KH. An’im Falahuddin; Waktu Adalah Kunci Sukses

WAKTU

Pada Kamis malam, 11 Muharram 1446 H / 18 Juli 2024 M, para santri menghadiri Majelis Sholawat Kubro di Aula Al-Muktamar, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Dalam acara tersebut, KH. An’im Falahuddin Mahrus menyampaikan mauidzoh yang tentang betapa pentingnya memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

“Kalau kita tidak betul-betul menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, maka kita akan sia-sia.”


Baca juga: KH. M. Anwar Manshur; Syukur Bagi Orang Yang Mencari Ilmu


Kemudian beliau mengutip sebuah hadis Nabi ﷺ:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Termasuk orang yang baik adalah yang meninggalkan sesuatu yang tidak ada faidahnya.”


Baca juga: KH. AHS. Zamzami Mahrus: 4 Perkara Menaikan Derajat Manusia


Beliau menjelaskan dari hadis di atas kita bisa melihat bahwasannya orang yang benar-benar sukses bukan yang hanya cerdas atau kuat, tapi yang tahu bagaimana memanfaatkan setiap detik untuk hal yang berguna—untuk dirinya, orang lain, dan untuk akhiratnya.

Santri dan Waktu Luang: Cermin Kedisiplinan

KH. An’im menyindir kebiasaan sebagian santri, yang ketika memiliki waktu luang, justru menghabiskannya untuk hal-hal yang tak berguna seperti nongkrong tanpa arah (cangkrukan)—bukan untuk belajar, membaca kitab, atau berdiskusi ilmu. Beliau menekankan, ini adalah tanda dari orang yang belum bisa mengatur waktu.

Satu Nafas: Satu Permata

Mengutip Imam Al-Ghazali, KH. An’im Falahuddin Mahrus menyampaikan bahwa:

“Satu tarikan nafas adalah permata yang sangat berharga (jauharun nafisah).”

Artinya, setiap detik kehidupan adalah aset yang tak ternilai. Jika detik itu terlewat tanpa kita gunakan untuk ibadah, belajar, atau amal baik—maka itu adalah kerugian besar.


Baca juga: KH. Abdullah Kafabihi; Tundukkan Nafsu, Gapai Akhirat


Waktu Tidak Bisa Dibeli, Bahkan oleh Orang Terkaya

KH. An’im mengajak semua merenung: Andaikan umur bisa dibeli, orang terkaya di Indonesia pasti akan membelinya. Tapi kenyataannya, umur adalah satu-satunya harta yang tidak perjualbelikan. Maka siapa yang bisa mengelolanya dengan baik, makda dia adalah orang yang akan sukses—di dunia maupun akhirat.

Kunjungi juga akun media sosial Pondok Lirboyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses