Templat Lagu Gam Gam Biara

template lagu gam gam biara

Salah satu fitur favorit para peselancar dunia maya adalah fitur templat lagu pada postingan mereka. Hampir semua media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook, sudah menyediakan fitur ini.

Musik yang tersedia sebagai template lagu berasal dari bermacam gander. Termasuk yang digemari semua kalangan adalah lagu Gam Gam Biara. Lagu yang ternyata teksnya berasal dari salah satu ayat Mazmur 23:4. Bunyi ayat tersebut “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku”. Mazmur tersebut adalah suatu kitab khusus di Perjanjian Lama Al-Kitab yang berisi nyanyian dan kata-kata puitis.

Terlepas dari hukum bermain dan mendengarkan musik yang menjadi perselisihan ulama, secara khusus Syaikh Ali Syibromalisi menjelaskan. Bahwa, membaca kitab Taurat dan Injil hukumnya haram karena ada unshur ta’dzim kepada orang Yahudi dan Nasrani. Sehingga wasiat berupa membaca Taurat dan Injil tidak sah hukumnya.

(كَعِمَارَةِ) أَوْ تَرْمِيمِ (كَنِيسَةٍ) لِلتَّعَبُّدِ أَوْ إسْرَاجِهَا تَعْظِيمًا أَوْ بِكِتَابَةِ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَقِرَاءَتِهِمَا أَوْ أَحْكَامِ شَرِيعَةِ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى وَكُتُبِ النُّجُومِ وَالْفَلْسَفَةِ وَسَائِرِ الْعُلُومِ الْمُحَرَّمَةِ، (قَوْلُهُ: أَوْ بِكِتَابَةِ التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ) أَيْ وَلَوْ غَيْرَ مُبَدَّلَيْنِ؛ لِأَنَّ فِيهِ تَعْظِيمًا لَهُمْ

“Seperti wasiat membangun gereja supaya jadi tempat ibadah, menerangi gereja dengan tujuan mengagungkan, menulis taurat dan injil serta membacanya, membaca hukum-hukum agama yahudi dan Nasrani, membaca buku-buku tentang zodiak, filsafat dan ilmu-ilmu haram yang lain. Menulis taurat dan injil, walaupun kitab yang isinya belum berubah, haram hukumnya sebab ada unsur mengagungkan kepada mereka.” (hasyiyah syaikh ali syibromalisi ala syarh nihayah al-muhtaj)

Demikian pula haram mendengarkan bacaan isi Taurat dan Injil karena ada unshur ta’dzim. Pada satu kesempatan Rasulullah memperingatkan para sahabat yang khusuk mendengarkan bacaan kitab Taurat. Rasulullah mengatakan;

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

“Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya Mūsā hidup, niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.” (HR Ahmad)

Sehingga menggunakan tamplite lagu Gam Gam Biara pada postingan hukumnya haram. Karena, sama saja mendorong orang lain untuk mendengarkan isi Taurat.

Sebagaimana penjelasan al habib Abdullah ibn husain ba’alawi dalam sulam at-taufiq serta penjelasan as-syaikh Muhammad ibn salim dalam is’ad ar-rafiq;

وَمِنْهَا : كُلُّ قُوْلِ يُحِثُّ اَحَدًا مِنَ الْخَلْقِ عَلَى نَحْوِ فِعْلِ اَوْ قَوْلِ شَيْءٍ اَوْ اِسْتِمَاعِ شَيْءٍ مُحَرَّمٍ فِيْ الشَّرْعِ وَلَوْ غَيْرَ مُجْمَعٍ عَلَى حُرْمَتِهِ اَوْ عَلَى مَا يُفْتِرُهُ عَنْ نَحْوِ فِعْلٍ اَوْ قَوْلِ وَاجِبٍ عَلَيْهِ اَوْ عَنْ اِسْتِمَاعِ وَاجِبٍ فِيْ الشَّرْعِ كَأَنْ يُنْشِطَهُ لِضَرْبِ مُسْلِمٍ اَوْسَبِّهِ اَوْ لِاسْتِمَاعٍ لِنَحْوِ مِزْمَارٍ

Termasuk maksiat lisan adalah mendorong orang lain untuk berbuat atau berucap sesuatu, mendengarkan sesuatu yang haram menurut syariat meskipun tidak menjadi kesepakatan ulama, membuat orang lain malas menjalankan dan mendengarkan kewajiban. Seperti mendorong orang untuk memukul dan memaki orang lain, atau mendorong orang untuk mendengarkan mizmar.”

Sekian semoga bermanfaat. Waalahu a’lam bi as-showab.

Sumber;

Ali Syibromalisi, Hasyiyah Syaikh Ali Syibromalisi Ala Syarh Nihayah al-Muhtaj, Maktabah Syamilah.

Dr. as-Shodiq Abdurrohman Ali al-Ghoryani, al-Ghulwu Fi ad-Din, Hal; 149, Cet; Dar as-Salam.

Al-Habib Abdullah Ibn Husain Ba’alawi dan As-Syaikh Muhammad Ibn Salim, Syarh Is’ad Ar-Rafiq Ala Sulam At-Taufiq, Hal; 93, Jilid; 2.

Baca Juga; Hukum Nikah Beda Agama dalam Islam

@pondoklirboyo, Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.