang tidak boleh terlewatkan sebelum berdoa adalah bertawasul, atau berperantara. Sebab kalau kita hanya mengandalkan doa kita tanpa bertawasul, kita yang…

Lanjutkan

Gus Mus dan Karomah KH. Marzuqi Dahlan

Banyak kisah yang dikenang KH. Ahmad Mustofa Bisri ketika mesantren di Lirboyo. Salah satunya pernah beliau ungkapkan pada Haul & Haflah Akhirussanah beberapa tahun lalu. Suatu saat, beliau bersama beberapa kawannya menyusun rencana nakal. Mereka hendak menuju kebun tebu milik sang pengasuh, KH. Marzuqi Dahlan. Sengaja mereka pilih waktu sore hari, karena itu adalah waktu…

Lanjutkan

Mencium Tangan Guru, Syirik?

Dalam sebuah majelis, seorang pemuda memberanikan diri bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz, “Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak-balik?” Habib Umar hanya diam. Pemuda itu kemudian menuduhnya, “Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?” Habib Umar masih diam. “Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama mahkluk? tidakkah hanya Allah lah yang layak…

Lanjutkan