Macam-macam Najis yang Dimaafkan oleh Syariat Islam

Macam-macam Najis yang Dimaafkan oleh Syariat Islam

Agama Islam telah sempurna. Ilmu-ilmunya yang kompleks dan luas juga telah terbukukan. Banyak pula yang telah menyampaikan agama Islam, baik dalam kemasan ceramah, madrasah, pengajian, tulisan, dan sebagainya. salah satu ilmu agama Islam yang sangat penting kita ketahui adalah perihal tentang najis. Karena masih banyak orang muslim yang meremehkan akan hal ini. Abai terhadap najis dan tidak mempedulikan dampaknya. Terutama terkait najis yang di-ma’fü dan tidak. Berikut akan kami ulas terkait 2 hal tersebut.

Pengertian Najis

Adapun secara etimologi, najis adalah sesuatu yang menjijikkan. Sedangkan secara terminologi syariat adalah sesuatu yang haram difungsikan, baik sedikit atau banyak, dalam keadaan normal serta mudah untuk membedakannya. Keharaman ini bukan karena mulianya barang tersebut juga bukan karena menjijikkannya dan bukan pula sebab membahayakannya pada kesehatan.

والنجاسة لغةً الشيء المستقذر، وشرعًا كل عين حرُم تناولها على الإطلاق حالة الاختيار مع سهولة التمييز، لا لحرمتها ولا لاستقذارها ولا لضررها في بدن أو عقل

فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب صـ 55

Perincian di-ma’fü dan tidaknya najis

Najis yang di-ma’fu adalah najis yang dimaafkan karena beberapa faktor. Ketika najis berstatus sebagai najis ma’fu maka ada tolerir dari syariat. Sehingga jika terbawa saat salat (misalnya) maka tetap sah salatnya. Berikut empat perincian di-ma’fü dan tidaknya najis:

  1. Najis yang tidak di-ma’fü pada air dan saat dibawa salat, seperti najisnya kotoran atau air kencing.
  2. Najis yang di-ma’fū pada keduanya, yaitu najis yang tidak dapat terlihat oleh mata seperti najis yang berada di kaki-kaki lalat.
  3. Najis yang di-ma’fü hanya ketika dibawa salat, seperti najisnya darah yang sedikit. Sehingga darah bisul, jerawat, atau borok yang sedikit atau banyak yang pecah dengan sendirinya tidak membatalkan salat.
  4. Najis yang di-ma’fü hanya ketika mengenai air, seperti najis bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir sebagaimana penjelasan sebelumnya.

وَالنَّجَاسَةُ عَلَى أَرْبَعَةِ أَقْسَامٍ: قِسْمٌ لَا يُعْفَى عَنْهُ فِي الثَّوْبِ وَالْمَاءِ، وَقِسْمٌ يُعْفَى عَنْهُ فِيهِمَا، وَقِسْمٌ يُعْفَى عَنْهُ فِي الثَّوْبِ دُونَ الْمَاءِ وَقِسْمٌ بِالْعَكْسِ؛ فَالْأَوَّلُ مَعْرُوفٌ، وَالثَّانِي مَا لَا يُدْرِكُهُ الطَّرْفُ فَيُعْفَى عَنْهُ فِي الثَّوْبِ وَالْمَاءِ، وَالثَّالِثُ قَلِيلُ الدَّمِ يُعْفَى عَنْهُ فِي الثَّوْبِ دُونَ الْمَاءِ وَفَرَّقَ الرُّويَانِيُّ بَيْنَهُمَا بِوَجْهَيْنِ: أَحَدُهُمَا أَنَّ الْمَاءَ يُمْكِنُ صَوْنُهُ بِخِلَافِ الثَّوْبِ. الثَّانِي: أَنَّ غَسْلَ الثَّوْبِ كُلَّ سَاعَةٍ يَقْطَعُهُ بِخِلَافِ الْمَاءِ، فَإِنَّهُ يَطْهُرُ بِالْمُكَاثَرَةِ، وَالرَّابِعُ الْمَيْتَةُ الَّتِي لَا دَمَ لَهَا سَائِلٌ يُعْفَى عَنْهَا فِي الْمَاءِ دُونَ الثَّوْبِ، وَكَذَلِكَ زِبْلُ الْفِئْرَانِ يُعْفَى عَنْهُ فِي الْمَاءِ الَّذِي فِي بُيُوتِ الْأَخْلِيَةِ دُونَ الثَّوْبِ حَتَّى لَوْ صَلَّى حَامِلًا لَهَا لَمْ تَصِحَّ صَلَاتُهُ وَلَوْ قِشْرَةَ قَمْلَةٍ

حاشية البجيرمي على شرح الإقناع للخطيب ( جـ 1 صـ 460 ) دار الكتب العلمية

Perincian di-ma’fü dan tidaknya darah

Berdasarkan di-ma’fü atau tidaknya, darah terbagi menjadi tiga:

  1. Darah yang tidak di-ma’fū sama sekali, yaitu darah najis mughallazhah, darah yang menyentuh kulit dengan sengaja, dan darah yang bercampur dengan najis lain.
  2. Darah yang di-ma’fü baik yang sedikit ataupun banyak, yaitu darah sendiri yang tidak sengaja dikeluarkan dan tidak bercampur dengan najis lain.
  3. Darah yang di-ma’fü hanya ketika sedikit (menurut ‘urf), yaitu darahnya sendiri yang sengaja dikeluarkan atau darah orang lain yang tidak sengaja tersentuh serta tidak bercampur dengan najis lain.

حاصل ما في المقام أن النجاسة إما أن تكون من نحو الدم وإما أن تكون من غيره وعنى كل إما أن تكون تدرك بالبصر أو لا فإن كانت لا تدرك بالبصر عفي عنها مطلقا وإلا فإن كانت غير نحو الدم فلا يعفى عنها مطلقا وإلا فهي ثلاثة أقسام الأول ما لا يعفى عنها مطلقا وهو المغلظ وما تعدى بتضمخه به وما اختلط بأجنبي الثاني ما يعفى عن قليله وكثيره وهو ما كان من الشخص نفسه إذا لم ينضح له ولم يختلط بأجنبي ولم يكن بفعل والثالث ما يعفى عن قليله دون كثيره وهو ما كان منه بفعل أو أجنبيا وخاليا عن ذلك.

حاشية النبراوي على شرح الإقناع ( جـ 1 صـ 323 ) دار الكتب العلمية

Semoga kita senantiasa mendapat pertolongan Allah Swt untuk mengamalkan ilmu agama. sekian semoga bermanfaat.

Baca Juga : Fenomena Cek Khodam

Jangan Lupa Kunjungi Media Sosial Pondok Pesantren Lirboyo : InstagramFacebookYoutube.

 

Macam-macam Najis yang Dimaafkan oleh Syariat Islam
Macam-macam Najis yang Dimaafkan oleh Syariat Islam

4 thoughts on “Macam-macam Najis yang Dimaafkan oleh Syariat Islam

  1. assalamu’alaikum kang mau nanya bagaimana jika air 2 qulah kemasukan najid mugholadoh kang.. trimakasih

    1. Klo darah dari nyamuk yg kita ceples itu najis nopo ?
      Trs klo semisal, rumah kita di dekat kandang babi, dan di sinyalir nyamuk² yg datang ke rumah kita itu berasal dari kanfang babi trsbt. Apakah darah nyamuk itu juga mugholladhoh ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.