Amalan Malam Jumat: Lebih dari Sekadar Yasinan

Malam Jumat merupakan salah satu waktu istimewa dalam Islam. Banyak kaum muslimin yang mengisinya dengan bacaan Surah Yasin, sehingga lahir tradisi “Yasinan” di berbagai tempat. Namun, sejatinya amalan malam Jumat tidak terbatas pada Yasin saja, melainkan terdapat berbagai ibadah yang ulama anjurkan dalam kitab-kitab kuning dengan dasar dalil yang kuat.

1. Membaca Surah Al-Kahfi

Di antara amalan utama malam Jumat adalah membaca Surah Al-Kahfi. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Artinya :“Barang siapa membaca Surah al-Kahfi pada malam Jumat, maka terpancarlah cahaya baginya antara dirinya dan Baitul ‘Atīq (Ka‘bah).” [Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi, Musnad ad-Darimi, hal. 1081 juz. 2 hadist no. 3610]

Baca Juga: Rahasia Puasa Senin Kamis: Sunnah Nabi yang Sarat Hikmah

2. Memperbanyak Shalawat atas Nabi

Hari Jumat adalah hari terbaik, dan Rasulullah menganjurkan memperbanyak shalawat pada malam dan siang hari. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ

Artinya :“Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari itu, karena sesungguhnya shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.” [Abū Dāwud Sulaimān bin al-Asy‘ats, Sunan Abī Dāwud, Matba‘ah al-Anṣāriyyah, Delhi hal. 562 juz. 1 hadist no. 1531]

Baca Juga: Legalitas Umroh Sebelum Haji

3. Membaca Surah Yasin

Tradisi membaca Surah Yasin pada malam Jumat juga memiliki dasar dalam kitab kuning, Meskipun masih ada perselisihan menurut para ulama.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوعًا: «مَنْ قَرَأَ يس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ، غُفِرَ لَهُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ». أَخْرَجَهُ الدَّارِمِي [٣٤١٧].

Artinya :“Dari Abū Hurairah, marfū‘: “Barang siapa membaca Surah Yāsīn pada suatu malam dengan mengharap ridla Allah, maka Allah ampuni baginya pada malam itu.” (Riwayatkan ad-Dārimī, no. 3417).” [Aḥmad bin ‘Alī bin al-Mutsannā al-Tamīmī, Musnad Abī Ya‘lā al-Mawṣilī, takhrīj dan ta‘liq Sa‘īd bin Muḥammad as-Sanārī, Dār al-Ḥadīth, Kairo]

Hadist tersebut menyebutkan bahwa meskipun membaca yasin akan menghapus dosa, namun tidak menyebutkan secara spesifik bahwa yang paling utama pada malam jumat. meskipun demikian, membaca Yasin pada malam jumat tetap berpahala karena termasuk dzikir dan tilawah Al-Qur’an.

Baca Juga: Setelah Shalat Jumat, Sebaiknya Baca Wirid atau Shalat Ghaib?

4. Memperbanyak Doa dan Istighfar

Malam Jumat juga menjadi momen untuk memperbanyak doa. Menurut sebagian ulama, waktu ijabah doa pada hari Jumat bermula sejak malam harinya. Imam al-Ghazali dalam Ihyâ’ ‘Ulûm al-Dîn menegaskan bahwa malam Jumat termasuk waktu-waktu mustajab doa, sehingga dianjurkan memperbanyak istighfar, doa keselamatan, dan kebaikan dunia-akhirat.

أَنْ يَسْتَعِدَّ لَهَا يَوْمَ الْخَمِيسِ عَزْمًا عَلَيْهَا وَاسْتِقْبَالًا لِفَضْلِهَا، فَيَشْتَغِلَ بِالدُّعَاءِ وَالِاسْتِغْفَارِ وَالتَّسْبِيحِ بَعْدَ الْعَصْرِ يَوْمَ الْخَمِيسِ، لِأَنَّهَا سَاعَةٌ قُوبِلَتْ بِالسَّاعَةِ الْمُبْهَمَةِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ.

Artinya :“Hendaknya seseorang mempersiapkan diri untuk (hari Jumat) sejak hari Kamis dengan niat yang sungguh-sungguh untuk menyambutnya dan memuliakan keutamaannya. Maka ia disibukkan dengan doa, istighfar, dan tasbih setelah salat ‘Ashar pada hari Kamis, karena waktu tersebut bertepatan dengan waktu yang samar (mustajab) pada hari Jumat.” [Abū Ḥāmid Muḥammad bin Muḥammad al-Ghazālī, Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn, Dār al-Ma‘rifah, Beirut. hal. 180]

Baca Juga: Tata Cara dan Niat Ziarah ke Makam Rasul

5. Qiyamul Lail dan Ibadah Sunnah

Bangun di malam Jumat untuk shalat tahajjud, membaca Al-Qur’an, serta berzikir merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا ۝٧٩

Artinya :“Pada sebagian malam lakukanlah salat tahajud sebagai (suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”(QS. Al-Isra’: 79)

Malam Jumat menjadi momentum terbaik untuk menghidupkan malam dengan ibadah sunnah karena keberkahannya.

Baca Juga: Menjadikan Cinta Rasul sebagai Motivasi Ibadah

Penutup

Amalan malam Jumat tidak terbatas pada Yasinan semata. Para Ulama menganjurkan untuk membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, berdoa, istighfar, serta qiyamul lail. Dengan memperluas amalan, seorang muslim dapat meraih keberkahan malam Jumat secara lebih sempurna.

Maka, mari kita jadikan malam Jumat bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk memperbanyak amal ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses