Bolehkah Orang yang Berkurban Memakan Kurbannya Sendiri?

Bolehkah Orang yang Berkurban

Bahkan salah satu permasalahan kurban yang acap kali muncul di masyarakat ialah terkait kebolehan orang yang berkurban untuk mendapatkan jatah dan menkonsumsi daging kurbannya.

Perinci antara kurban sunah dan kurban wajib dalam masalah ini. Karenanya, apabila seseorang berkurban sunah, ia boleh mengkonsumsi dagingnya dengan syarat masih menyedekahkan sebagian.

. Syekh Zainuddin al-Malibari menjelaskan dalam kitab Fath al-Mu’in:

وَيَجِبُ التَّصَدُّقُ وَلَوْ عَلَى فَقِيْرٍ وَاحِدٍ بِشَيْءٍ نَيِّئًا وَلَوْ يَسِيْرًا مِنَ الْمُتَطَوَّعِ بِهَا وَالْأَفْضَلُ التَّصَدُّقُ بِكُلِّهِ إِلَّا لقْمًا يَتَبَرَّكُ بِأَكْلِهَا وَأَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْكَبْدِ وَأَنْ لَا يَأكُلَ فَوْقَ ثَلَاثٍ

“Wajib menyedekahkan kurban sunah, meskipun hanya kepada satu orang fakir dengan daging mentah yang sedikit. Dan yang lebih utama ialah menyedekahkan semuanya kecuali satu suapan dengan niat mengharap keberkahan dengan mengkonsumsi daging tersebut.”Ambillah bagian hati hewan dan pastikan kadarnya tidak lebih dari tiga suapan.”

.” (Hamisy Fath al-Mu’in, II/379)

 

Penjelasan

Oleh karena itu, Imam Ibn Hajar al-Haitami menjelaskan satu pendapat bahwa orang yang berkurban sunah boleh mengkonsumsi seluruh daging hewan kurbannya tanpa menyedekahkan bagian apapun.

. Bahkan Pendapat ini mengalasi bahwa tujuan utama berkurban hanyalah mengalirkan darah (iraqatud dam) untuk mendekatkan diri kepada Allah. (Al-Fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra, IV/252)

Baca Juga Apakah Boleh Menyembelih Hewan Kurban Dirumah sendiri

Adapun kurban wajib yang berawal dari nadzar, maka bagi orang yang berkurban haram mendapatkan jatah atau mengkonsumsinya menurut pendapat yang kuat. Sebagaimana penuturan Imam Ibn Qashim al-Ghazi dalam kitab Fath al-Qarib:

وَلَا يَأكُلَ الْمُضَحِّي شَيْئًا مِنَ الْأُضْحِيَّةِ الْمَنْذُوْرَةِ بَلْ يَجِبُ عَلَيْهِ التَّصَدُّقُ بِجَمِيْعِ لَحْمِهَا

“Dan orang yang berkurban tidak boleh mengkonsumsi sedikitpun dari hewan kurban yang dinadzari (wajib). Bahkan wajib baginya untuk mensedekahkan seluruh dagingnya.” (Fath al-Qarib, hlm. 314)

Juga Demikian, menurut sebagian pendapat yang diusung Imam al-Haramain dan Imam al-Qaffal, seseorang yang kurban wajib (dinadzari) boleh untuk mengkonsumsi daging hasil kurbannya. Sebagaimana kutipan Imam an-Nawawi dalam kitab Raudhah ath-Thalibin berikut:

وَأَمَّا الْمُلْتَزِمُ بِالنَّذْرِ مِنَ الضَّحَايَا وَالْهَدَايَا… وَالْجَوَازُ اخْتِيَارُ الْقَفَّالِ، وَالْإِمَامِ

“Adapun orang yang menyanggupi untuk nadzar dalam kurban…. Dan pendapat yang memperbolehkan (memakan) adalah al-Qaffal dan Al-Imam al-Haramain.” (Raudhah ath-Thalibin, II/488) []waAllahu a’lam

 

Terkait hal ini, baca juga: Bolehkah Orang yang Berkurban Memakan Daging Kurbannya Sendiri?

Syarat hewan kurban

Syarat hewan kurban

Jangan lupa kunjungi akun media sosial Pondok Lirboyo. FacebookInstagramYoutube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.