Al-Aqsha dan Penaklukan Umar ra.

Jerusalem memang telah jadi tempat di mana syak wasangka bertebar dengan mudah, seperti puing dari perang yang belum lama lalu. Barangkali itu memang nasibnya. Seorang firaun dari Mesir pernah menyerbunya, kekuasaan Babilonia pernah melindasnya, kemudian Roma, dan kemudian—di tahun 614—pasukan Persia. Penduduk Jerusalem hari itu dibantai, dan gereja-gereja dibumihanguskan. Menurut cerita, dalam perang sebelumnya orang…

lanjutkan

Instruksi Qunut Nazilah dan Hizib Nashar

Baitul Makdis di masa Nabi Sulaiman as. menjulang megah dengan ketinggian batu altar 12 hasta dan ketinggian kubah 18 mil. Di atasnya dihiasi patung kijang emas dengan gemerlap mutiara merah di antara kedua matanya, sampai-sampai para wanita daerah Balqāʼ saat itu (perjalanan dua hari dari Baitul Makdis) bisa memintal dengan diterangi pantulan mutiara tersebut.[1] Dan…

lanjutkan

Gemerlap Al-Aqsha, Dulu

Seperti Kaʻbah, Masjid al-Aqsha pertama kali didirikan oleh Nabi Adam as. (6216 SH/+5591 SM). Bapak manusia itu, atas perintah Tuhan, 40 tahun setelah mendirikan Kaʻbah, meletakkan dasar-dasar dan batas-batas Baitul Makdis. Kemudian pada peristiwa Ṭūfān (banjir maha dashsyat pada era Nabi Nuh as. [+3949 SM]) yang menenggelamkan seluruh pemukaan bumi, dasar dan batas kedua masjid…

lanjutkan