Tag Archives: silaturahim

Kunjungan Crew Hidayatuna.com ke Kantor Redaksi Lirboyo.net

LirboyoNet, Kediri-Rabu 30 Oktober 2019 M. Redaksi lirboyoNet kedatangan tamu dari Crew Hidayatuna.com dalam rangka Silaturahim. LirboyoNet merupakan situs website resmi Pondok Pesantren Lirboyo dan pengelola akun media sosial pondok lirboyo.

“Da’wah digital hari ini semakin menempati posisi vital dalam penyebarluasan ajaran islam. Menurut data We Are Social (2019), pengguna internet di indonesia sudah mencapai 150 juta orang, sementara pelanggan facebook, instagram dan twitter masing-masing sudah mencapai 121,5 juta, 120 juta dan 78 juta. Masalahnya, keberadaan ratusan juta umat islam yang menjadi warga net (netizen), belum diimbangi dengan ketersediaan konten da’wah yang mendalam dan berimbang (wasathiyah)”. Terang M. Jafar Shodiq  selaku pimpinan redaksi Hidayatuna.com

“Hidayatuna.com kami buat berdasarkan keprihatinan atas banyaknya situs da’wah yang terlalu konservatif dan menggunakan kacamaata kuda dalam menyikapi berbagai persoalan umat. Hal tersebut menjadikan lebih menonjolnya satu wajah Islam yang keras, bukan Islam yang ramah sebagaimana telah diajarkan Rasulullah Saw dan para ulama salaf-salih. Melalui situs terintegrasi in, kami berupaya untuk menyeimbangi lalu lintas pemahaman tersebut di kalangan warga net”. Lanjutnya.

“Perbedaan kami dengan situs-situs da’wah lainya Cakupan Narasumber yang kami liput. Kmi memahami banyaknya Kiai/Ustadz di berbagai daerahyang ‘alim dan majelisnya menyejukan umat, namun kurang dikenal di kalangan warga net.” Timpal M. Naim salah satu crew Hidayatuna.com

Lanjut M. Naim “Di media sosial, kami akan memproduksi berupa qoute islami, profil ulama, profil tempat sejarah, video dan audio pesan ulama serta konten kreatif lainya dan menyebarluaskan secara rutin dengan menyasar segala kalangan, mulai dari anak-anak, kaum milenial sampai kalangan lanjut usia. Disamping bergerak di bidang media, Hidayatuta.com juga melayani percetakan dan penerbitan buku-buku islam, buletin Suara Hidayatuna, Kalender, Brosur dll. Di samping  itu juga melayani penerjemahan kitab-kitab arab klasik”. (Tb)

Al-Habib Syekh bin Mustofa Ba’abud : Tujuan Puasa dan Memperingati Haul

Menurut al-Imam Abdullah bin Alawi al-Hadad, tujuan-tujuan orang yang berpuasa itu terbagi tiga:

Yang pertama tad’ifuu syahwat yaitu melemahkan syahwat kita.

Yang kedua tahdzibunnafsi yaitu mengekang hawa nafsu kita.

Sehingga kalau keduanya telah bisa kita dapati kita akan mendapatkan tanwirul qolbi (pencahayan hati). Kalau seandainya kita benar-benar dapat mengambil faidah dan hikmah dari pada puasa, sehingga kita dapat memiliki dampak (atsar) dari pada puasa yang kita kerjakan, ibadah-ibadah yg kita kerjakan, maka ketika kita kelaur dari bulan suci ramadhan, kita menjadi orang yang dekat dengan Allah SWT.

Tujuan kita menghauli Syehk Abdul Qodir al-Jailani, menghauli Masyayikh Lirboyo, yaitu untuk mencari ridho Allah SWT, dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang bisa kita peroleh ketika kita melaksanakan haul, salah satunya yaitu ijtimaul muslim berkumpulnya orang-orang muslim untuk silaturahmi, untuk ifadah walistifadah untuk memberikan faidah dan mengambil faidah, kita berkumpul untuk menanamkan rasa cinta kepada orang-orang sholeh, kita berkumpul bersama dengan para Kyai dengan para Habaib, semoga nanti di akhirat kita bisa gandolan kepada mereka dan berkumpul bersama mereka.

Kita melaksanakan haul dengan cara dzikru manaqibi sohibul haul, tujuanya apa? Yaitu agar kita memiliki kesemangatan, keinginan untuk mengikuti mereka, dan berahlak seperti ahlaknya yang mereka kerjakan yang bersambung sampai kanjeng Nabi Muhammad SAW, dan ketika kita pulang setelah acara haul kita bisa membawa sejarah kehidupan mereka, berusaha untuk meniru apa yang mereka lakukan.()

*Disampaikan dalam acara Majelis Dzikir Wamaulidurrosul dan Haul Masyayikh Lirboyo di gedung Aula Al-Muktamar 27 juni 2019 M.(TB)

Di Negeri Ini Kita Lahir, Hidup dan Berjuang

LirboyoNet, Kediri — Untuk mewujudkan Negara Indonesia yang harmonis dan tentram, Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI I Made Sukadana bersilaturahim kepada para tokoh masyarakat Kabupaten/Kota Kediri. Sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, bahwa ada tiga elemen penting yang harus terus bersinergi demi ketentraman masyarakat. tiga hal itu adalah Babinsa (Bintara Pembina Desa), Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), dan tokoh masyarakat. Dengan komunikasi terus menerus antar tiga unsur ini, diharapkan akan tercipta keharmonisan sejak dari lapisan bawah masyarakat.

Silaturahim ini terlaksana di Aula Muktamar, Kamis malam (12/10). Bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten dan Kota Kediri, hadir berbagai tokoh, dari para kiai pesantren, hingga tokoh lintas agama. Terlihat KH. Anwar Iskandar, tokoh FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama), KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Ketua PCNU Kota Kediri, dan KH. Reza Ahmad Zahid, Ketua RMI (Robithoh Ma’ahid Islamiyah/Persatuan Pondok Pesantren) Jawa Timur. Juga terlihat tokoh agama yang lain, termasuk para masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo.

Silaturahim ini digalakkan oleh TNI, agar jalinan dengan elemen-elemen penting dari sebuah negara dapat terjaga. Terutama, karena akhir-akhir ini gerakan transnasional semakin gencar dipropagandakan. “Terima kasih kepada para kiai, para tokoh masyarakat, yang selama ini terus melindungi negeri ini dari ancaman gerakan-gerakan radikal. Dengan jalinan silaturahim ini kita akan sama-sama berjuang demi negeri yang utuh dan aman.”

Kiai Anwar Iskandar yakin, bahwa Indonesia akan tetap utuh dan harmonis, jika para warganya sadar dan terbuka hatinya bahwa begitu pentingnya rasa memiliki negara, UUD, dan kebhinekaan. Kedaulatan NKRI harus terjaga betul. Dan itu tidak akan terwujud tanpa peran dari seluruh lapisan masyarakat. Mengapa NKRI harus diperjuangkan, bahkan dipertaruhkan dengan jiwa raga? “Karena,” tekan Gus War, “di negeri ini kita lahir, hidup dan berjuang.”][