Pendahuluan
Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan penting yang membutuhkan pertimbangan matang. Namun manusia kadang berada di ambang dilema dalam menyikapi hal demikian. Islam, sebagai agama yang sempurna, memberikan bimbingan dalam menghadapi situasi seperti ini melalui shalat dan doa istikharah.
Shalat istikharah bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah permohonan petunjuk kepada Allah yang Maha Mengetahui segala yang tampak maupun tersembunyi.
Dalil Shalat dan Doa Istikharah
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menjelaskan, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa istikharah dengan sangat rinci, seperti beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur’an. Ini menunjukkan betapa pentingnya istikharah dalam kehidupan seorang Muslim.
Selanjutnya dalam Shahih al-Bukhari, Imam al-Bukhari menyebutkan sebuah hadis mulia yang menjadi dasar utama amalan ini:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: _”Rasulullah ﷺ mengajarkan kami istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami sebuah surat dari Al-Qur’an. Beliau bersabda: ‘Apabila salah seorang di antara kalian hendak melakukan suatu urusan, maka hendaklah ia shalat dua rakaat selain dari shalat fardhu, kemudian berdoa:
Baca juga: Mengendalikan Diri dengan Rasa Malu.
Doa Istikharah
Berikut merupakan teks doa istikharah:
: اللَّهُم إِني أَسْتَخِيرُكَ بعِلْمِكَ، وأستقدِرُكَ بقُدْرِتك، وأَسْأَلُكَ مِنْ فضْلِكَ العَظِيم، فإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وتعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنتَ علاَّمُ الغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كنْتَ تعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأمرَ خَيْرٌ لِي في دِيني وَمَعَاشي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي»أَوْ قالَ:«عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِله، فاقْدُرْهُ لي وَيَسِّرْهُ لِي، ثمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِن كُنْتَ تعْلمُ أَنَّ هذَا الأَمْرَ شرٌّ لِي في دِيني وَمَعاشي وَعَاقبةِ أَمَرِي»أَو قَالَ:«عَاجِل أَمري وآجِلهِ، فاصْرِفهُ عَني، وَاصْرفني عَنهُ، وَاقدُرْ لِيَ الخَيْرَ حَيْثُ كانَ، ثُمَّ أرْضِنِي بِهِ
Tata Cara Istikharah
Dari hadis di atas, para ulama menjelaskan bahwa langkah-langkah melakukan istikharah adalah:
- Shalat dua rakaat sunnah, bukan shalat wajib.
- Membaca doa istikharah setelah selesai shalat, dengan menyebutkan hajat atau keperluan spesifik dalam doa tersebut.
- Pasrah dan bertawakal kepada Allah atas hasil yang akan Allah berikan. Dalam pelaksanaan istikharah jangan sampai lupa juga untuk selalu menyertakan rasa ridha.
Hal Penting dalam Istikharah
Istikharah dianjurkan dalam semua perkara yang mubah dan penting, bukan dalam hal-hal yang sudah jelas baik atau buruknya menurut syariat. Dalam istikharah, kesungguhan dalam berdoa, ketulusan niat, serta kesiapan untuk menerima apapun hasilnya adalah kunci utama.
Baca juga: Khutbah; Dzulqa’dah Adalah Bulan yang Mulia.
Penutup
Ketika menghadapi pilihan besar, jangan hanya mengandalkan perhitungan akal semata. Kita harus mengambil beberapa waktu, yaitu untuk bertafakkur, berdoa, dan melaksanakan shalat istikharah. Percayalah, Allah yang Maha Mengetahui akan membimbing langkah kita menuju yang terbaik.
Semoga kita semua diberikan taufik untuk selalu mengandalkan Allah dalam setiap langkah kehidupan.
Baca juga: Manfaat Ilmu Pengangkat Derajat Penyebab Kehancuran.
Referensi:
Imam an-Nawawi, Riyadh as-Shalihin;
Asy-Syaikh Muhammad Aly bin Muhammad bin ‘Ilan asy-Syafi’I, Dalil al-Falihin li Thuruqi Riyadh as-Shalihin;
Imam al-Bukhari, Shahih al-Bukhari.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





