Hukum Berdiri Saat Maulid Nabi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimanakah hukumnya berdiri dalam rangkaian pembacaan maulid Nabi? Terimakasih atas penjelasannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Sofyan, Kota Banjar- Kalimantan Selatan)

________________________________

Admin- Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Menjadi sebuah kebiasaan yang berlaku di kalangan umat Islam, ketika pembacaan Maulid seperti ad-Dibai, al-Barzanji, Simtud Duror, atau sesamanya, mereka akan berdiri di saat-saat tertentu. Biasanya disebut dengan Mahallul Qiyam (tempat berdiri). Melihat fenomena itu, Sayyid Abi Bakar Muhammad Syato ad-Dimyati menjelaskan dalam kitab ‘Ianah at-Thalibin:

فَائِدَةٌ: جَرَتِ الْعَادَةُ أَنَّ النَّاسَ إِذَا سَمِعُوْا ذِكْرَ وَضْعِهِ يَقُوْمُوْنَ تَعْظِيْمًا لَهُ وَهَذَا الْقِيَامُ مُسْتَحْسَنٌ لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ النَّبِيْ وَقَدْ فَعَلَ ذَلِكَ كَثِيْرٌ مِنْ عُلَمَاءِ الْأُمَّةِ الَّذِيْنَ يُقْتَدَى بِهِمْ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.