Pendahuluan
Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ merupakan salah satu amalan mulia yang para ulama anjurkan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kecintaan, penghormatan, serta ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah dengan wasilah Rasul-Nya. Imam Nawawi dalam al-Majmu‘ menegaskan bahwa ziarah ke makam Nabi ﷺ termasuk amalan yang sangat sunnah dan memiliki banyak keutamaan. semoga kita semua bisa berziarah ke Makam beliau, Amiinn..
Baca Juga: KH. M. Anwar Manshur: Perintah Rasulullah untuk Para Pelajar
Keutamaan Ziarah makam Rasulullah
Banyak ulama yang menekankan keutamaan dan kesunnahan berziarah ke makam Nabi ﷺ.
1. Hadis Rasulullah ﷺ:
مَنْ زَارَ قَبْرِي وَجَبَتْ لَهُ شَفَاعَتِي
Artinya: “Barang siapa menziarahi kuburku, maka wajib baginya syafa’atku.”[Al-Dāraquthnī, Sunan al-Dāraquthnī, tahqīq Syu‘aib al-Arna’ūṭ, Hasan ‘Abd al-Mun‘im Syalabī, ‘Abd al-Lathīf Harzallāh, dan Ahmad Barhūm (Beirut: Mu’assasah al-Risālah, 2004). juz.3 hal.334 hadist no.2695]
2. Imam Nawawi juga pernah berkata:
(وَاعْلَمْ) أَنَّ زِيَارَةَ قَبْرِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَنْ أَهَمِّ الْقُرُبَاتِ وَأَنْجَحِ الْمَسَاعِي فَإِذَا انْصَرَفَ الْحُجَّاجُ وَالْمُعْتَمِرُونَ مِنْ مَكَّةَ اُسْتُحِبَّ لَهُمْ
Artinya: “Ketahuilah, bahwa ziarah ke kubur Rasulullah ﷺ termasuk ibadah yang paling utama dan usaha yang paling berhasil. Maka apabila para haji dan umrah telah beranjak dari Makkah, sunnah bagi mereka (untuk menuju Madinah menziarahi beliau).”[Al-Nawawī, al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadzdzab, tashḥīḥ Lajnah min al-‘Ulamā’ (Kairo: Idārah al-Ṭibā‘ah al-Munīriyyah, Maṭba‘ah al-Taḍāmun al-Ukhuwwī, t.t.). juz.8 hal.272]
Baca Juga: KH. Abdulloh Kafabihi: Syafaat Nabi Muhammad
Niat Ziarah ke Makam Rasul ﷺ
Tidak ada lafaz niat khusus yang wajib, cukup menghadirkan niat dalam hati untuk ziarah. Namun, sebagian ulama memberikan doa dan niat yang baik ketika hendak berziarah:
أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya: “Hamba berlindung kepada Allah yang Maha Agung, kepada wajah-Nya yang Mulia, dan kepada kekuasaan-Nya yang Mahadahulu, dari setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah; ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad beserta keluarga Beliau. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba dan bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untuk hamba”
Baca Juga: Dawuh KH. Abdulloh Kafabihi di Ta’dhim Maulid Lirboyo 1447
Tata Cara Ziarah ke Makam Rasul ﷺ
Para ulama dalam kitab Manasik menjelaskan beberapa adab dan tata cara ketika berziarah ke makam Nabi ﷺ:
1. Mandi dan berwudhu sebelum berangkat
Menunjukkan kebersihan dan kesiapan hati.
2. Masuk ke Masjid Nabawi dengan doa
Saat masuk masjid membaca doa:
بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللهِ , رَبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لىِ مِنْ لَدُنْكَ سُلْطاَناً نَصِيْراً .
Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. Ya Allah masukkanlah aku dengan ca ra masuk yang benar, dan keluarkanlah pu la aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong (ku)”
Baca Juga: Kisah Hikmah Maulid Nabi
3. Shalat sunnah tahiyyatul masjid
Kemudian dianjurkan shalat sunnah dua rakaat di Raudhah bila memungkinkan.
4. Menghadap ke arah makam Nabi ﷺ
Kemudian berdiri dengan penuh adab, tidak meninggikan suara.
5. Mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ:
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَمِينُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ اللَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا صَفْوَةَ اللَّهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّكَ عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَمِيْنُهُ وَصَفِيُهُ وَخِيَرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ وَأَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّيْتَ الأَمَانَةَ وَنَصَحْتَ الْأُمَّةَ وَجَاهَدْتَ فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ. اللَّهُمَّ آتِهِ الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ وَاتِهِ نِهَايَةَ مَا يَنْبَغِي أَنْ يَسْأَلَهُ السَّائِلُوْنَ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمَيْعَادَ
Baca Juga: Momentum Kelahiran Nabi: Menumbuhkan Spirit Keteladanan
6. Mengucapkan salam kepada Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا خَلِيفَةَ رَسُولِ اللَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا صَاحِبَ رَسُوْلِ اللَّهِ وَثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الغَارِ ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مَنْ أَنْفَقَ مَا لَهُ كُلَّهُ فِي حُبِّ اللَّهِ وَحُبِّ رَسُوْلِهِ، جَزَاكَ اللَّهُ عَنْ أُمَّةِ رَسُولِ اللَّهِ خَيْرَ الْجَزَاءِ وَلَقَدْ خَلَفْتَ رَسُولَ اللَّهِ أَحْسَنَ الْخَلَفِ، وَسَلَكْتَ طَرِيقَهُ وَمِنْهَاجَهُ خَيْرَ سُلُوكِ وَنَصَرْتَ الْإِسْلَامَ وَوَصَلْتَ الْأَرْحَامَ وَلَمْ تَزَلْ قَائِمًا بِالْحَقِّ حَتَّى أَتَاكَ الْيَقِينُ، فَالسَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
7. Mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab r.a.
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مُظْهِرَ الْإِسْلَامِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا فَارُوقُ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا مَنْ نَطَقْتَ بِالصَّوَابِ وَكَفَلْتَ الأَيْتَامَ وَوَصَلْتَ الْأَرْحَامَ وَقَوِيَ بِكَ الْإِسْلَامُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللهِ
8. Berdoa memohon syafa’at Rasulullah ﷺ
Dengan penuh khusyuk dan adab, tidak menghadap ke kubur dalam doa, melainkan menghadap kiblat.
Baca Juga: Pesantren Lirboyo Gelar Maulid Nabi Selama Tiga Hari
Penutup
Ziarah ke makam Rasulullah ﷺ bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan hati untuk mempertebal iman, cinta, dan penghormatan kepada Nabi akhir zaman. Ulama menegaskan bahwa ziarah ini termasuk amal mulia yang membuka pintu syafa’at serta membawa keberkahan dalam hidup.
Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo





