HomeAngkringSemangat Menularkan Ilmu

Semangat Menularkan Ilmu

0 2 likes 113 views share

Pengajaran dan pendidikan merupakan elemen terpenting dalam rangka membumikan ilmu pengetahuan. Sebagai pemegang estafet keilmuan untuk generasi masa depan, seorang guru atau pendidik memiliki keistimewaan yang begitu tinggi. Bahkan banyak sekali ayat al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW yang mengapresiasi peran dan jasanya.

Dalam rangka memberikan spirit dalam mengemban amanah mengajar, setidaknya para guru atau pendidik dapat memahami hal-hal berikut:

Mengajar adalah Ibadah

Mengajar ilmu agama merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT. Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin pernah mengutip salah satu hadis yang berbunyi:

لَأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلًا وَاحِدًا، خَيْرٌ لَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dan jika berkat pengajaranmu Allah SWT memberi petunjuk kepada seseorang, maka bagimu itu lebih baik dari pada dunia beserta isinya”.[1]

Selain itu mengajar merupakan salah satu bentuk dari upaya untuk mengamalkan ilmu yang dijanjikan Allah SWT untuk mendapatkan ilmu yang belum diketahuinya. Dalam salah satu hadisnya, Rasulullah SAW pernah bersabda:

مَنْ عَمِلَ بِمَا عَلِمَ وَرَّثَهُ اللَّهُ تَعَالَى عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Barang siapa yang mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya, maka Allah akan memberikan ilmu yang belum pernah diketahuinya”.[2]

Mengajar adalah Proses Belajar

Salah satu metode belajar paling efektif adalah mengajar. Sebagaimana pernyataan Ibnu Abbas dan Ibnu Yusuf dari madzhab Hanafiyah:

بِمَا اَدْرَكْتُمُ الْعِلْمَ ؟ قَالَ مَا اسْتَنْكَفْتُ مِنَ الْإِسْتِفَادَةِ وَمَا بَخِلْتُ مِنَ الْإِفَادَةِ. وَقِيْلَ لِإِبْنِ عَبَّاسَ بِمَا اَدْرَكْتَ الْعِلْمَ ؟ قَالَ بِلِسَانٍ سُؤُوْلٍ وَقَلْبٍ عُقُوْلٍ

Abu Yusuf ditanya; Dengan apa kau mendapatkan ilmu?. Ia menjawab; Dengan tidak henti-hentinya belajar dan tidak pelit untuk mengajarkan. Ibnu Abbas juga pernah ditanya; Dengan apa engkau mendapatkan ilmu?. Ia menjawab; Dengan banyak bertanya dana akal yang jenius”.

Jawaban yang dikemukakan oleh Ibnu Abbas dan Ibnu Yusuf sangat benar. Karena pada kenyataannya, ketika seseorang memiliki tuntutan mengajar secara otomatis ia memiliki tuntutan untuk menguasai materi yang harus diajarkan. Bahkan banyak sekali realita yang mengatakan ketika seorang guru banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru di tengah-tengah proses mengajar.

Mengajar adalah Kegiatan Paling Bermanfaat

Manfaat mengajar tidak hanya kembali kepada para santri atau murid. Namun pada hakikatnya proses mengajar memiliki kemanfaatan yang kembali kepada dirinya sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an:

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri“. (QS. Al-Isro’: 7) []waAllahu a’lam

 

__________

[1] Ihya’ Ulumuddin, I/10, cet. Darul Fikr.

[2] Bahru al-Fawaid, hlm 100.