Menyesali Rasa Syukur

Syekh Sariy As Saqathy (wafat th 253 H./967 M.), seorang arif & murid sufi besar Ma’ruf Karkhy, pernah berkata, “Tiga puluh tahun aku beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas ucapan Alhamdulillah sekali.” “Lho, bagaimana itu?” tanya seorang yg mendengarnya. “Terjadi kebakaran di Baghdad,” kata syeikh menjelaskan, “lalu ada orang yg datang menemuiku dan mengabarkan bahwa…

Lanjutkan

Rahasia Keberanian Kiai Mahrus

Pada tahun 1977 di masa 0rde Baru orang Islam membentuk sebuah partai untuk mengikuti pemilihan umum pada masa itu. Kemudian diadakanlah kampanye di kota Kediri. Pembicara yg diundang salah satunya adalah (alm) KH. Imron Hamzah. Malam harinya mobil sudah tidak bisa lewat, karena Kediri sudah dibanjiri lautan manusia. Parkir kendaraan pengunjung yg akan mengikuti kampanye…

Lanjutkan

Dawuh KH. Ahmad Idris Marzuqi

Dawuh KH. Idris Marzuqi kepada para santri. PERTAMA, agar berusaha sekuat tenaga menamatkan jenjang pendidikan di pondok pesantren Lirboyo. Kunci kesuksesan belajar di Lirboyo selain mempeng adalah harus menamatkan madrasah. Meskipun ketika mondok itu seperti tidak dapat apa2, namun jika tamat insya Allah ada nilai tersendiri. KEDUA, setelah tamat harus lebih memprioritaskan memperjuangkan ilmu dulu. Jika…

Lanjutkan

Barokah Orang Saleh

Dikisahkan, ada sepasang suami istri hidup dalam keadaan serba kekurangan. Suatu hari si suami mendapatkan sebuah rejeki berupa uang. Bertanyalah dia kepada isterinya. “Engkau ingin aku belikan apa? Wahai isteriku.” “Dibelikan daging kambing saja. Kita kan sudah lama tidak mencicipi lezatnya daging.” jawab isterinya. Berangkatlah si suami ke toko daging. Daging yg ia beli kemudian…

Lanjutkan

Isilah Waktu Luang

Waktu kosong tanpa kegiatan sama saja dengan mobil yang didorong kemudian berjalan sendiri di sebuah jalan menurun. Jadilah mobil itu menabrak ke sana kemari tanpa tujuan. Mana kali suatu hari kita mengalami kekosongan dalam hidup, bersiap-siaplah untuk menyambut datangnya kesedihan, kesusahan, ketakutan. Sesungguhnya kekosongan kita ini akan membuka semua arsip masa lalu, masa kini dan…

Lanjutkan

Setelah Wafat Mengobati Orang Sakit

Kisah ini admin dengar dari KH. Habibullah Zaini saat mengajar Mauidhotul Mu’minin di kelas 3 Aliyah 4 tahun silam. Ada seorang alumni Lirboyo mengalami kecelakaan. Dia saat itu bersama putranya. Beruntung dia selamat dari kecelakaan maut tersebut. Namun putranya menderita luka yg cukup serius hingga mengakibatkan tidak sadarkan diri sampai berhari-hari. Usaha dan upaya telah…

Lanjutkan

Barokah Silaturrahim

Suatu ketika, Rasulullah SAW melihat salah satu sahabatnya tinggal berumur 15 hari lagi. Maka, oleh beliau sahabat tersebut diajak silaturahim. Tetapi Rasulullah tidak memberi tahu kalau umurnya tinggal 15 hari. Setelah keliling bersilaturahim keluar masuk rumah para sahabat, minta maaf serta doa, tepat 15 hari ternyata malaikat Izrail tidak datang. Justru malaikat Jibril yang datang memberi…

Lanjutkan

KH. Mashum Jauhari

Betapa banyaknya orang yang alim, tapi ilmunya manfaat tidak, barokahpun tidak. Semua itu disamping takdir, dipengaruhi juga oleh sepak terjang, tingkah laku juga perangai waktu di pondok. Mungkin mereka sombong, pongah, congkak, takabbur dan mungkin pula mereka tinggi hati. Namun juga sebaliknya, banyak orang yang ilmunya sedang-sedang saja, tapi betapa hebat manfaat & barokahnya. Karena…

Lanjutkan

Antisipasi Musibah yang Islami

Bencana demi bencana mendera bangsa kita. Mulai dari gempa bumi, tsunami, gunung meletus, tanah longsor, demam berdarah, flu burung, dan terakhir banjir bandang. Musibah itu menerpa laksana cerita komik berjilid-jilid. Bala’ seolah tak kenal kata ”stop”. Kita pun kalang kabut. Walau demikian, kita sebagai muslim tidak boleh putus asa. Kita harus berkhusnuzh zhaan terhadap Allah…

Lanjutkan

Air Mata Ibu

Senja itu seorang anak sedang bermain bersama ibunya di sebuah taman hijau nan luas. Tiba-tiba ibunya meneteskan air mata. Tentu sana si anak bingung. “Ibu, mengapa engkau menangis?” tanyanya dengan lugu kepada ibunya. “Sebab ibu wanita, sayang…” jawab sang ibu. “Aku tidak mengerti maksud ibu,” sahut si anak polos. Sang ibu hanya tersenyum dan memeluknya…

Lanjutkan