861 views

Hukum Transaksi Menggunakan Shopee Pay Later

Shopee pay later adalah fitur dari aplikasi shopee yang memberikan limit kredit dengan fasilitas pinjaman kepada pengguna platform shopee yang diawasi langsung oleh OJK (otoritas jasa keuangan) untuk membeli barang atau jasa pada patform shopee, yang lebih mudahnya aplikasi shopee memberikan fasilitas hutang kepada pelanggan, dengan pilihan model pembayaran sebagai berikut:

  1. Shopee paylater cicilan 1x /beli sekarang bayar nanti
  2. Shopee paylater cicilan 3x
  3. Shopee pay later cicilan 6x
  4. Shopee pay later 12x khusus pengguna terpilih

Biaya penanganan (biaya admin) shopee paylater adalah 1 persen per transaksi. Sementara untuk suku bunga shopee pay later adalah 2,95 persen dari total pembayaran, contoh :

Pelanggan akan membeli handpone di lapak shopee dengan harga asli yang ditetapkan oleh penjual sebesar Rp. 1.014.000. kemudian pihak shopee memberikan fasilitas hutang kepada pelanggan untuk membeli handpone tersebut dari penjual dengan menawarkan pilihan 4 model pembayaran :

  1. Pembayaran dengan cicilan 1x/ beli sekarang bayar nanti, pelanggan harus membayar kepada pihak shopee dengan harga Rp. 1.043.913
  2. Pembayaran dengan cicilan 3x, pelanggan harus membayar kepada pihak shopee dengan harga Rp. 363.350 perbulan.
  3. Pembayaran dengan cicilan 6x, pelanggan harus membayar kepada pihak shopee dengan harga Rp. 194.348 perbulan.
  4. Pembayaran dengan cicilan 12x, pelanggan harus membayar kepada pihak shopee dengan harga Rp. 109.850 perbulan.

Adapun biaya keterlambatan atau denda shopee paylater adalah 5% perbulan dari seluruh total tagihan yang telah jatuh tempo (termasuk tagihan sebelumnya), sebagai contoh, jika anda memiliki total tagihan sebesar Rp. 100.000 pada tanggal 20 april 2022 dengan tanggal jatuh tempo pada 5 mei 2021, namun anda baru membayar pada 15 mei 2022, maka dikenakan biaya keterlambatan sebesar 5 persen perbulan dari seluruh total tagilan. Selain itu, akan berlaku pembatasan akses fungsi di aplikasi dan penggunaan voucher shopee, dan dilaksanakannya penagihan lapangan.

Hukum Transaksi Dengan Menggunakan Shoopee Pay Later

Yang perlu dicermati dalam praktik jual beli di atas adalah bahwa dalam transaksi shopee pay later terdiri dari dua akad yaitu:

1. Bai’ mausuf fi adz-dzimmah antara Pihak pembeli dengan Penjual atau penyedia barang.

Pada akad yang pertama struktur akad adalah sebagai berikut:

Pembeli: pengguna shoopee

Penjual: pemilik toko

Komoditi dagang: HP

Alat tukar: Nominal yang diserahkan pihak shoope kepada penjual.

Dengan melihat realita praktik yang ada akad yang demikian tergolong bai’ mausuf fi adz-dzimmah (jual beli dalam tanggungan) yang fasid (rusak/tidak sah) sebab ada syarat dalam praktik jual beli tersebut yang tidak terpenuhi yaitu menta’yin (menentukan) salah satu dari komoditi dagang dan alat tukar yg dibayarkan. Tujuan dari menta’yin ini adalah supaya salah satu dari komoditi dagang dan alat tukar tidak berupa Dain (piutang).

Sehingga apabila tidak terpenuhi maka masuk dalam larangan jual beli piutang sebagaimana ijma’ (konsensus) ulama.

Imam as-Syafii dalam kitabnya al-Umm pernah membahas hukum menjual barang yang masih dalam tanggungan. Beliau mengatakan,

والمسلمون ينهون عن بيع الدين بالدين

“Kaum muslimin dilarang untun jual beli utang dengan utang.” (al-Umm, 4/30)

2. Qordl (piutang)

Akad piutang yang ada dalam praktik transaksi shoopee pay later terjadi antara pihak pembeli sebagai orang yang hutang dan pihak shopee sebagai orang yang menghutangi.

Sedangkan suku bunga yang dibebankan pihak shoope kepada pembeli sebesar 5% adalah manfaat yang dihasilkan dari akad piutang tersebut. Sehingga, praktik piutang shopee pay later termasuk praktek riba qordhi yang diharamkan kecuali jika persyaratan bunga tidak disebutkan dalam aqad.

Larangan riba qordhi sebagai mana hadist nabi

كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبًا

“Setiap piutang yang mendatangkan kemanfaatan (keuntungan), maka itu adalah riba.”

Menghindari Keharaman Jual Beli Online Lewat Shoopee Pay Later

Merupakan sebuah keniscayaan bahwa pada zaman modern ini jual beli online dengan berbagai fiturnya tidak bisa terlepas dari kehidupan sehari-hari. Sehingga untuk menghindari keharaman yang terdapat dalam jual beli online perlu kiranya untuk mengetahui cara untuk menghindari keharaman tersebut.

Dalam praktek jual beli, sebagaimana dijelaskan sebelumnya, keharaman yang ada bisa dihindari dengan melakukan transaksi setelah barang sampai. Praktik ini bisa dilakukan dengan mengirim pesan secara langsung kepada penjual secara pribadi melewati akun shoope penjual ataupun lewat akun sosmed yang lain yang dimiliki penjual, semisal whatsapp.

Sementara untuk menghindari praktek riba yang ada hendaknya syarat yang ada tidak disepakati saat akad berlangsung. Sebab keharaman riba qordhi muncul ketika syarat manfaat disebutkan dalam akad.

Sekian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi as-shawab.

Baca: Sudah Gede Diakikahi Orang Tua?, Mesin Penyembelih Hewan, Mengutamakan Siwak daripada Dinar

Dukung Dan Subscribe Chanel Youtube Kami: Pondok Lirboyo

18

One thought on “Hukum Transaksi Menggunakan Shopee Pay Later

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.