Belakangan ini, banyak dari saudara setanah air kita baru pulang dari menunaikan ibadah haji. Di tengah masyarakat Muslim Indonesia, terdapat kebiasaan yang sudah berlangsung sejak lama ketika ada keluarga, tetangga, atau kerabat yang baru pulang dari Tanah Suci. Banyak orang berbondong-bondong datang untuk bersilaturahmi, mengucapkan selamat, sekaligus meminta doa kepada jamaah haji yang baru kembali.
Tradisi ini bukan sekadar bentuk penghormatan kepada tamu Allah. Lebih dari itu, sebagian masyarakat meyakini bahwa doa orang yang baru menunaikan ibadah haji memiliki keutamaan tersendiri sehingga lebih dekat kepada pengabulan.
Lantas, apakah kebiasaan meminta doa kepada orang yang baru pulang haji memiliki dasar dalam literatur Islam? Para ulama ternyata memberikan penjelasan yang menarik mengenai hal tersebut.
Baca juga: Seputar Adab Pulang dari Perjalanan Haji
Keutamaan Orang yang Menunaikan Ibadah Haji
Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan sangat agung. Seorang Muslim yang menunaikan haji dengan ikhlas dan sesuai tuntunan syariat akan memperoleh ampunan serta berbagai keutamaan dari Allah Swt.
Dalam kitab I’anah at-Thalibin ada sebuah sebuah riwayat dari Imam Al-Mundziri:
من جاء حاجا يريد وجه الله تعالى فقد غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر، وشفع فيمن دعا له
“Barang siapa datang menunaikan ibadah haji dengan mengharap ridha Allah Ta’ala, maka diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, serta ia diberi hak untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang ia doakan.”
Keterangan ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan seorang hamba setelah menyelesaikan ibadah haji dengan penuh keikhlasan. Oleh karena itu, para ulama memandang bahwa doa seorang yang telah menunaikan ibadah haji memiliki nilai keutamaan tersendiri.
Anjuran Meminta Doa kepada Orang yang Baru Pulang Haji
Anjuran meminta doa kepada jamaah haji bukan semata-mata tradisi sosial. Sebaliknya, para ulama menjelaskan bahwa hal tersebut memiliki landasan dalam kitab-kitab fikih.
Baca juga: Apa yang Terjadi di Zaman Sekarang?
Imam Al-Qulyubi menjelaskan:
وَيُنْدَبُ لِلْحَاجِّ الدُّعَاءُ لِغَيْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَإِنْ لَمْ يَسْأَلْ وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُ الدُّعَاءِ مِنْهُ بِهَا
“Disunnahkan bagi orang yang berhaji untuk mendoakan orang lain dengan ampunan, meskipun orang tersebut tidak memintanya. Sebaliknya, orang yang tidak berhaji juga dianjurkan meminta doa kepadanya.”
Penjelasan ini menunjukkan dua sisi sekaligus. Pertama, seorang yang telah menunaikan ibadah haji hendaknya memperbanyak doa untuk kaum Muslimin. Kedua, masyarakat juga baiknya mau meminta doa kepada orang yang baru kembali dari ibadah haji.
Karena itu, kebiasaan meminta doa kepada jamaah haji bukan sekadar budaya yang berkembang di masyarakat, melainkan memiliki pijakan dalam penjelasan para ulama.
Keutamaan hingga Empat Puluh Hari
Menariknya, para ulama juga menyebut adanya masa keutamaan tertentu setelah seorang haji pulang dari Tanah Suci.
Dalam lanjutan keterangan tersebut menyatakan:
وَذَكَرُوا أَنَّهُ أَيْ الدُّعَاءَ يَمْتَدُّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مِنْ قُدُومِهِ
“Para ulama menyebut bahwa keutamaan doa tersebut berlangsung hingga empat puluh hari sejak kedatangannya (pulang dari Tanah Suci).”
Keterangan ini sering menjadi alasan mengapa masyarakat berusaha menyempatkan diri berkunjung kepada jamaah haji tidak lama setelah kepulangannya. Selain menjalin silaturahmi, mereka juga berharap memperoleh keberkahan melalui doa orang yang baru menunaikan ibadah haji.
Namun demikian, para ulama tidak memahami keterangan ini sebagai batas mutlak. Seorang Muslim tetap dapat meminta doa kepada siapa pun yang saleh kapan saja. Hanya saja, orang yang baru pulang haji memiliki keutamaan tambahan sebagaimana keterangan dalam literatur klasik.
Baca juga: Doa Masuk Pasar: Keutamaan dan Hikmah Berzikir di Tengah Sibuknya Dunia
Sebagai Ajang Silaturahmi
Meminta doa kepada orang yang baru pulang haji merupakan amalan yang memiliki dasar dalam penjelasan para ulama. Bahkan, literatur fikih menyebut bahwa seorang haji hendaknya mendoakan orang lain, sedangkan masyarakat juga hendaknya mau meminta doa kepadanya.
Selain itu, para ulama menjelaskan bahwa keutamaan doa seorang haji masih berlanjut hingga empat puluh hari setelah kepulangannya dari Tanah Suci. Karena itu, tradisi bersilaturahmi dan meminta doa kepada jamaah haji yang baru pulang tidak hanya menjadi kebiasaan masyarakat, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai yang dijelaskan dalam khazanah keilmuan Islam.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo
