591 views

Daging Kambing Makanan Favorit Rasulullah dan Mitos Darah Tinggi


Suasana Idul Adha masih terasa, dimana-mana banyak orang yang membagikan aktivitasnya yang tengah menikmati olahan daging qurban melalui akun sosial media. Ada yang nyate bersama ada pula yang lebih memilih di gulai juga banyak yang memilih menu rendang untuk mengolah daging sapi dari daging qurban Ahad kemarin.

Nah yang kali ini akan kita bahas adalah mengenai olahan daging. Sebagaimana diketahui dalam ibadah qurban hewan yang akan disembelih haruslah merupakan jenis hewan ternak berupa unta sapi dan kambing dan yang sejenis dengan ketiga hewan tersebut.

Sebagaimana dalam ketentuan syariat


اتفق العلماء على أن الأضحية لا تصح إلا من نَعم: إبل وبقر (ومنها الجاموس) وغنم (ومنها المعز) بسائر أنواعها، فيشمل الذكروالأنثى، والخصي والفحل، فلا يجزئ غير النعم من بقر الوحش وغيره، والظباء وغيرها، لقوله تعالى: {ولكل أمة جعلنا منسكاً ليذكروا اسم الله على ما رزقهم من بهيمة الأنعام} [الحج:34/22] ولم ينقل عنه صلّى الله عليه وسلم ، ولا عن أصحابه التضحية بغيرها،

Artinya, “Para Ulama Fiqh sepakat bahwa kurban tidak diperbolehkan kecuali dengan binatang ternak yaitu : Unta, Sapi (termasuk kerbau) dan kambing (termasuk kambing kacang) dengan segala jenisnya mencakup ternak jantan atau betina, yang dikebiri atau menjadi pejantan.
Dengan demikian kurban tidak diperkenankan memakai selain binatang ternak seperti sapi alasan (hutan), kijang dan lain-lain berdasarkan firman Allah “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka” (QS. 22:34.). Dan tidak diriwayatkan dari nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat berkurban memakai selain binatang ternak.” [ Al-Fiqh al-Islaam IV/259 ]

Sedangkan di negara kita Indonesia hewan yang familiar untuk disembelih saat qurban ialah kambing dan sapi dengan beragam jenisnya. Karena kita ketahui di negara kita ini bukanlah habitat dari hewan unta, sehingga sangat sulit kita jumpai adanya.

Kemudian melanjutkan mengenai olahan daging tersebut banyak mitos beredar yakni mengonsumsi daging kambing tidaklah baik bagi kesehatan karena dapat menyebabkan sakit kepala, pencernaan kurang baik hingga darah tinggi. Lantas apakah mitos demikian benar adanya? mari kita bahas bersama.

Pernah suatu kesempatan hal ini disampaikan oleh maulana Habib Luthfi bin Yahya tepatnya saat pengajian Ramadhan. Beliau mengatakan mitos kalau daging kambing itu bisa bikin kolesterol, darah tinggi dan dampak negatif lainya adalah sesuatu yang tidak benar. Bagaimana mungkin hewan kambing yang merupakan hewan qurban pertama yang dilaksanakan oleh nabi Ibrahim as merupakan hewan yang malah memiliki dampak negatif.

Terlebih kalau kita tengok beberapa hadis justru menyebutkan bahwa daging merupakan makanan favorit baginda Nabi Muhammad Saw. Dalam hadis disebutkan.


كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم في دعوة، «فرفع إليه الذراع، وكانت تعجبه فنهس منها نهسة»

Artinya, “Kami pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu undangan. Kemudian dibawakanlah paha kambing dan beliau menyukainya. Kemudian beliau menggigitnya satu gigitan.” (HR. Bukhari 3340 dan Muslim 501).

Terlihat jelas beliau begitu menikmati hidangan yang disajikan oleh para sahabat kepada beliau yang berupa paha kambing.

Lebih jelas lagi Rasulullah menegaskan dalam hadis lain yang berbunyi.


كان أحب الطعام إليه اللحم ويقول هو يزيد في السمع وهو سيد الطعام في الدنيا والآخرة ولو سألت ربي أن يطعمنيه كل يوم لفعل أخرجه أبو الشيخ من رواية ابن سمعان

Artinya, “Makanan yang paling disukai Rasulullah adalah daging, daging mampu menambah daya rungu dan merupakan rajanya makanan di dunia dan di akhirat, andaikan aku meminta Tuhanku untuk memberikan diriku makanan daging setiap harinya pastilah Ia kabulkan”

Waw, daging adalah rajanya kuliner dunia akhirat. Sekarang pertanyaannya adalah apa mungkin sesuatu yang diajarkan nabi Ibrahim serta disukai Rasulullah hingga beliau golongkan sebagai raja semua makanan di dunia maupun di akhirat memiliki dampak yang negatif.

Benarkah mitos tersebut?


Sejatinya daging kambing yang merupakan makanan favorit baginda Rasulullah Saw merupakan sesuatu yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan bukan sebaliknya.

Hal ini sudah satu setengah abad yang lalu dijelaskan oleh Rasulullah melalui hadisnya sebagaimana hadis di atas yang kemudian dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslimnya


للذراع لنضجها وسرعة استمرائها مع زيادة لذتها وحلاوة مذاقها وبعدها عن مواضع الأذى


karena paha kambing mudah dimasak dan mudah dicerna, disamping lebih lezat dan lebih steril dari risiko. penyakit.” (Syarh Shahih Muslim, an-Nawawi, 3/65).


Kemudian setelah melalui perkembangan dunia medis setelah diteliti oleh ahli gizi memang benar apabila daging kambing sendiri memiliki begitu banyak manfaat sebagaimana berikut,


1. Terhindar dari risiko kolesterol
Mengonsumsi daging kambing dapat menghindarkan Anda dari risiko kolesterol. Pasalnya kandungan lemak tak jenuh didalamnya yang lebih tinggi dibanding lemak jenuh. Selain itu daging kambing juga dapat meredakan peradangan dan menstabilkan ritme jantung serta menurunkan risiko jantung koroner dan asterosklerosis.

2. Mencegah kanker
Tahukah Anda bahwa daging kambing merupakan sumber asam linoleat terkonjugasi (CLA) yang bisa membantu mencegah kanker dan sederet peradangan lainnya. Selain itu kandungan selenium dan kolin di dalamnya juga berperan dalam menangkal kanker.

3. Menurunkan berat badan
Daging kambing mengandung banyak vitamin B yang dapat membantu tubuh membakar lemak. Selain itu daging kambing juga mengandung protein dalam jumlah yang tinggi tanpa lemak dan lemak jenuh rendah sehingga dapat membantu mengontrol berat badan dan mengurangi risiko obesitas.


4. Mencegah anemia bagi wanita hamil
Mengonsumsi daging kambing saat hamil bisa mencegah anemia yang rentan dialami bumil. Pasalnya kandungan zat besi yang tinggi pada daging kambing dapat menyuplai darah dari ibu ke bayi dan meningkatkan kadar hemoglobin. Selain itu mengonsumsi daging kambing juga bisa mengurangi risiko bayi lahir cacat.

5. Bagi wanita bisa mengurangi nyeri haid saat menstruasi
Daging kambing dapat mengurangi rasa nyeri selama menstruasi. Bahkan konsumsi daging kambing saat menstruasi dapat membantu menjaga kesehatan kulit selama menstruasi.

6. Membantu memperkuat tulang dan gigi
Daging kambing kaya akan kalsium yang dapat membantu menguatkan tulang dan gigi. Bahkan daging kambing juga dapat meningkatkan produksi sel-sel baru yang membantu melawan penuaan dini.

Sedangkan menanggapi banyak ditemukan orang yang mengonsumsi daging kambing dan kemudian sampai menimbulkan dampak negatif tersebut bukan dikarenakan dagingnya, akan tetapi ditimbulkan sebab cara pengolahan yang tidak tepat serta pola konsumsi yang berlebihan.

Karena kita tau meskipun sesuatu yang baik namun apabila dikonsumsi secara berlebihan maka juga tidak akan baik.


{ ۞يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ }

Artinya, “Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian kamu yang bagus setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” QS.Al-A’raf: 31


Sehingga tak heran apabila mengonsumsi daging kambing secara berlebih pastinya dapat menimbulkan dampak yang kurang baik.

Bila makan daging kambing terlalu banyak, dapat menimbulkan beberapa gangguan kondisi kesehatan. Seperti gangguan pencernaan,  sakit lambung, penyakit jantung (yang disebabkan banyaknya kandungan lemak dalam jumlah banyak. Hal ini akan memicu penimbunan lemak dan di bagian pembuluh darah).

Kolesterol tinggi,  meski jumlah kolesterol daging kambing setiap 100 gram mencapai 39 mg, dan lebih tinggi dibanding daging sapi, maka tetap akan memicu kadar kolesterol pada seseorang. Selain itu juga dapat menyebabkan darah tinggi.

Nah sekarang jadi jelas kalau dampak buruk dari mengonsumsi daging kambing bukanlah dikarenakan dagingnya, namun pola konsumsi dan pengolahan yang kurang tepat.

Ibarat kata setiap barang mewah pastilah memerlukan perawatan khusus yang tidak boleh sembarang. Kain sutra tidaklah sembarangan dalam cara perawatannya. Apabila salah perawatan justru kain sutra akan rusak dan tidak layak dikenakan.


Wallahu a’lam

8

One thought on “Daging Kambing Makanan Favorit Rasulullah dan Mitos Darah Tinggi

  1. Maaf ustadz izin bertanya ,kan dari penjeleasan di atas katanya daging adalah rajanya makanan di dunia dan akhirat berarty kalau orang sering makan daging di dunia apakah nanti di akhirat kenikmatan saat memakan daging nya berkurang
    *Maksih sebelumya saya suka dengan artikel diatas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.